
Kini Mahesa menempuh perjalanan menuju Rumah sakit, rute menuju rumah Anita tidak memakan waktu lama. Rute dari rumah Anita ke rumah orang tua nya tidak melewati jalan yang kini sedang di tutup karna ada Demo, sehingga perjalanan Mahesa lancar menuju rumah orang tua Anita.
Sesampai nya di depan rumah Anita, Mahesa mengetuk pintu dengan cepat namun ia tak kunjung mendapati jawaban dari sang pemilik rumah.
Beberapa kali Mahesa mengetuk pintu, hingga akhir nya seorang gadis kecil lucu nan cantik membuka pintu itu.
"Ayahhhhhh. " Sapa gadis kecil itu pada Mahesa, dan gadis itu tak lain tak bukan adalah Nara anak pertama Anita.
Sontak Mahesa memeluk erat Putri sambung nya itu, Dan Nara yang tidak tahu apa-apa hanya memeluk Mahesa dengan erat dan ia terus memanggil nya dengan sebutan Ayah.
Nara memang di tinggalkan di rumah bersama adik Anita dan juga Asisten rumah tangga.
"Sayang, lihat Ayah. Emm ... Oma sama Opa kemana Nak ? " Tanya Mahesa lembut namun wajah nya pilu.
"Loh Ayah kesini mau jemput Opah sama Omah ke lumah sakit ya ? tapi Opah sama Omah sudah pelgi dali tadi, malah sudah lama Ayah, aku sedih meleka tidak membialkan Nala ikut belsama meleka untuk menemui Dede bayi. " Rajuk Nara yang masih belum pasih saat berbicara.
__ADS_1
"Apa ? " Ucap Mahesa sontak kaget.
"Anita melahirkan ? benar kah ? Apa benar yang Nara sebut Dede bayi itu adalah anak ku ? " Batin Mahesa semakin tidak karuan memikirkan nya.
"Ayah kenapa diam saja ? " Tanya Nara manja.
"Oh tidak Sayang, Ayah hanya sedang memikirkan sesuatu, begini saja Ayah mau susul Omah sama Opah ya Nak, nanti Ayah balik lagi untuk menjemput kamu. Nara jangan sedih ya Nak ... nanti ayah balik lagi. Sekarang Ayah pergi dulu ya Nak ? " Bujuk Mahesa pada anak sambung nya.
Dengan gampangnya Nara terbujuk, dan Nara membiarkan Mahesa pergi dengan lambaian tangan Nara yang penuh harap akan kembali nya Mahesa, membuat Mahesa sangat sedih melihat nya.
Mahesa mencari ponsel nya.
"Sial ponsel ku ketinggalan di hotel nya Amel. Aaaarrrggghhhhh .... " Teriak putus asa Mahesa seorang diri.
Tentu saja Mahesa gampang dia harus ke rumah sakit mana, karna dari awal dia tahu Anita memeriksakan ke hamilan nya di rumah sakit keluarga besar nya.
__ADS_1
Mahesa tak menunggu waktu lama lagi, Mahesa langsung melaju ke arah rumah sakit itu.
Dan di rumah sakit Anita masih bersama dengan Gilang dalam satu ruangan, Bak pasangan suami dan istri yang sedang bahagia mendapati bayi nya yang baru lahir.
"Lang, kamu di sini dari tadi. Aku tidak enak, jika kamu ada keperluan lain pergi lah. Aku tidak apa-apa sendiri. Lagian Orang tua ku sebentar lagi pasti datang. " Ujar Anita tersenyum lemas.
"Orang tua ? kenapa hanya orang tau saja yang kamu tunggu. Mahesa kemana ? " Tanya Gilang membuat jantung Anita berdegup kencang dan hati Anita terasa pedih kembali.
"Anita tadi menjawab jika Mahesa sedang di luar kota, tapi kenapa saat aku menanyakan nya lagi dia seperti bingung menjawab nya kembali. " Pirasat Gilang dalam hati nya tidak enak.
"I-itu, Masss ... Mahesa ... emmmm, ada di kantor nya dia ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggal kan. " Jawab Anita menahan air mata nya.
Di saat Anita menjawab pertanyaan Gilang Anita menjawab nya dengan ragu dan takut, dan Anita menjawab pertanyaan Gilang tidak sama seperti jawaban nya yang pertama.
Dan di situ Gilang yakin ada yang tidak beres, Gilang yakin Anita sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.
__ADS_1