Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Lamaran.


__ADS_3

BAB 134.


Karna paksaan dari Sang Ibu, Anita pun langsung bergegas untuk mempercantik diri nya, agar terlihat lebih rapih dari sebelum nya.


Anita tidak menyangka jika Tuan Mahesa langsung membawa Ayah nya di hari itu juga.


Ayah Anita dengan wajah masih di tekuk menghampiri Tamu yang sebelum nya ia tunggu-tunggu, namun karna Emosi nya sudah tidak di tahan lagi, Ayah Anita menjadi malas untuk menyambut para tamu itu.


Ayah Anita duduk di sebrang Tuan Rama dan Mahesa, Tuan Rama menganggukan kepala nya perlahan dengan sedikit senyuman di bibir nya saat bertemu dengan Ayah Anita.


Sementara Mahesa hanya menundukan kepala nya, Tuan Rama tau apa yang Anak nya rasakan, ya Mahesa kini sedang merasakan rasa takut, bukan takut jika terkena pukulan kembali namun takut jika restu tidak ia dapatkan dari Ayah Anita akibat prilaku seenak nya dari Ibu nya Sendiri.


"Anda pasti sudah tau, kenapa dan ada apa sebenar nya yang terjadi, mungkin Anak Anda ini sudah Fasih dalam berbicara bukan ? pasti nya sudah !! oleh sebab itu saya yakin anda sudah tau kesalahan anak Anda ini apa. " Ucap datar Ayah Anita, menahan amarah nya.


"Tentu saja saya sudah tau Pak, untuk itu saya kesini untuk melamar kan anak Bpk Anita untuk anak saya Mahesa, menurut saya ...... itu bukanlah sebuah kesalahan, karna Anak Bpk atau pun Anak saya saat itu sedang menjalani suatu hubungan yang di persetujui oleh kedua nya, jadi jika hal seperti ini terjadi itu bukanlah kesalahan, melainkan kesepakatan. Kesepakatan yang harus di pertanggung jawab kan ... bukan begitu Pak ?? " Jawab Tuan Rama sangat tenang, dan balik bertanya pada Ayah Anita.


Ayah Anita tidak langsung menjawab, namun beberapa detik Ayah Anita kembali berbicara. " Apapun itu, jika sekira nya ada keraguan saya sarankan untuk mundur saja, kami masih sanggup menyelesaikan masalah ini sendiri, Jika di salah satu keluarga anda ada yang mengusulkan untuk Tes DNA, mohon Maaf saya Orang pertama yang tidak setuju. " Ucap Ayah Anita tegas.


Tuan Rama bertanya pada Anak nya, " Nak !! apakah kamu akan mengajukan Tes DNA pada Anita ?? " Tanya Tuan Rama sangat tenang dan sedikit senyuman.


"Tidak Pah !! " Jawab Mahesa tegas.


"Alasan nyah ?? " Tanya Tuan Mahesa cepat.


Mahesa menelan Saliva dengan cepat nyah. " "Ya karna Mahes yakin bahwa Anita hanya mencintai Mahes, dan Mahes pun sebalik nya pada Anita. "


Tuan Mahesa menepuk bangga bahu Mahesa. " Bagaimana Pak ?? Apa masih ada keraguan dalam benak Bpk ?? " Tanya Tuan Rama membuat Ayah Anita mati kutu di buat nya.


Tak lama dari itu Anita datang, dengan rambut terurai indah, bola mata yang indah, terlihat sangat sederhana namun tidak mengurangi kecantikan nya di mata siapa pun.

__ADS_1


Tuan Mahesa menatap Anita dengan tetapam Ayah pada Anak nya.


"So-sore Tuan !! " Sapa Anita pada Bos besar nya, tanpa melihat mata nya sedikit pun.


"Sore Ann, apa kabar mu ? kenapa kemarin tidak menemui saya terlebih dahulu jika ingin mengundurkan diri Ann ? Toh ... alhasil saya kaget, saat membaca surat pengunduran diri kamu. " Basa-basi Tuan Rama, agar Anita tidak terlihat canggung.


Anita tersenyum perlahan. " Maaf Tuan, karna saat itu saya merasa Tuan sedang sibuk berbicara pada Tuan Mahesa ( Anita sambil melirik pada wajah Mahesa yang dari tadi terus menatap nya. ) Untuk itu saya tidak ingin mengganggu Tuan. " Ucap Anita susah payah mengumpulkan keberanian nya.


"Ya sudah tidak Apa-apa Ann, kamu istirahat saja dulu, biar calon Suami mu yang bekerja keras. " Sindir Tuan Rama pada Mahesa.


Anita langsung menatap Tuan Rama dengan tatapan sendu, lalu pandangan Anita beralih pada Mahesa.


Mahesa membalas dengan Menganggukan kepala nya perlahan dan tersenyum.


