Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Ketulusan.


__ADS_3

BAB 38.


Setelah Jenazah Rey, tiba Di Rumah kedua Orang tua nya. Anita Pun di berikan kesempatan Untuk ikut memandikan nya, Walau bagai mana Pun Rey Masih Sah menjadi Suami nya.


Anita terus menangisi kepergian Rey, Anita tudak menyangka Bahwa pertemuan di Taman kota itu, adalah Pertemuan Terakhir nya bersama Rey.


"Ya Tuhan, Ampunilah Dosa Suami ku !! Aku Ikhlas aku Ridho dengan kesakitan yang sudah ia Berikan pada ku, Ampuni lah Dia ya Alloh. Aamiin " Doa Anita tak henti dalam Hati nya.


Pemakaman mendiang Rey Pun akan di lakukan, Anita masih ada di antara semua Pelayat.


Anita melihat Ibu mertua nya sangat terpukul, Anita memeluk Ibu mertua nya dengan erat dan menangis Bersama-sama.


"Ini salah Ibu Ann, kalau saja Ibu Tidak membuat jembatan Untuk Lisa dan Rey, Mungkin ini tidak akan terjadi !! " Bisik Ibu Rey dalam isakan tangis nya.


"Sudah Bu, Semua sudah jalan nya !! Yang penting sekarang adalah Doa Bu, untuk Mas Rey !! " Sambung Anita menenangkan Ibu Mertua nya.


Mereka pun Saling menguatkan Satu sama Lain nya.


Setelah Usai Dari pemakaman, Anita Bingung saat Hendak Pulang. Karna dia Datang bersama Ayah nya, Namun Ayah nya sudah Ijin pulang Duluan Tanpa menghadiri Prosesi Pemakaman hingga Usai, ada keperluan Mendadak.


Anita Berniat Menggunakan Angkutan Umum saja, Dengan Pakaian Serba Hitam Anita Berdiri di Pinggir jalan, kebetulan Pemakaman Itu dekat sekali dengan Jalan Raya, Sudah Hampir 15 menit Angkutan Umum Pun Tidak kunjung lewat.


"Ehem ... Apa Butuh Tumpangan Teh ?? " Sumber suara itu berasal dari Belakang tempat Anita berdiri.

__ADS_1


Anita membalikan Badan nya. " Loh ... Lang ?? Kamu ada di sini juga ?? Ko bisa ??" Tanya Anita Heran.


"Bisa lah, saya kan Tukang Ojeg. Tadi saja Nganterin Penumpang yang turun di sini. Kebetulan saya Liat kamu Ann. Jari ya saya Pikir kamu butuh bantuan saya, Lagian Jam segini Kendaraan Umum jarang Ann lewat sini !! " Ucap Gilang pada Anita yang masih Sibuk melihat Kendaraan Umum yang Lewat,


"Sudah, Ayo naik !! Aku anterin. " Sambung Gilang.


"Ya sudah, Maaf ya Lang aku ngerepotin kamu ?? " Gumam Anita sambil menaiki Motor Gilang.


"Santai saja Ann, kamu kaya ke siapa aja Ann. Masih Sungkan seperti itu !! " Ucap Anita.


Tidak tau Kenapa Anita Menjadi salah Tingkah saat Bersama Gilang Saat ini !! Namun Anita belum berani Menganggap Itu adalah Rasa Suka pada Gilang.


Dalam setengah Perjalanan, Anita hanya Terdiam, sesekali Anita Melihat Gilang memperhatikan nya Lewat kaca Spion nya, Namun Anita Pura-pura tidak Lihat saja, kalau Tidak, Gilang Bisa tau kalau Anita sedang Bingung dengan Perasaan nya sendiri.


Gilang menepikan Kendaraan nya Di sebuah Tempat peristirahatan yang terbuat dari Bambu, Gilang sebenar nya Ingin sekali Menepi di tempat Makan atau Cafe, Namun Hujan sudah Semakin deras, Jadi Mau tidak Mau Gilang membawa Anita menepi di tempat seadanya saja.


"Maaf Ya Ann, Harus nya kamu Naik Mobil Tadi, Gara-gara aku ngajak kamu, Jadi Ke hujanan !! " Ucap Gilang Sambil membuka Helm nya.


"Gak Papa Ko Lang, Lagian Kan Tadi Gak Ada kendaraan Umum nya, kalau aku gak Ikut kamu. Palingan Aku masih Nungguin Angkutan Umum di Pinggir jalan. " Jawab Anita tersenyum dengan Mata Yang Sembab melihat ke arah Gilang.


