Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Tidak menyangka


__ADS_3

BAB 50.


Gilang Yang sudah mengantongi Sebuah Cincin Istimewah Untuk Anita, semakin tidak sabar Untuk Segera Kembali ke Jakarta dan Bertemu langsung dengan Anita.


Gilang tidak Pernah memperhatikan Glenka dan Ibu nya sendiri. Yang ada di Pikiran Gilang hanyalah Anita.


Ibu Mayang dan Glenka Pun telah usai berbelanja, Tanpa Basa-basi Gilang segera keluar dari Mall itu tanpa memperdulikan Glenka dan Ibu nya.


Karna Dari Tadi Glenka Dengan Ibu Mayang seperti Perangko yang susah untuk di Lepaskan.


Bagi Glenka Mengambil Hati Orang tua nya lebih Penting dari Pada Gilang, karna Gilang Tidak mungkin membantah Perintah dari kedua Orang tua nya.


Gilang telah sampai di Basement Mall itu, Gilang berjalan Menuju Mobil nya. di ikuti dengan Glenka dan Ibu Mayang.


"Kamu yang sabar ya Nak, untuk hadapin anak Tante !! Tante Tau Gilang sangat sayang pada mu, Apa lagi semenjak kamu Pergi, Gilang seperti Orang yang Putus asa, Beruntunglah Kamu kembali Nak !! " Ucap Ibu Mayang Pada Glenka dengan Penuh kasih sayang, layak nya Ibu pada Anak nya sendiri.


"Iya Tante Glen kan Pergi Ke Jerman Untuk Karir Glen Tante, itu Sudah pasti Untuk Masa Depan Glen dan Gilang !! Kesempatan Itu hanya Datang satu kali Tan, Lagian Glen sudah mencoba Menghubungi Gilang di sela-sela Kesibukan Glen, Tapi Nihil Tan. Gilang Tidak Bisa Untuk di Hubungi. Tapi Glen tetap Menjaga Hati Glen untuk Gilang seorang !! " Jawab Glen dengan Wajah penyesalan nya.


"Tente Paham Glen !! " Jawab Ibu Mayang menenangkan Hati Glen.


Akhir nya Glen dan Ibu Mayang Oun sampai di Sebuah Mobil Mewah Milik Gilang, dimana Pemilik nya sudah lebih dulu sampai dan Masuk ke dalam Mobil, Seperti Sopir yang sedang menunggu Pelanggan nya untuk Di antarkan Pulang.


Muka Gilang kesal, Harus nya hari ini dia Sudah tidak berada di Bandung melainkan di jakarta.


Gilang pun melajukan Kendaraan nya Menuju Rumah Kedua Orang tua nya


...****************...


Kantor Mahesa.


Sementara Anita, di Kantor nya di sibukkan dengan Beberapa Pekerjaan Hingga membuat diri nya Lupa Untuk makan siang.


Namun Anita sangat Tenang mengerjakan Pekerjaan nya. Karna Kini Tuan Mahesa tidak pernah Marah-Marah dan Bentak-bentak Anita lagi.


"Ann, Masuk Keruangan saya !! " Perintah Mahesa pada Sambungan Telpon pada Anita.


"Baik Tuan !! " Jawab Anita cepat.


"Tuan memanggil saya ?? " Ucap Anita saat tiba di Ruangan Mahaesa.


"Apa kamu sudah Siap kan Untuk Bahasan Metting Nanti Sore ?? " Tanya Mahesa Tegas Tanpa menoleh pada Anita, karna Sibuk dengan Laptop nya.


"Sudah Tuan, Semua sudah saya Siap kan !! Apa ada lagi yang bisa saya bantu Tuan ?? " Tanya Anita pada Mehesa.


"Kamu belum makan Siang kan ?? Makan Lah, Sudah di Siap kan di Meja, Agar nanti saat kita Metting kamu tidak kelaparan !! aku tidak mau di repot kan oleh mu " Hardik Mahesa.


Anita terjenga Dengan perkataan Mahesa. "Tidak, terima kasih Tuan. walau pun saya lapar saya bisa Membeli nya sendiri Tuan, Jadi jangan Khawatir saya Tidak akan merepot kan Tuan. " Jawab Anita Tenang namun memberikan Makna yang cukup besar.

__ADS_1


Mahesa melihat ke arah Anita, dengan Tatapan Tidak suka nya karna di bantah.


