Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Ayah mertua.


__ADS_3

BAB 109.


"Sudah jangan terlalu di pikirkan, Mas seperti itu karna Mas sangat mengharapkan, dan sangat menginginkan diri mu di hidup Mas saat ini dan seterusnya. " Sambung Mahesa tanpa melihat Anita.


Anita tersenyum dan mulai membuka sabuk pengaman, Tuan Mahesa dan Anita pun keluar dari dalam mobil menuju rumah Anita.


Saat Anita mempersilahkan Tuan Mahesa untuk masuk kedalam Rumah nya, Anita langsung bergegas membersihkan diri nya terlebih dahulu, untuk menemui Nara. Nara yang semakin terlihat sangat lucu dan menggemaskan semakin nyaman saja saat dekat bersama Sang Nene.


Jauh dalam pikiran Anita, Ayah Anita ternyata sudah datang sebelum Anita dan Tuan Mahesa sampai.


Tuan Mahesa di sambut oleh Ayah Anita, tanpa sepengetahuan Anita, Ayah Anita memang berkepribadian Tegas pada siapa pun, mungkin itu alasan nya Anita tidak pernah atau belum berani membawa Gilang masuk ke dalam rumah nya saat itu.


Ayah Anita menatap Mahesa di sudut lain, tanpa Mahesa sadari, lalu Ayah Anita berjalan mendekati Mahesa, dan duduk di hadapan Mahesa, tentu nya dengan wajah yang dingin dan juga datar.


Mahesa berpikir dan merasa, tidak ada raut senyuman pun pada Laki-laki apruh baya itu, dan Mahesa bisa menebak bahwa itu adalah Ayah dari Anita, wanita yang sangat ia cintai, Mahesa lebih bersikap tenang saat itu.


"Selamat sore Om ?? " Sapa Mahesa ada Ayah Anita dengan sopan.

__ADS_1


"Emm ... Apa kamu datang bersama dengan Anak saya ?? " Ayah Anita tidak merespon baik sapaan dari Tuan Mahesa, Ayah Anita malah menanyakan hal yang lain.


Mahesa tersenyum. " Iya Om, saya datang ke rumah Om, bersama Putri Om. " Jawab Mahesa dengan senyuman di wajah nya.


"Ada hubungan apa kamu dengan anak saya ?? dan apa tujuan kamu mau mengantar Anak saya ?? Sebelum nya anak saya tidak pernah membawa Laki-laki belakangan ini. " Pertanyaan yang akan membuat siapa pun merasa terpojok dan mungkin jika mental nya tidak kuat, Orang yang akan mendengar pertanyaan ini akan merasa gugup dan cemas, apalagi saat melihat Ekspresi dari wajah Ayah Anita.


Tuan Mahesa merasa tidak percaya, atas ucapan yang di lontarkan oleh Ayah Anita. " Apa benar Anita tidak pernah membawa Laki-laki itu ?? Kenapa ?? Apa ini yang Anita takutkan, maka dari itu Anita tidak memperkenalkan Laki-laki itu pada keluarga nya ?? Emm ... ya sudah lah yah, itu lebih bagus !! " Gumam Mahesa dalam hati nya.


Tuan Mahesa tersenyum tipis. " Mohon maaf om, apabila kedatangan saya membuat om tidak nyaman. Emm ... sebelum nya perkenal kan saya Mahesa, saya rekan kerja Putri Om, Anita. Dan saya kesini ingin bersilaturahmi pada keluarga Anita termasuk Om, tante dan juga Nara. Mungkin bisa di katakan saya mempunyai niat baik terhadap Putri Om, dan niat baik saya ini sudah saya utarakan pada Putri Om, dan Syukur nya Anak Om merespon baik, terhadap niat baik saya ini !! " Jawab Mahesa tanpa gugup sedikit pun, walaupun di dalam diri nya bisa merasakan, bahwa detak jantung nya sedang berdetak kencang dari sebelum nya.


Ayah Anita langsung memperhatikan Mahesa dari atas sampai bawah, mungkin Ayah Anita sedang menelisik dari sikap Mahesa dalam berbicara, karna Orang yang berniat baik dan Orang yang berniat tidak baik bisa di lihat dari Gerak-gerik saat berbicara, atau pun dari tatapan mata nya.


"Saya tidak pernah ikut campur dengan siapa Anak saya menjalani Hubungan, namun saya berperan penting untuk kebahagiaan Anak saya, maka dari itu saya tidak ingin Anak saya jatuh ke dalam lubang yang sama, dan tidak dapat di pungkiri kamu pun pasti sudah tau kisah kelam Anak saya di masa lalu !! Dan saya tidak ingin itu terulang kembali, dalam kehidupan Anak saya !! dan saya yakin kamu pun paham, karna saya lihat kamu dari kalangan Orang terpelajar sehingga kamu dapat memahami apa yang saya maksud dan saya ingin kan !! " Ucap Ayah Anita panjang.


Umum nya semua Orang tua, tidak ingin membuat Anak nya merasakan kekecewaan dalam hidup nya, dan semua Orang tua pasti akan melakukan apapun untuk kebahagian Anak-anak nya.


