
BAB 97.
Gilang terkejut saat Melihat di telapak Tangan Glenka ada butiran Obat, dan wajah Glenka di penuhi dengan deraian Air mata.
Gilang sudah mengira hal apa yang akan di lakukan oleh Glenka, andai saja Gilang tidak datang di waktu yang tepat. Gilang tidak langsung menyapa Glenka, Gilang berdiri di belakang Glenka, sungguh Glenka sudah di buta kan dan di tuli kan oleh beban pikiran yang sedang ia dapati.
Gilang hanya memperhatikan Glenka, saat Glenka terus menatapi hal konyol yang di lakukan Glenka, Gilang langsung berjalan melewati Glenka, dan Gilang kini berdiri di belakang Glenka.
"Ehmm ... aku tidak menyangka Glen !! Setelah apa yang aku lakukan, aku sudah rela melepaskan cinta ku. Tapi apa yang kamu lakukan Glen, kau ingin membunuh Anak ku !! " Ucap Gilang tanpa melihat Glen yang ada di belakang nya.
Glenka tidak menyangka Gilang bisa berada di kamar nya, Glen sungguh tidak mengira.
"Apa kau hanya berpikir ini adalah Anak mu Lang ?? Apa kau hanya berpikir kamu saja yang menjadi orang tua Anak ini Lang ?? ini juga anak aku Lang, Aku juga Orang tua nya !! " Jawab Glenka tersedu-sedu menangis.
"Lantas !! Kenapa kau ingin melakukan ini, Hah ?? Pernikahan sudah di depan mata !! Apa kau ingin mempermalukan Keluarga ku, atau keluarga mu, Hah ?? Ingat aku sudah berkorban banyak, Untuk ...... !! " Jelas Gilang, namun tidak meneruskan ucapan nya.
Tiba-tiba Glenka menyambar ucapan Gilang, " Untuk siapa Lang ?? Untuk siapa, Hah ?? " Tanya Glenka sambil berdiri masih di belakang Gilang, dan Gilang masih membelakangi Glenka.
Gilang tidak juga menjawab pertanyaan Glenka.
"Kamu lakukan ini demi Anak kamu, dan ini Anak aku juga !! Apa kamu ingin tau alasan aku, ingin melakukan ini ?? " Ucap Glenla sambil memperlihatkan butiran Obat.
"Aku tidak mau Hidup dalam bayang-bayang, Penyesalan mu itu Lang !! Aku tidak bisa Lang, aku tidak sanggup !! " Teriak Glenka sambil menangis.
__ADS_1
Gilang menundukan kepala nya, Gilang memang merasa salah, karna Sungguh Gilang belum bisa melupakan Anita, semua tentang Anita.
Gilang mengerti apa yang maksud dari perkataan Glenka, dan salah satu nya kesaahan Gilang adalah, mengatakan bahwa diri nya telah merelakan cinta nya pada Anita.
Gilang membalikan badan nya, dan kini Gilang berhadapan dengan Glenka, namun Glenka tidak melihat ke arah Gilang.
"Glen !! Aku tau aku salah, Jika kau berniat ingin megakhiri hidup mu atau pun Anak kita, Itu akan membuat ku semakin bersalah. Aku dan A-Anita memang saling mencintai, dan beruntung lah aku mencintai wanita yang sangat baik, tapi kr baikan Anita bukan untuk hidup ku Glen, Aku tidak ingin membohongi diri mu Glen, jika kau bertanya apa aku masih mencintai Anita, tentu nya aku akan menjawab aku masih mencintai nya. Tapi kita sadar takdir tidak mau mempersatukan kita, sekarang tolong Glen, jangan berpikir untuk melakukan ini lagi. ini memang tidak akan mudah untuk kita Glen, tapi aku akan belajar membuka hati ku untuk mu kembali, dengan begitu aku pun minta pertolongan dari mu, supaya aku bisa mencintai mu lagi, dan melupakan cinta ku yang lain !! " Jelas Gilang panjang lebar, namu. hati nya tetap merasa berat saat mengingat sosok Anita.