Anita yang mengerti akan Tatapan Tuan Mahesa, Langsung Berbicara. " Baik lah Tuan, saya akan Makan. Saya akan mengambil makanan itu, dana saya akan makan di Meja kerja saya !! Permisi Tuan. !! " Ucap Anita tidak mau banyak Berdebat dengan Tuan Mahesa.


Mahesa hanya melirik tidak perduli pada Anita.


"Dasar keras kepala !! " Gumam Mahesa dalam Hati nya.


Mahesa pun membiarkan Anita pergi dari hadapan nya sambil membawa Makanan yang di Bungkus dengan Box warna Putih.


"Niat kamu Memang Baik Tuan, tapi sayang cara penyampaian nya Kurang Baik, saya jadi Bingung waktu Tuan Mahesa sekolah, dia memang benar-benar pergi dari Rumah untu sekolah !! Apa hanya Sampai gerbang sekolah lalu keluyuran ?? Kata-kata nya seperti Orang yang tidak Penah Sekolah. " Cerca Anita dalam Hati nya.


Anita melihat Telpon genggam nya, terlihat lah ada 2 Notiv Pesan Masuk.


"Jangan Lupa Makan Siang ya Ann, Tunggu aku Pulang !! " Isi pesan itu, Ternyata pesan itu dari Gilang.


"Jadi Gulang gak Pulang hari ini ?? Ada keperluan apa Sih Ko Gak bisa Pulang hari ini ?? Kalau kamu Pulang, Aku Janji Lang, aku akan mengatakan Perasaan Ku yang sebenar nya !! " Gumam Anita dalam Hati nya.


"Iya Lang, Aku sudah Makan Siang Ko, Tapi Baru mau itu juga !! Kamu jaga diri Baik-baik ya di sana !! Aku menunggu mu. " Balas Anita Pada sebuah Pesan Singkat pada Gilang.


Anita kini sudah mulai yakin Dengan Perasaan nya, Anita takut akan kehilangan Sosok Gilang dalam Hidup nya.


Anita Pun melanjutkan kembali makan Siang nya.


Setelah Beres Makan, Anita langsung menyiapkan Persiapan untuk Metting Sore Nanti.


Ibu Yuli segera membalas pesan itu, Dan Ibu Yuli berpesan Untuk Hati-hati.


Waktu sudah menunjukan jam 3 sore, Anita sudah Siap Pergi dengan Mahesa menuju Tempat Metting nya yang sudah ia setujui dengan Salah satu Investor Perusahaan Mahesa.


Anita masuk keruangan Mahesa dengan mengetuk Pintu nya terlebih dahulu.


"Permisi Tuan !! Apakah Tuan Sudah Siap untu Metting Sore ini ?? " Ucap Anita sopan.


"Sudah, Ayo kita pergi !! " jawab Singkat Tuan Mahesa.


Seperti Biasa, Saat Anita berjalan Bersama Tuan Mahesa Banyak Mata yang menatap Sirik pad Diri nya. Anita semakin terbiasa dengan Tatapan itu.


Anita sudah hampir Mau 1 bulan Bekerja di Perusahaan Mahesa, Namun belum ada satu Pun teman yang ia dapat di perusahaan itu.


Berhubung Ruangan Anita dan Ruangan StaF lain nya berbeda, jadi Anita tidak pernah ber baur dengan mereka, Ruangan kerja Anita berada di lantai Atas di mana di sana hanya ada Ruangan Tempat ia kerja dan Ruagan Direktur Utama ya itu Tuan Mahesa.


Sesampai nya di Loby perusahaan, Anita di kejutkan dengan Mahesa yang lebih memilih untuk Mengendarai Motor nya sendiri, Tanpa Menggunakan jasa Sopir pribadi nya.


Anita belum Berani Berkata Apa-apa, dia hanya mengekor saja pada Mahesa.


Sesudah nya di dalam Mobil Anita dan Mahesa hanya terdiam, Tidak ada Obrolan sedikit pun hanya keheningan yang ada di dalam Mobil itu.

__ADS_1


"Meeting kali ini, cukup Menegangkan Tuan Bagi saya. Saya yakin Tuan Bisa memenangkan Tender kali ini !! " Ucap Anita mencoba membuka Obrolan yang dari tadi hanya keheningan yang ia dapat.


