
BAB 99.
Anita tidak ingin berlarut, saat ada Tuan Mahesa si depan nya, Anita meletakan kertas undangan itu kembali. dan mencoba kuat tanpa terlihat bahwa diri nya sedang merasakan hal sangat sakit.
Tuan Mahesa mengangkat tangan nya, dan memegang tangan Anita.
"Aku tau kau Wanita baik, aku juga tau kau wanita kuat !! Jika kau mau datang, kita akan datang bersama, jangan khawatir !! " Ucap Mahesa menghapus Air mata yang keluar dari pelupuk Mata Anita.
Diri Anita seolah-olah tenang, namun hati Anita terus berteriak akan rasa sakit yang ia rasakan, Ingin rasa nya berlari dan memeluk Gilang, walau pun hanya untuk terakhir kali nya.
Anita memandang Tuan Mahesa dengan senyuman namun bibir nya tetap terseyum, Anita mempersilahkan Tuan Mahesa untuk minum, dan memakan makanan ringan yang sudah Anita siap kan. Anita pura-pura sibuk.
"Ann, jika kehadiran saya mengganggu mu. saya akan pergi !! Saya tau kamu butuh waktu untuk sendiri. " Ucap Tuan Mahesa lembut.
Tuan Mahesa tidak juga mendapat kan jawaban dari Anita, Tuan Mahesa tersenyum kecil dan mengerti, Tuan Mahesa berdiri dari duduk nya. dan melangkahkan kaki nya untuk segera keluar dari Rumah Anita.
Anita berdiri dan menghentikan langkah Tuan Mahesa dengan cepat.
"Tuan !! " Ucap Anita.
Tuan mahesa terseyum tanpa menengok pada Anita.
"Ya. " Jawab Tuan Mahesa.
"Apa aku boleh numpang ke depan Tuan !! " Ucap Anita.
__ADS_1
Anita ingin keluar, dan ingin menenangkan hati dan pikiran nya.
Tuan Mahesa mengangguk dan terduduk kembali, Anita langsung berlari kecil menaiki Anak tangga yang menuju ke kamar nya. Anita sudah rapih dengan pakaian Cassual nya, Anita meminta ijin pada Ibu nya. Dengan alasan ada kerjaan yang harus di selesai kan bersama Tuan Mahesa.
Tanpa sengaja Tuan Mahesa pun mendengar alasan Anita pada Ibu nya. Mahesa tau kenapa Anita ber bohong seperti itu, karna Anita tidak mau Ibu nya menjadi khawatir.
Anita tenang saat meninggalkan rumah, karna Nara sedang tertidur lelap, dan Stock ASI pun banyak.
Anita menganggukan kepala nya pada Tuan Mahesa, tanda ia sudah siap. Tuan Mahesa pun meminta ijin pada Ibu Anita, untuk meminjam Anita sebentar karna ada urusan yang harus di selesai kan.
Anita yang mendengar alasan Tuan Mahesa, merasa di dukung oleh Mahesa, karna Alasan diri nya dan alasan Tuan Mahesa hampir sama, sehingga Ibu nya tidak khawatir lagi.
Anita masuk ke dalam mobil Tuan Mahesa, dan Tuan Mahesa pun segera masuk ke dalam mobil nya.
"Terima kasih Tuan, Maaf kan saya. Ikut menyeret anda dalam kebohongan saya Tuan !! " Ucap Anita lirih.
"Tuan ... adalah atasan saya, dan saya hanyalah karyawan Tuan, jadi saya merasa tidak pantas, terlalu merepotkan Tuan !! " jawab Anita.
Tuan Mahesa menghela nafas panjang, " Ann, ini bukan kantor, dan saya yang menawarkan bukan kamu yang minta, jika kamu menanyakan alasan nya apa, Biar nanti kita Sama-sama saling merasakan apa arti dari ini semua. " Jelas Tuan Mahesa.
"Sungguh saya tidak mengerti Tuan. " Jawab Anita.
"Kau tidak akan mengerti Ann, jika pikiran mu bukan pada kata-kata ku, tapi pikiran dan hati mu terus pada kekasih mu itu, Sudah lah cepat katakan pada ku, kau mau ku antar kemana Ann ?? " Ucap Mahesa tenang, namu terdengar sedang kesal, atau bahkan cemburu.
