
BAB 79.
Deraian Air mata keluar dari Mata Gilang, saking Tertekan akan ke adaan.
Gilang Tak henti meminum minuman Ber alkohol itu, sama hal nya saat dulu Gilang baru di Tinggalkan Oleh Glen, ini Lah yang Gilang Lakukan, sebelum mengurung diri di kamar nya.
Sementara Di Sudut Lain, Ada sepasang Mata yang sedang Memeperhatikan Gilang, Sepasang Mata itu. Memperhatikan Gilang, saat keluar dari Rumah sakit.
Sepasang Mata itu, meneteskan Air mata. Karna Tak sanggup melihat Gilang menjadi Hancur seperti itu.
Gilang Berteriak Tak henti, mengeluarkan kekesalan nya pada Semua Orang yang ada di Sana, hingga Akhir nya ada Tamu yang lain yang tersinggung oleh Gilang, Gilang kini menjadi Bulan-bulanan Para tamu.
Karena membuat Kerusuhan Se enak nya saja, Gilang saat itu sangat Mabuk Berat. Sehingga Pemilik sepasang mata itu, kini Berani menghampiri Gilang.
"Stop ... Stop ... !! " Teriak Glenka.
Glenka Mendekap Tubuh Gilang, yang sudah Tak sadar kan diri, Dan Glenka segera membawa Gilang ke dalam Mobil nya. Di bantu Oleh petugas Ke Amanan, di Klub malam itu.
"Maaf kan aku Lang, Karna Aku kamu harus tersiksa seperti ini !! Aku akan Meminta Orang tua kita, membatalkan Perjodohan kita. Asal kamu Tidak begini !! " Ucap Glenka sambil menyetir, dan Melihat Wajah Gilang, yang Babak belur.
Glenka Memilih untuk Membawa Gilang ke Apartemen nya, Karna Glenka Tidak Ingin Membawa Gilang ke rumah nya. dalam kondisi seperti ini, Biar Gilang ber istirahat di Apartemen Glenka.
Gilang di Turunkan Oleh Petugas Ke amanan Apartemen Glenka, kini Gilang sudah terbaring dan Tak sadar. Saat Glenka Ingin membukakan Jaket Gilang.
Tubuh Glenka di Tarik Oleh Gilang, Hingga Tubuh nya berada Dekat di Atas Gilang, Gilang menggulingkan Tubuh Glenka, Tanpa Gilang sadar, Gilang telah melakukan Hal Gila di Luar kesadaran nya.
Glenka menangis Karna Gilang melakukan nya, di Karna kan melihat Sosok Anita dalam diri nya, Glenka Tidak Bisa berbuat Apa-apa, karna Amukan Gilang sangat Kuat dan tidak mau ada penolakan Dari Glenka.
Bahkan Gilang melakukan nya dengan Kasar, dan Keras. Hingga Deraian Air mata Glenka terus mengalir dari mata nya, Karna merasakan Perih dan sakit di sekujur Tubuh nya.
Selang Beberapa lama nya, akhir nya Gilang melepaskan Serangan nya pada Glenka, masih dengan ke adaan Mabuk. Glenka terduduk di samping Gilang, Tanpa mengenakan Apa pun, Bahkan Baju Glenka yang ia kenakan , sudah Sobek tak ber aturan, sakit ganas nya Gilang.
Glenka melihat Gilang tertidur sangat Pulas, Glenka Menyambar handuk Untuk segera Masuk ke Kamar Mandi dan membersihkan Diri nya.
__ADS_1
Sungguh Badan Glenka terasa Remuk saat itu, Hingga Berjalan Pun, Glenka tidak bisa tegak.
Glenka memang baru melakukan nya Pertama kali, Glenka Terpukul karna Gilang merengut Ke Perawanan nya dalam Ke adaan tidak sadar. Glenka Menangis sambil membersihkan Diri nya.
Saat Glenka Sudah Selesai dari kamar Mandi, Glenka Lebih memilih untuk Bungkam, akan kejadian ini,
Glenka merapih kan Pakaian Gilang, dan memebersihkan Tubuh Gilang, Tak Lupa Tempat Tidur yang berantakan itu pun Glenka Rapih kan, sehingga tidak terlihat seperti sudah Terjadi Pertarungan Panas malam itu.
Glenka Mengenakan Pakaian, dan Berniat untuk Menemui Orang tua Gilang. Sementara Gilang masih Tertidur Pulas masih dalam pengaruh Minuman Alkohol, yang telah banyak ia minum.
Glenka Pun Pergi, keluar dari Apartemen nya.
Sebelum Glenka pergi dari Apartemen itu, Glenka menitipkan Pesan pada Petugas ke Amanan yang berjaga.
Glenka menitipkan pesan, jika seandai nya Gilang menanyakan Hal tentang keberadaan Glenka, Petugas ke amanan itu Harus menjawab kalau Glenka tidak tidur di Apartement ini, Glenka Langsung pergi setelah Mengetahui Gilang sudah di Tidurkan Di Dalam Apartemen Glenka.
Dan Petugas ke Amanan itu Pun Mengerti, dan akan melakukan Tugas nya dengan Baik.
Tak Lupa Glenka pun memberika Selembaran Uang Untuk Petugas Ke amanan itu.
#FLASHBACK.