"Iya Pak ... begini !! kedatangan saya ke sini beserta anak saya Mahesa, ingin mengutarakan niat baik yang ada di dalam hati nya, Saya hanya sebagai pelantar saja. Jadi kedatangan Saya kesini ingin melamar Anita anak Bpk untuk Anak saya Mahesa. " Jelas Tuan Rama sangat serius saat mengutarakan niat nya.


Anita terharu akan penjelasan dari calon Ayah mertua nya.


Baru saja Ayah Anita ingin mengatakan, namun Anita sudah mendahului nya.


"Tapi Tuan, bagaimana Dengan Ibu ? Saya tidak mau jika seandainya pernikahan kami menjadi ancaman bagi keluarga Tuan, sungguh jika itu terjadi


sangat menyesali ada nya kesepakatan untuk menikah ini. " Ujar Anita teringat akan ucapan Ibu Inggrit.


"Ann, jangan dengarkan apa yang di katakan oleh Mommy, dia sudah melakukan kesalahan yang kami pun tidak tahu, mungkin di lain waktu kamu harus menceritakan nya. " Jawab Mahes atas kekhawatiran Anita.


Mahesa tiba-tiba teringat sesuatu yang menurut nya bodoh, karna Mahesa ingin melamar tapi tidak membawa cin-cin pertunangan nya , Mahesa menatap Ayah nya memberika Isyarat jika dia tidak membawa apapun.


"Jadi bagaimana Pak ?? Apa lamaran anak saya di terima ? " Tanya Tuan Rama penuh dengan wibawa.

__ADS_1


Ayah Anita menatap binar air mata di tatapan Anak nya, Anita mengangguk perlahan tanda ia ingin menerima nya.


"Baiklah, karna Anak saya menerima !! Saya pun akan menerima niat baik Anda dan Anak anda. " Jawab Ayah Anita membuat lega hati siapa pun yang mendengar nya.


Mahesa memeluk Ayah nya, dan saat itu Tuan Rama mengeluarkan kotak kecil berwana merah cabai. " Pakaikan ini di jari Anita. "


Mahesa menatap haru, karna Ayah nya lebih teliti dari diri nya, dan Tuan Rama bahkan sudah mempersiapkan nya dari jauh- jauh hari.


"Terima kasih Pah. " Ucap Mahesa haru lalu mengambil kotak kecil itu dengan segenap rasa yang sedang ia rasakan.


Mahesa menghampiri Anita yang masih terduduk seraya menundukan kepala nya, Mahesa mengulurkan tangan nya untuk membantu Anita berdiri.


Anita perlahan menaikan tatapan nya pada Tuan Mahesa, dan tangan nya perlahan menyambut uluran Tangan Tuan Mahesa.


Mahesa mengeratkan genggamannya, dan memakaikan Cin-cin di jari manis Anita.


Mahesa menangkup kedua pipi Anita, tanpa perduli Ayah mereka ada di dekat mereka. " Ann, mulai detik ini jangan khawatir siapa pun dan dimana pun jika ada yang berbicara buruk tentang kita jangan kamu hiraukan, yakinlah baik Mas, atau pun Papah datang kesini dengan kesungguhan bukan kebohongan semata. " Ucap lembut Mahesa pada Anita.


Linangan Air mata bahagia terlihat di kelopak mata Anita, dan dengan cepat Mahesa menyeka tetesan Air mata itu dan menggelengkan kepala nya, tanda jika Tuan Mahesa melarang Anita untuk menangis.


Mahesa membawa tubuh Anita kedalam pelukan nya, pelukan yang sangat Anita rindukan dan Anita butuhkan begitu pun dengan Tuan Mahesa.


Setelah itu, Mahesa melepaskan pelukan nya. Mahesa mengusap lembut perut Anita tanpa canggung walaupun itu di hadapan Ayah Anita dan di hadapan Ayah nya.


"Jaga Anak kita Baik-baik Sayang. " Ujar Mahesa lembut dan mengecup kening Anita.


Anita tersenyum bahagia walaupun air mata tetap terlihat di wajah nya. Anita tak banyak bicara saat itu, karna Anita merasakan kecanggungan tidak seperti Tuan Mahesa yang berani meluapkan kebahagiaan nya.


Dan di saat itu juga Baik dari lihak Tuan Mahesa maupun dari pihak Anita langsung membicarakan hari pernikahan.

__ADS_1


Anita tidak meminta sebuah pesta pernikahan yang mewah, malah Anita meminta ingin di rumah saja, dan di hadiri oleh sanak keluarga saja.


Namun permintaan Anita tidak di penuhi oleh Tuan Mahesa, Tuan Mahesa ingin mengundang semua teman sejawat nya, Dan Tuan Mahesa meyakinkan pada Anita, jika semua nya akan baik-baik saja.


__ADS_2