Gilang menatap Anita dengan Tatapan yang sendu, Gilang Tau Anita saat ini sedang bersedih. "Ann, aku turut berduka Ya Atas meninggal nya Rey !! Aku tidak menyangka Rey Secepat ini meninggal kan kita semua !! Kamu yang sabar Ya Ann ?? "


Anna yang mendengar Ucapan Belasungkawa dari Gilang, Langsung Ingat kembali kejadian itu, Karna Gilang Lang satu-satu nya Orang Asing yang Tau akan kejadian itu. Air mata Telah Lolos kembali keluar dari Kelopak mata nya. Anita langsung memegang Tangan Gilang dan Menangis, Anita sebenar nya tidak ada Maksud Apa-apa memegang Tangan Gilang, hanya ingin memohon pada Gilang.

__ADS_1


"Lang ?? Aku mohon !! Jangan Ingatkan Masalah itu lagi Ya ?? Dan jangan Kamu Ingat kembali, Aku takut karna kejadian Itu mendiang Suami ku akan Tersiksa di sana !! Tolong Maaf kan Kesalahan Suami Ku Lang, Tolong Doa kan Dia, Dia sebenar nya adalah Orang Baik Lang, Suami ku Orang Yang Baik Lang !! " Ucap Anita sambil menahan Tangis yang begitu sakit di dalam Hati nya.


Gilang yang menatap Anita, tidak Bisa berkata Apa-apa, Gilang hanya memperhatikan Raut wajah Anita yang begitu sedih akan Duka ini. Gilang mengusap Air mata Anita dengan Lembut.


"Ann, Aku sudah memaaf kan nya !! Aku tidak akan mengingat atau pun mengingatkan kamu tentang Kejadian itu, Aku percaya Rey adalah Orang Baik, Kenapa aku Bisa menilai Rey Orang Baik ?? Karna Aku melihat Kamu adalah Wanita yang sangat Baik, dan Aku percaya Wanita Baik untuk Laki-laki yang Baik Pula !! " Ucap Gilang tersenyum Penuh Arti pada Anita.


Anita yang mendengar Gilang memuji Mendiang Suami nya sangat senang, walau pun kesenangan itu masih di baluri dengan Derayan Air mata, Anita memeluk Tubuh Gilang. Karna Sekuat apa pun Wanita jika Bersedih Pasti membutuhkan Bahu Laki-laki untuk bersandar.


Gilang membulatkan Mata nya, dan Melihat Anita kini sedang memeluk tubuh nya. Gilang hanya mengerti Perasaan Anita saat ini, Anita hanya Ingin menyembunyikan Rasa sakit nya yang kini semakin tersirat Di wajah nya.


"Tida Apa-apa Ann, menangis Lah. jika itu bisa membuat mu merasa Lega !! " Bisik Gilang sambil mengusap Rambut Anita yang setengah kering itu, Karna Hujan yang sempat membasahi diri Anita.


Anita melepaskan pelukan nya, "Maaf " Ucap Anita. sambil menyeka Aliran Air mata yang membasahi Pipi nya.


Gilang Hanya Tersenyum, Dan kini Gilang yang memegang tangan Anita.


"Ann, Jangan Posisi kan aku sebagai Orang lain di Hati mu, Aku Rela jika aku di tempat kan sebagai, Teman, sahabat atau pun Kaka, Aku rela Ann walau pun aku berharap lebih dari itu !! Aku menghargai perasaan mu jika kamu belum bisa menerima aku, sebagai Pengganti Rey, Karna Aku sadar Ann Siapa Aku dan Siapa Rey. Jadi Tolong Mulai Detik ini Jangan Anggap Aku sebagai Orang Asing yang terus mengejar mu !! " Ucap Gilang kembali menyeka Air mata Anita yang kembali mengalir.


Anita hanya mengangguk, dengan Mata Yang menatap Wajah Gilang yang sangat meyakin kan nya itu.


Anita Akan memikirkan nya apa bila masa Iddah nya sudah selesai. Anita sebenar nya Tidak mau dan Tidak kepikiran untuk mencari dengan Cepat Sosok Laki-laki Pengganti Rey, Namun Anita melihat Ketulusan di Mata Seorang Gilang. Namun Anita tidak akan pernah Lupa Akan Masa Iddah nya.


Anita tidak akan memikirkan Laki-laki Lain, Selain mengingat Rey dan terus mendoa kan nya setiap Kali Anita Bersujud pada Sang Maha Kuasa.

__ADS_1


"Terima Kasih Lang !! " Ucap Anita sendu pada Gilang, dan Gilang membalas dengan Senyuman Tulus nya.


__ADS_2