Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 176


__ADS_3

Tuan Rama kini sedang sendiri, dan mengunci diri di kamar ..


Beberapa kali Ibu Inggrit yang merupakan istri nya sendiri pun tak di gubris oleh Tuan Rama.


"Pah ... tolong buka Pah, Papah


.. buka. " Teriak Ibu Inggrit di barengi dengan suara ketukan pintu beberapa kali.


"Pah, setidak nya Papah itu ada usaha untuk menenangkan Mahesa Pah, jangan biarkan Mahesa terpuruk seperti ini. Tolong Pah .... " Teriak Ibu Inggrit.


Teriakan Ibu Inggrit kali ini di respon oleh Tuan Rama yang membuka pintu dengan serentak dan keras.


"Apa ? kamu bilang Usaha ? Usaha apa lagi yang kamu ingin kan dari diri ku ? Ingat usaha ku untuk membesar kan anak mu itu lebih dari usaha, sekarang lihat balasan apa yang aku dapat dari hasil keringat ku membesar kan dan mendidik dia Hah ? dan sekarang aku percaya dengan pepatah Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Dan kamu pun pasti sudah tahu apa arti dari pepatah itu. " Cerca Tuan Rama dengan wajah sangat merah dengan amarah nya.


"Pah kamu tega ya sebagai seorang Ayah. " Sambung frustasi Ibu Inggrit.


"Ayah ? Ayah kamu bilang ? dengan kejadian ini aku baru sadar jika sebenar nya aku ini tidak mempunyai anak, dan seharus nya aku tidak bersi keras ingin mempunyai anak dari Rahim mu itu. " Jawab Tuan Rama menekan nada bicara nya.


Tuan Rama pergi dengan beberapa berkas di tangan nya, entah berkas apa yang Tuan Rama bawa dari kamar nya.


"Pahhhh ..... " Panggil Mahesa, saat ia melihat Ayah nya hendak pergi dari rumah itu.


"JANGAN PANGGIL PAPAH, jika kamu belum menikahi wanita gelap itu. PAHAM? " Sahut Tuan Rama dengan bentakan nya saat Mahesa memanggil diri nya.


Tuan Rama terus pergi dari rumah nya, di ikuti oleh kedua anak buah nya.


"AKU TIDAK MUNGKIN MENIKAHI AMEL PAHHHHHH .... " Teriak Mahesa terdengar sampai keluar rumah.

__ADS_1


Ibu Inggrit masuk ke dalam kamar nya, dan mencari tahu apa yang sedang suami nya lakukan saat berada di dalam kamar sehingga ia harus mengunci pintu nya.


Seorang perempuan ambisius seperti Ibu Inggrit pasti akan melakukan banyak hal demi untuk mencapai apa yang dia ingin kan.


Sebuah Map berwarna biru tersimpan rapi di atas meja rias berwarna silver itu.


"Apa ituh ? " Tanya Ibu Inggrit pada diri nya sendiri.


Ibu Inggrit membuka Map yang mencurigakan itu, ia baca perlahan berharap itu bukan lah Map penting.


"Apa ? " Teriak Ibu Inggrit langsung menatap cermin yang ada di hadapan nya.


"Surat gugatan cerai ? " Ucap serius Ibu Inggrit dalam ke khawatiran nya.


Ibu Inggrit gelisah sehingga ia tidak bisa diam, Ibu Inggrit berjalan terus mondar mandir di dalam kamar itu.


Ibu Inggrit bisa menghalal kan berbagai cara, agar ia tidak di cerai kan oleh Tuan Rama.


Dan Anita kini masih dalam masa pemulihan, kehadiran buah hati nya membuat luka di dalam hati nya sedikit berkurang.


Tuan Rama ternyata ingin menemui Anita saat keluar dari rumah nya tadi.


"Papah .... " Sapa Anita saat tahu Ayah mertua nya datang.


Ayah Anita yang melihat Ayah Mahesa langsung berdiri dan emosi, seperti ingin melampiaskan kekesalan nya pada Ayah Mahesa.


Namun sebelum Ayah Anita melukai wajah Tuan Rama, kedua anak buah Tuan Rama sudah bergerak terlebih dahulu untuk menahan nya.

__ADS_1


"Ayahhh .... jangannnn ... " cegah Anita dengan tenaga kecil nya.


"Sudah .. sudahh .. " Ucap Tuan Rama memberikan kode pada anak buah nya agar segera melepaskan Ayah Anita saat itu juga.


"Saya paham anda sebagai Ayah Anita pasti merasa kecewa, begitu pun saya sebagai Ayah mertua Anita merasa sangat terluka bahkan saya hancur. Ketahuilah Pak saya menyayangi anak bpak, lebih dari saya menyayangi Mahesa. " Jelas Tuan Rama menenangkan dan memadam kan api yang ada dalam diri Ayah Anita.


Setelah Ayah Anita tenang, Tuan Rama meminta ijin untuk berbicara dengan Anita berdua.


Ibu Anita mengiyakan nya dan mereka pun keluar dari ruangan itu.


"Ada apa Pah ? " Tanya Anita merasa tegang.


"Nak ... apa kamu sudah yakin dengan keputusan mu untuk bercerai dengan Mahesa ? " Tanya Tuan Rama, membuat mata Anita berkaca-kaca.


"Apah Papah kali ini keberatan dengan keputusan ku ? " Tanya Anita dalam pertanyaan yang belum ia jawab.


"Tidak Nak, Papah hanya ingin memastikan nya saja. " Jawab Tuan Rama lembut.


"Seperti nya I-iya Pah, karna bagi ku perselingkuhan itu tidak akan ada obat nya Pah, di balik itu kepercayaan diri ku untuk mendampingi Mas Mahes sudah tidak ada Pah, karna ..... aku beranggapan jika Mas Mahesa berani berselingkuh di belakang ku pada saat itu pun aku berpikir, jika aku sangat buruk untuk Mas Mahesa, sehingga ia berusaha mencari yang lebih baik dari ku. Itu sajah Pah ... aku tak mampu untuk mengingat nya andai Papah ada di sana bersama ku, pasti Papah pun akan malu dan jijik melihat nya. " Jelas Anita dengan mata haru namun penuh dengan emosi.


"Baik lah Nak ... maka dari itu Papah minta kamu merelakan Mahesa untuk menikahi Amel secepat nya ... Apa kamu keberatan untuk itu ? " Tanya Tuan Rama berhasil membuat mata Anita membulat sempurna.


"Apa Pah ? " Sontak Anita kaget mendengar nya.


"Iya An, Papah meminta Mahes untuk menikahi Amel karna Papah tahu Papah Amel itu siapa. dia adalah orang yang ingin menjatuhkan Papah dalam hal apapun, dia kali ini menggunakan Amel untuk menjebak Papah. Jika saja Mahesa tidak menikahi Amel, entah berita seperti apa yang akan Ayah Amel ucapkan pada awak media atau pun sosial media. Tapi peraya lah Nak ... jika Kamu ingin bersatu kembali dengan Mahesa, Papah tidak akan memperdulikan Ayah Amel ... kamu tahu maksud Papah kan ? " Jelas Tuan Rama berharap Anita tidak salah paham.


Anita tersenyum ...

__ADS_1


"Iya Pah, Aku sudah merelakan Mas Mahes saat aku mencium farpum wanita di pakaian nya. Papah selalu mendukung ku dalam hal apapun, maka dari itu aku akan mendukung Papah dalam hal apapun. " Jawab Anita, layak nya seorang Anak pada Ayah nya.


__ADS_2