Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 161


__ADS_3

"Oh ya Bu, kebetulan Tuan baru sajah keluar dari ruangan nya bersama dengan Ibu Inggrit, dan maaf saya tidak sempat menanyakan kemana mereka akan pergi. " Ucap Putri menjelaskan apa yang dia tahu.


Degg ....


Hati Anita terpacu kencang saat mendengar penjelasan dari Putri, namun ia terus saja berusaha tenang, dan berusaha untuk tidak mengacaukan suasana, karna dia tahu ucapan orang itu sekecil apapun akan menjadi besar nanti nya.


Anita tidak mau nama suami nya akan menjadi pembicaraan di perusahaan nya sendiri.


"Hallo Bu Anita ? " Ucap Putri memastikan jika sambungan Tlp itu masih tersambung.


"Eh iya Put, baiklah kalau begitu. Terima kasih ya Put. " Ucap Anita.


"Sama-sama bu, apa ada pesan yang harus saya sampaikan pada Tuan ? " Ujar Putri lembut.


"Tidak ada Put, terima kasih nanti biar saya hubungi Tuan saja ke ponsel nya. " Jawab Anita.


Sambungan Tlp itu terputus, lagi-lagi Anita dapat mengontrol Emosi nya. Sampai-sampai Putri pun tidak memikirkan kecurigaan sama sekali.

__ADS_1


Anita duduk secara perlahan sambil memegangi perut nya.


"Kemana mereka pergi ? apa jangan-jangan kecurigaan ku ini ada kaitan nya dengan Ibu mertua ku ? hanya dia yang menginginkan rumah tangga ku hancur bersama Mas Mahes. " Anita mulai berani berspekulasi.


"Tapi harus mulai dari mana, agar aku bisa mencari bukti dari kecurigaan ku ini ? sementara aku sedang hamil besar. " Keluh Anita memikirkan kondisi nya.


Anita sejenak memandang perut nya dan mengelus nya.


"Sabar ya Nak, Ibu tidak mengharapkan nasib kamu sama seperti nasib Kak Nara kakak kamu, tapi jika semua itu terjadi ini sudah takdir, dan Mamah akan selalu kuat demi kamu dan kakak kamu. " Ucap kecil Anita pada bayi yang masih ada dalam kandungan nya.


Kini Ibu Inggrit sudah berhasil mempertemukan Mahesa dan Amel, sesuai permintaan Amel, mereka sangat asik berbincang-bincang.


Anita beranggapan jika sambungan Tlp nya tidak akan di angkat oleh Ibu mertua nya, namun prediksi Anit rupa nya salah.


Tidak lama sambungan Tlp itu tersambung dengan cepat, dan Anita lagi-lagi menenangkan diri nya.


Ibu Inggrit tersenyum saat tahu Anita yang menelpon.

__ADS_1


"Hallo ? " Sapa Ibu Inggrit.


"Hallo Mah, apa kabar ? " Tanya Anita basa basi.


"Sudah lah ada apa ? tidak perlu basa-basi, saya sedang ada di Hotel Jingga jangan ganggu saya. " Jawab Ibu Inggrit sengaja memberitahukan nya pada Anita, dengan harapan Anita pergi ke Hotel Jingga.


"Siapa Mom ? " Tanya Mahesa sedikit penasaran.


"Biasa lah temen Mommy, dia selalu saja ingin tahu tentang keseharian Mommy. " Jawab Ibu Inggrit, tentu saja dia tidak memberitahukan nya pada Mahesa jika Anita lah yang menelpon, jika saja Ibu Inggrit mengatakan nya Mahesa pasti akan pergi dan meninggalkan Hotel itu.


"Lah ko bisa seperti itu sih Mom ? " Sambung Mahesa.


"Sudah lah Mahesa itu bukan lah hal yang penting " Ujar Ibu Inggrit tidak mau membahas nya.


"Baik lah, sebenar nya kita kesini mau menemui siapa ? ko dari tadi belum datang juga. " Hardik Mahesa pada Ibu nya.


"Sabar sebentar lagi juga datang. " Jawab Ibu Inggrit.

__ADS_1


Sementara Anita masih mengkaji apa yang di katakan oleh Ibu mertua nya, dan Anita masih mempertimbangkan apa dia pergi ke hotel itu atau tidak.


__ADS_2