Glenka sebenar nya di hubungi oleh Pak Guruh Siang itu, untuk segera datang ke Rumah sakit, karna akan Membicarakan Soal pertunangan di Malam Hari nya..
Glenka sangat Senang, dan Sengaja Tidak memberi tahukan terlebih dahulu pada kedua Orang tua nya, Namun saat Glenka sampai Di Rumah sakit, Glenka Melihat Gilang keluar dari Rumah sakit dengan wajah yang di tekuk dak Frustasi.
Glenka Langsung mengikuti Gilang, dan Menemani Gilang di Klub Itu, meskipun Glenka menemani Gilang dari Jarak yang tidak dekat.
Glenka Menemani Gilang sampai Larut malam dari Siang. Hingga pada akhir nya, Glenka membawa Gilang ke Apartemen nya Saat Gilang sudah Mabuk berat dan membuat keributan Di Klub itu.
Namun Glenka juga sempat, Memberitahukan Keberadaan Gilang bersama nya pada Kedua Orangtua Gilang. Karna Glenka Tau Bai Ibu atau Pun Ayah Gilang, sangat Khawatir pada keberadaan Gilang.
Acara malam itu Pun Gagal, tidak ada pertemuan antara dua Keluarga, Yaitu keluarga Gilang mau pun Keluarga Glenka.
__ADS_1
Glenka menarik Nafas panjang, saat Sampai di Depan Rumah sakit. Glenka mengumpulkan Keberanian Untuk berbicara pada kedua Orang tua Gilang, Kalau Keyakinan Glenka tidak Yakin Setelah Apa yang Sudah Gilang lakuin terhadap nya semalam.
Glenka keluar dari dalam Mobil, menuju Ruangan Khusus keluarga Gilang.
Sesampai nya di Ruangan itu, Glenka melihat Ibu Ayu dan Tuan Guruh sedang Sarapan Pagi bersama.
Dengan Senyuman menegangkan Glenka menyapa Kedua Orang Tua Gilang. Dan Di sambut hangat oleh kedua Orang tua Gilang.
Glenka membiarkan Mereka untuk selesai Makan terlebih dahulu, Namun Saat Ibu Ayu menanyakan keberadaan Gilang, Glenka hanya menjawab kalau Semalam Glenka dan Gilang Mengobrol sampai Dini Hari, dan Kini Gilang Tertidur. Dan Belum bangun. Itu jawaban Glenka.
Setelah Orangtua Gilang Terlihat santai, Glenka mencoba Membuka Obrolan nya.
"Om-Tante !! Sebelum nya Glen, mau mengucapkan Banyak-banyak terima kasih, Atas kasih sayang Yang Om dan Tante berikan lada saya, Dan Aku juga Mau minta Maaf Om-tante. Seperti nya ........ " Glenka Menghentikan Pembicaraan nya sejenak.
"Kenapa Nak ?? " Tanya Ibu Ayu lembut.
Lalu Tuan Guruh menyambar Begitu saja. " Kamu Pasti meminta untuk segera di Percepat kan Acara pertunangan nya !! Itu akan Terjadi Dalam Waktu dekat ini Nak !! " Ucap Tuan Guruh, meyakinkan Glenka.
"Ma-maaf Om !! Glenka Memilih untuk tidak melanjutkan Perjodohan ini !! " Ucap glenka Menundukan Kepala nya, karna menahan Tangis di Pelupuk mata nya. Namun Glenka Berusaha Kuat.
Kedua Orang tua Gilang terkejut mendengar nya.
Tuan Guruh langsung mempertanyakan Penyebab nya lebih cepat di banding Ibu Ayu. " Loh Ada apa ini, Nak ?? Jangan takut akan Ancaman Gilang, jika Benar ia Mengancam mu !! " Ucap Tuan Guruh.
"Ti-tidak Om, Gilang tidak mengancam Sedikit pun Om !! Ini kemauan Glenka sendiri, Glenka Mendapat kan Surat Ijin Pindah Tugas ke Jerman Om-tante, dan Glen tidak mau Jika Harus meninggalkan Gilang kembali saat sudah terikat Pertunangan Nanti nya !! Maaf Om-tante, Glen lebih memilih karir Glen, di Banding Gilang !! " Tangis Glenka Pun mulai pecah.
Glenka Berbohong, Meskipun memang rencana Awal nya Glenka akan membatalkan Perjodohan ini, Karna melihat Tersiksa nya batin Gilang. Namun saat Keperawanan Glenka di Renggut Oleh Gilang pun, Glenka Akan Tetap Menyampai kan Niat nya.
Seandai nya Glenka Hamil, Glenka Akan menanggung nya sendiri, tanpa sepengetahuan Gilang.
Glenka memang tidak mengerti Akan jalan pikiran nya sendiri, harus nya Glenka Senang karna dengan kejadian semalam, akan membuat Glenka semakin Mudah untuk menjerat Gilang.
Namun Tidak, Glenka lebih memilih mundur, dari pada Harus melihat Gilang tertekan selama hidup nya.
__ADS_1
Glenka memang mulai detik ini akan merencanakan untuk pindah ke luar Negri, dan meminta surat Pindah Tugas di sana, Menjaga-jaga jika seandai nya Glenka Hamil, Glenka bisa menjalani Kehidupan nya dengan Mudah, karna Gaya Hidup di Luar negri itu bebas, tidak akan ada yang mencibir jika ada yang hamil di Luar Nikah.