Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 160


__ADS_3

"Mommy yakin Nak jika kamu bersama dengan Amel perusahaan ini akan lebih maju. " Gumam Ibu Inggrit yakin.


"Iya Mom, Ayah Amel sudah menambahkan lagi saham nya di perusahaan ini. Dan kini perusahaan semakin maju dan di pasaran pun prodak kita semakin laku pesat. " jawab Mahesa bangga.


"Mommy sudah menyangka nya Mahes, coba kalau kamu tidak bersama dengan Amel, perusahaan ini akan tetap monoton dan jalan nya pun akan lambat sekali. Kamu tahu sendiri kan Papih kamu dalam berbisnis seperti apa ? dia selalu saya jujur dan permainan nya dalam berbisnis selalu saja di bawah orang lain, tapi sekarang lihat lah Mahes, perusahaan ini semakin maju bukan ? " Ujar Ibu Inggrit tak henti-hentinya memberi hati pada Mahesa.


Di sela-sela perbincangan nya, Ponsel Ibu Inggrit bergetar tanda ada pesan masuk.


"Tan, aku pengen ketemu sama Mahesa tolong atur dong, supaya Mahesa mau dateng ke Apartemen ku. " Pinta Amel dalam sebuah pesan.


Ibu Inggrit seketika tersenyum, dan ia mulai memutar otak nya agar ada alasan untuk ia pergi bersama Mahesa, setelah itu Ibu Inggrit akan membiarkan Mahesa berduan dengan Amel.


"Nak kamu sibuk gak sih hari ini ? " Tanya Ibu Inggrit.

__ADS_1


"Gak sih Mom, tadi nya aku hari ini pengen pulang cepat. Karna aku takut Anita curiga pada ku. " Jawab Mahesa.


"Hahahaha ... ya ampun Nak, Wanita itu mana mungkin curiga ! lihat lah dia gak pernah hubungi kamu kan ? dia gak nyamperin kamu ke kantor kan ? mana mungkin Wanita itu curiga, dia kan terlalu cinta sama kamu. Sudahlah ! " Ujar Ibu Inggrit tak memperdulikan Anita.


Mahesa terdiam.


"Oh ya gini Mahes, Antar Mommy ketemu temen Mommy yuk ? Mommy ada janji mau bertemu dengan nya ada masalah yang harus Mommy selesaikan, dan masalah nya Mommy tidak bisa menyelesaikan nya sendiri. Mommy butuh bantuan mu. " Bujuk Ibu Inggrit pada Mahesa.


"Apa Mom ? Masalah ? Masalah apa ? " Tanya Mahesa khawatir.


"Ya sudah baik lah Mom. " Jawab Mahesa yang terbujuk akal bulus Ibu nya sendiri.


Ibu Inggrit terlalu terobsesi dengan kebersamaan Mahesa dan Amel, bagi nya Amel adalah turunan kaya dan ia beranggapan kekayaan nya tidak akan habis sampai kapan pun jika Mahesa dan Amel bersatu.

__ADS_1


Dan pada akhirnya Mahesa dan Ibu nya keluar dari ruangan untuk kesekian kali nya, dan itu tidak meminta ijin pada Anita atau pun memberitahukan nya.


Tanpa Mahesa sadari Anita selalu menelpon Putri sekertaris Mahesa belakangan ini, dengan kepintaran Anita saat bertanya pada Putri tak membuat Putri curiga dan tidak mengatakan pada Tuan nya jika Istri nya suka menelpon.


Beberapa saat setelah Mahesa dan Ibu Inggrit pergi, suara ponsel Putri berdering tanda ada panggilan masuk.


Putri mengambil benda Pipih itu yang masih ia simpan di dalam tas nya.


"Ibu Anita ? " Batin Putri lalu mengangkat sambungan Tlp nya.


"Iya hallo Bu, selamat siang ! ada yang bisa saya bantu Bu ? " Tanya Putri sopan.


"Siang Put, bagaimana kabar kamu Put ? sehat kan ? " Tanya Anita tidak langsung pada inti nya.

__ADS_1


Putri terseyum. " Saya sehat Bu ! bagaimana dengan Ibu Anita ? "


"Syukurlah, sa-saya baik ko Put. Oh ya Put Tuan ada ? ini saya baru saja mendapatkan pesan dari salah satu teman suami saya, ia menanyakan jika suami saya ada di kantor atau tidak, dia menanyakan nya, jadi saya pikir untuk bertanya sama kamu Put. " Anita beralibi kembali.


__ADS_2