"Ma-maaf Tuan !! aku akan memikirkan nya. " Sambung Anita merasa tidak enak.
__ADS_1
"Tidak perlu Ann, jika itu menurut mu tidak penting. " Jawab Tuan Mahesa sambil menyibukkan pandangan nya pada kaca Spion mobil nya.
"Kanapa harus marah ?? Apa benar, Tuan Mahesa ada perasaan pada Ku ?? Tapi apa mungkin !! kalau di ingat-ingat memang sikap Tuan Mahesa belakangan ini, seperti menunjukan isi hati nya pada ku, tapi aku takut. Aku hanya salh paham, Ga tau lah aku pusing ... dan kenapa Gilang mengundang ku ?? Apa benar dia sudah melupakan aku ?? Sukur lah Lang, kamu bisa menerima Glenka, Tinggal aku yang harus berusaha melupakan mu, walaupun itu tidak gampang Lang !! " Gumam Anita dalam lamunan nya.
"Ehmm ... Jadi kemana aku harus mengantar mu Ann ?? " Ucap Mahesa mengagetkan Anita.
"Ehh ... I-iya Tuan, aku turun di depan saja Tuan !! " Jawab Anita.
Tuan Mahesa menghentikan kendaraan nya mendadak, Tanpa ada kata yang keluar dari mulut nya. Tuan Mahesa sangat kelihatan kesal kali ini.
"Apa aku salah Tuan ?? " Tanya Anita pada Anita.
"Tidak !! Aku seperti nya yang salah, terlalu memaksakan diri untuk ingin selalu menemani mu Ann, Baik lah aku tidak akan memaksa. Jika kau ingin sendiri, aku hargai keputusan mu !! Maaf !! " Jawab Tuan Mahesa kecewa.
Anita malah merasa kesal pada ke adaan. " Tuan, tolong lah. Aku ini sesang ada masalah !! Jadi jangan buat saya bingung dengan ke adaan ini, Tolong jangan mempersulit posisi saya yang sudah sulit ini. jangan bermain teka-teki dengan saya saat ini Tuan, karna saya tidak akan bisa memecahkan Teka-teki saat ini. Maaf Tuan, Terima kasih !! " Jelas Anita, dan langsung keluar dari mobil Anita, dengan wajah yang sangat kesal bercampur sedih pula.
Mahesa terus memanggil Anita, namun Anita berlari cepat dari mobil Mahesa dan memasuki kendaraan yang lain, Anita langsung masuk ke dalam Taksi yang sedang menunggu penumpang di pinggir jalan.
Tuan Mahesa yang menerima sikap tidak mengenakan dari Anita, langsung mengusap wajah nya kasar, " Aahhhh .... Siall, Apa aku terlalu memaksa Anita !! " Dengus Mahesa dalam penyesalan nya.
Rani melihat ke belakang, terlihat mobil Tuan Mahesa masih terparkir, tidak ada tanda-tanda bahwa Mobil itu akan pergi meninggalkan tempat itu.
"Maaf Tuan, aku hanya ingin penjelasan yang pasti, bukan seperti ini. Lagian saat ini diri ku masih susah untuk mengondisikan pikiran dan hati ku Tuan, yang aku ingin hanya berlari dan terus berlari sampai aku bisa lupa semua nya !! " Gumam Anita dalam hati nya.
"Harus nya aku mengikuti apa mau Anita, dan itu pun secara perlahan !! bukan seperti ini, dan bodoh nya kenapa aku membiarkan Anita pergi seorang diri, kenapa aku masih di sini. Ahhhh ... sial, kemana pergi nya Anita ?? " Dengus Mahesa terus menyalahkan diri nya.
__ADS_1
Anita menyuruh sopir Taksi untuk mengantar nya ke sebuah tempat, sebuah tempat yang bisa membuat Anita mengeluarkan semua keluh kesah nya. Anita hanya ingin menumpahkan semua Air mata nya tentang Gilang, tanpa ada satu orang pun yang mengetahui nya.