"Kamu cukup dampingi saya, dan Siap kan Apa saja yang saya Butuh kan, Urusan Meeting itu biar saya yang Urus. kamu jangan Repot-repot untuk memikirkan Hasil nya. Mau saya memenangkan Tender itu atau pun tidak kamu akan tetap Di gajih Oleh perusahaan saya, Tender ini hanya Hal kecil, yang akan meng hiasan Bagian terkecil dari Perusahaan saja !!"


Ucap Tuan Mahesa Ketus dan tegas.


"Baik Tuan !! " Ucap Anita. "Ini Orang di ajak Ngomong Baik-baik Susah sekali, Urat Batu dasar !! " Umpat Anita dalam hati nya.


Dengan Menempuh waktu 1 jam, Akhir nya Mahesa Memparkirkan Mobil nya Di Sebuah Resort yang Bersifat Pribadi yang sudah di Booking sebelum nya.


Di dalam, Sudah di sediakan Meja Panjang yang Luas, dimana Di sana Sudah di hadiri oleh beberapa Orang dari Perusahaan lain, yang merupakan Lawan dari Perusahaan Mahesa.


Anita dan Mahesa Pun sudah Duduk berdampingan Di salah satu kursi yang sudah di sediakan.


Anita yang dasar nya adalah Orang yang sangat Murah Senyum, tak jarang ada Orang yang menyapa Anita hanya dengan Senyuman, dan Anita membalas Sapaan Itu dengan Senyuman Tulus di Raut wajah nya.


Mahesa yang melihat Para Laki-laki yang berada di Ruangan Itu sedang Mencuri pandang Pada Anita, Langsung kesal di Buat nya.


"Ingat disini Kita akan Metting dan Penentuan Siapa yang akan memenangkan Ternder nya, Jadi kamu jangan Tebar Pesona di dalam Ruangan ini, Mereka Semua itu adalah lawan ku !! Ingat itu. " Bisik Tuan Mahes menekan Pada Anita.


Anita yang tidak menegerti kenapa Tuan Mahes bisa bicara seperti itu pada nya, Langsung kesal di Buat nya.


"Dia Bilang aku Tebar pesona, Halloooo dari tadi aku Duduk saja Bos di sini, Tanpa Mondar-mandir seperti setrikaan di depan Para Laki-laki itu, jika Para Laki-Laki itu merasa terpesona, ya jangan salah kan saya Dong Bos !! Apa jangan Tuan Mahes juga terpesona akan diri ku, makanya dia merasa Risi ketika ada Laki-laki lain yang memandang ku. Hahahaha, Itu tidak Mungkin. " Ucap Anita dalam hati nya


Bahasan Metting pun di Mulai, Semua pemegang perusahaan di berikan Kesempatan untuk mempersentasikan Ke suksesan Perusahaan nya masing-masing.


Di saat Perusahaan yang di Pegang Oleh Mahesa sudah mendapatkan kesempatan nya, kini Tuan Mahesa Tinggal mendengarkan Persentasi dari Perusahaan lain nya.


Tiba lah Dimana Orang yang menyelengagarakan Tender itu, mengajukan Pertanyaan pada Semua Orang yang hadir.


Dimana pertanyaan itu di harapa kan mendapat kan jawaban yang memuaskan, dan di sana lah pihak penyelenggara akan Memutuskan Perusahaan mana lah yang akan memenangkan Tender tersebut.


Saat Mahesa mencoba menjawab Pertanyaan itu, Mahesa Tiba-tiba di serang Oleh pertanyaan dari lawan perusahaan nya.


Mahesa Terus melawan Serangan Itu dengan Baik, Namun ada satu Pertanyaan yang membuat Mahesa Kesal di Buat nya.


Mahesa terdiam karna Kesal pada Orang yang mengajukan Pertanyaan itu, Mahesa merasa Perusahaan itu telah merendahkan Nama perusahaan nya.


Anita yang melihat Mahesa sedang Kesal, langsung berdiri dan membantu Mahesa untum menjawab Pertanyaan itu.


Saat Anita menjawab Pertanyaan Itu, semua bertepuk tangan, termasuk penyelenggara Tender tersebut.


"Kenapa Wanita ini seakan mengerti dengan apa yang telah terjadi pada diri ku ?? " Mahesa tersenyum senang Saat mendengar suara tepuk tangan yang tertuju pada Perusahaan nya.


Dan Tender itu pun di menangkan Oleh Perusahaan Mahesa.


Semua Terkagum-kagum Atas Kinerja Anita yang merupakan Sekertaris dari Tuan Mahesa.

__ADS_1


__ADS_2