Gilang melihat Glenka terus menundukan kepala nya, Gilang menarik tubuh Glenka mendekat pada tubuh nya.
Glenka tak menolak, karna sungguh Glenka sangat mencintai Gilang dari dulu.
"Lang, aku sangat mencintai mu. tapi percaya lah bukan ini yang ku mau !! aku pun akan sama seperti Anita, aku akan merelakan mu jika menurut mu, kau lebih bahagia bersama dengan pilihan mu, Maaf kan aku karna aku pernah memaksa mu, dan meminta pertolongan pada Ayah mu. Tapi sungguh itu karna aku tidak mengetahui bahwa, kau sudah mencintai wanita lain saat aku tidak ada. Aku menganggap ini bukan kesalahan Lang, janin yang berkembang di dalam perut ku bukan lah, sebuah kesalahan. Malain kan Titipan yang harus di jaga. Maka dari itu, aku ingin sekali pergi jauh dari kalian karna aku ingin membesarkan Anak ku, walau pun seorang diri, karna aku tidak ingin ada yang tau perihal kehamilan ku, karna ini yang aku takut kan Lang, aku akan menikah dengan Orang yang sama sekali tidak mencintai ku !! " Lirih Glenka dalam dekapan Gilang.
"Bantu aku untuk mencintai mu kembali Glen, Maaf kan aku, jika aku selalu memberikan sikap yang seolah-olah aku tidak mencintai mu. Maaf kan aku !! " Ujar Gilang dalam pada Glenka.
Dan Mahesa kini dengan percaya diri nya, ingin segera sampai dan menemui Anita dengan rangkaian Bunga yang di hias cantik oleh penjual Bunga nya.
Setelah Mahesa sampai di depan Rumah Anita, Mahesa menekan tombol yang ada di pagar besi rumah Anita.
Tanpa lama, seseorang pun keluar dari dalam rumah Anita, ia adalah Ibu nya Anita.
Ibu Anita tentu tidak asing saat melihat wajah Tuan Mahesa, Ibu Anita langsung membuka kan gerbang nya, dan mempersilahkan Tuan Mahesa masuk.
__ADS_1
Dengan memegang rangkaian bunga, Tuan Mahesa berjalan, mengikuti Ibu nya Anita. Anita sungguh tidak mengira Tuan Mahesa akan berkunjung le rumah nya.
"Siapa Mah ?? " Tanya Anita pada Ibu nya.
"Lihat lah ke depan !! " jawab Ibu Anita.
Anita mengerutkan Alis nya. Anita penasaran dengan siapa yang datang, Anita berjalan tanpa berpikir bahwa tamu nya ingin menemui dirinya.
Anita yang hanya memakai sweter rajut warna putih , dan celana sepas lutut, dengan santai berkalan ke arah Ruang tamu.
Terkejutlah Anita saat tau siapa yang datang.
"Mampus, kenapa dia datang ke Rumah sih !! Aku kan tidak masuk kantor, sengaja tidak ingib bertemu dengan diri nya. Tapi kenapa dia malah datang. Aduh .... Mampus ... Mampus !! " Gerutu Anita dalam hati nya.
Saat Tuan Mahesa mulai menyadari, Anita audah melihat nya datang, Tuab Maheaa tersenyum ke arah Anita, Mahesa yang melihat Anita sunggung berbeda, saat Anita memakai pakaian kantor, namub sekarang Tuan Maheaa melihat Anita seperti wanita cuek terhadap penampilan nya, dan Anita membiarkan Rambut nya ter urai tak ber aturan.
Mahesa hanya melihat Anita tanpa ada kata yang keluar dari mulut nya.
Tidak ada pilihan lain untuk Anita, selain menghampiri Tuan Mahesa dengan gugup nya. Sampai-sampai untuk melangkahkan kaki pun Anita merasa sangat berat, dan Anita merasa terus si perhatikan oleh Tuan Mahesa
__ADS_1
Anita pun duduk di ruang tamu. " Tu-tuan ?? !!
Sapa Anita sambil tersenyum malu.