Mahesa menatap dalam pada Laki-laki yang ada di hadapan nya, di lihat sekilas memang Laki-laki yang merupakan Ayah kandung Anita itu, terlihat sangat tegas dan dingin, namun di Mata nya tersirat sebuah kesedihan jika mengingat kisah Anita di masa lalu nya. Sehingga Mahesa dapat menangkap sebuah maksud dari Ayah Anita, dan apa yang beliau ingin kan dan harapkan untuk kehidupan Anita selanjut nya.

__ADS_1


Beruntunglah Anita tidak memperkenalkan Gilang pada Ayah nya, jika Anita sampai memperkenalkan Gilang mungkin saat ini Anita akan di larang keras untuk dekat dengn Laki-laki mana pun, Mahesa sangat berterima kasih pada Anita, karna tidak sempat membawa Gilang masuk ke dalam keluarga nya.


Tuan Mahesa tersenyum tenang. "Baik Om ... Saya akan berusaha untuk membahagiankan Anak Om, dan saya tidak akan membawa Anak Om kedalam kesedihan yang sebelum nya pernah Anak Om rasakan, dan jika Om ingin tau. Ayah saya pun sudah mengetahui hubungan ini, hubungan antara Saya dan Anak Om, dan Om juga harus tau, saya pun pernah ada di posisi sama seperti Anak Om, Sama-sama merasakan sakit karna harus kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita, Dan pada akhir nya saya menemukan Anak Om yang tepat untuk hidup saya. Setelah lama nya saya terpuruk dan pada akhir nya pun, saya memutuskan untuk memilih dan ingin memperjuangkan Anita untuk hidup saya. Walaupun saya belum tau, cobaan apa yang harus kita jalani ke depan nya. Tapi apapun itu, Om harus yakin niat baik saya untuk membahagiakan Anita dan juga Nara tidak akan saya lupakan, akan tertata rapih di dalam tujuan hidup saya !! " Jawab Tuan Mahesa, terus berusaha meyakinkan Ayah Anita, dan Mahesa tidak berikir bahwa Ayah Anita akan percaya begitu saja, namun Mahesa akan terus berusaha meyakinkan pada siapa pun yang meragukan Niat baik nya itu terhadap Anita.


Dan setelah percakapan antara Tuan Mahesa dan Ayah Anita, Anita pun datang tenang nya, namun saat melihat Mahesa sedang bersama dengan Ayah nya. Anita kelihatan sangat Gugup untuk melangkah pun Anita tidak berani metap ke arah Ayah nya.


Anita khawatir Ayah nya akan marah, dan berkata yang tidak enak, sehingga akan menyinggung perasaan Tuan Mahesa saat diri nya tidak ada di samping Tuan Mahesa.


Anita cemas, sesekali Anita memperhatikan wajah Ayah nya lalu wajah Tuan Mahesa saat melangkah. Mahesa pun bisa merasakan ke khawatiran Anita, pada saat itu Ayah Anita pun bangkit dari duduk nya, tanpa menjawab pernyataan dari ucapan Mahesa tadi, Ayah Anita berjalan ke arah Luar dan mengambil sebauh kunci kendaraan motor nya, entah mau pergi kemana Ayah Anita itu.


Anita tidak berani menegur Ayah nya, yang Anita tau pasti Ayah nya sedang marah atau bahkan kecewa, karna sudah membawa Laki-laki ke dalam rumah nya.


Anita pun sudah dekat dengan posisi Tuan Mahesa saat ini, Anita duduk sambil menyuguhkan Teh hangat yang sudah ia buat untuk Tuan Mahesa.


Mahesa tersenyum dan mencubit pipi Anita dengan lembut. " Jangan tegang gitu saang !! Ayah mertua tidak menggigit Mas kok, dia sangat baik. Dan kami berkenalan dengan baik, tentu nya pertemuan dan perkenalan ini sangat berkesan baik untuk hubungan kita. " Ucap Mahesa, sangat yakin pada ke khawatiran Anita.


Anita menatap Mahesa. " Be-benar kah Mas ?? Ayah tidak menyakiti perasaan mu kan ?? Tapi ... jika Ayah menyakiti Mas, aku minta Maaf Mas, Ayah memang selalu tegas saat berbicara !! " Ucap Anita, sangat menunjukan rasa Ke khawatiran nya.

__ADS_1


"Jangan khawatir, Ayah tidak menyakiti Mas ko, lagian kalau pun itu sampai terjadi. Mas akan tetap bertahan dan meyakinkan nya !! Jangan khawatir dan jangan terlalu di pikirkan, ini tugas Mas untuk meyakinkan semua keluarga mu Sayang !! " Jawab Mahesa sambil meminum teh yang sudah di suguhkan oleh Wanita yang sangat ia cintai.


Anita tersenyum bahagia, namun tetap saja dalam hati nya merasa khawatir atas sikap yang sudah di tunjukan oleh ayah nya.


__ADS_2