Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Kekecewaan Tuan Rama


__ADS_3

BAB 125.


"Ya Tuhan, ini salah ku. " Anita terus saja menyalahkan diri nya sendiri.


"Mom, Mahes tidak mungkin memecat nya. Papah juga pasti tidak akan setuju, dia kerja nya sangat baik Mom. " Ucap kesal Mahesa tidak mau kalah.


"Oh jadi begitu, kalau begitu Mommy sendiri yang akan memecat nya. " Teriak Ibu Mahesa semakin mengeras.


Anita bingung apa yang harus dia lakukan saat ini, apa dia harus bertahan atau melangkah lebih dulu untuk pengunduran diri nya, Anita sungguh seperti berada di satu ruangan yang sangat pengap dan juga sempit, hanya terdengar seruan nafas nya saja saat itu.


Tiba-tiba Wanita yang merupakan Ibu nya Mahesa keluar dari dalam ruangan, dan tatapan nya langsung menuju ruang kerja Anita. Anita berdiri dan menatap dengan senyuman keterpaksaan, karna suasa na hati nya Sungguh sedang tidak mau tersenyum pada siapapun.


Tak ada kata permisi yang keluar dari mulut Nyonya besar itu, yang ada hanyalah tatapan jijik dan sangat kesal, yang bisa Anita lihat dari raut wajah nya.


Anita kembali terduduk dengan perasaan hampa, Anita mengingat kejadian waktu itu saat Mahesa prustasi dan mulai melukai diri nya sendiri, Anita kembali berdiri dan langsung masuk kedalam Ruangan Mahesa.


Tidak ada rasa takut atau apapun itu, yang penting Anita dapat melihat bahwa Mahesa dalam keadaan baik-baik saja. Anita sedikit berlari memasuki ruangan Tuan Mahesa.


Anita membuka pintu itu, dan tidak sangka Tuan Mahesa pun sedang berlari kecil untuk keluar dari ruangan nya untuk memastikan keadaan Anita, Anita dan Mahesa saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


Hampir saja Anita dan Tuan Mahesa bertabrakan karna sama-sama tidak sabar ingin menemui satu sama lain nya. Mahesa menarik lengan Anita untuk masuk kedalam ruangan nya, Anita memeluk tubuh kekar Mahesa dan memejamkan mata nya.


"Mas aku sangat khawatir !! " Ucap Anita menatap wajah Tuan Mahesa.


Mahesa langsung memeluk Anita erat. " Jangan khawatir Sayang. " Jawab Mahesa membawa Rani kedalam pelukan nya.


Mahesa melepaskan pelukan nya, karna Mahesa khawatir Ibu nya akan kembali dan melihat nya lagi, Mahesa terus saja menenagkan Anita. walau sesungguh nya diri nya pun membutuhkan ketenangan itu.


Ibu nya Mahesa sangat kesal, dan ingin segera menemui Suami nya Tuan Rama, yang masih belum datang juga. Ibu nya Mahesa menunggu di ruangan Suami nya dengan perasaan yang kecewa dan kesal.


Tuan Rama pun datang, " Pah, apa Papah tau tentang wanita yang bernama Anita? " Tanya Ibu nya Mahesa tanpa jeda.


"Kenapa sih Mom, ada apa dengan Anita ? " Tanya Tuan Rama masih tenang.


"Mom jangan begitu, apa Mommy yakin Anita yang memeluk anak kita, bagaimana kalau Mahesa lah yang memeluk Anita, Papah tau tentang kedekatan Anita maupun Mahesa. Papah tau Mommy pasti tidak akan setuju, karna status Anita dan posisi Anita di perusahaan ini." jelas Tuan Rama masih terlihat tenang.


"Pah, Papah tuh bagaimana sih ? ada karyawan penggoda seperti itu masih aja di pertahankan, oh ... apa Papah juga tergoda ? Pantas saja Papah diam saja saat Mommy ingin memperpanjang kerjaan Mommy waktu itu. " Prasangka buruk Ibu nya Mahesa sudah sangat jelek terhadap Anita.


Tuan Rama mulai menunjukan, jika semua yang di sangkakan pada Anita itu semua nya tidak benar. " Ya Tuhan Mom, apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan? Secara terang-terangan Mommy sudah menganggap Papah dan Mahesa Laki-laki gila yang sudah tidak punya akal sehat lagi. Ingat Mom, Mommy menjalani rumahtangga bersama dengan Papah bukan 1 atau 2 tahun Mom, Mommy sudah jelas tau bagaimana prinsip Papah saat menjaga nama baik perusahaan yang kita punya dari Nol sampai sekarang ini, jika Papah punya pikiran seperti itu apa mungkin perusahaan yang dulu nya di pandang sebelah mata jadi sebesar ini, dan tetap berdiri kokoh ... Hah ?? Astaga Mom, sifat kamu dari dulu sampai detik ini tidak pernah berubah. " Jawab Tuan Rama, mengusap rambut nya kasar.

__ADS_1


"Tapi Pah ... " Jawaban Ibu nya Mahesa langsung mendapatkan sorotan tajam dari mata Tuan Rama, dan tatapan itu siapa pun tidak akan berani melawan ataupun menatap nya.


"Seharus nya Mommy tidak datang ke kantor ini, dan mungkin seharus nya Mommy tidak pulang ke Indonesia. " Ujar Ibu Mahesa kesal dengan wajah memerah menahan segudang air mata, lalu pergi dengan sedikit berlari membawa kekecewaan yang di landasi dengan kesalah pahaman itu.


"Mom ... Mommy !! " Cegah Tuan Rama, namun tak dapat menghentikan Istri nya itu.


Tuan Rama menggelengkan kepala nya, Tuan Rama sudah pasti dapat menebak jika Anita dan Mahesa kini sedang ada di situasi yang sama, Sama-sama takut akan kehilangan.


Tuan Rama membuka rekaman Cctv yang tersambung khusus pada Ruangan kerja Anak nya. Tuan Rama di kejutkan dengan kejadian yang membuat nya benar-benar tak percaya karna di rekaman itu Tuan Rama melihat adegan Panas yang Mahesa dan Anita lakukan tempo hari.


Tuan Rama mengusap kasar wajah nya, " Sudah sejauh ini ternyata kamu Nak !! Seharus nya kamu tidak melakukan itu, apa lagi di kantor, Aaarrggghhh .... Sial. " umpat Tuan Rama, kini merasakan sebuah kekecewaan karna ia begitu gampang nya membiarkan seseorang berbuat kotor di dalam perusahaan nya, dan yang lebih parah nya lagi, anak nya sendiri yang melakukan nya.


Tuan Rama diam sejenak untuk menenangkan hati nya terlebih dahulu sebelum menemui Mahesa, Tuan Rama menghubungi tangan kanan nya untuk menjaga Istri nya yang sedang emosi itu, Tuan Rama tak lupa akan keselamatan orang-orang yang sangat ia cintai.


Sedangkan Anita kini sedang merenung di dalam ruangan nya, begitupun dengan Tuan Mahesa, setelah saling berusaha menenangkan satu sama lain, Anita dan juga Tuan Mahesa memilih untuk berada di ruangan nya masing-masing, sebelum Ibu nya datang kembali keruangan Mahesa.


"Aku tidak masalah jika harus keluar dari perusahaan ini, tapi apa ini belum terlambat ? tapi bagaimana jika yang aku takutkan akan terjadi ? apa Tuan Mahesa akan mengakui Kesalahan nya ?? " Gumam Anita resah memikirkan nya.


"Papah kecewa sama kamu Mahes !! " Ucap Tuan Rama sangat memasang wajah yang sangat kesal.

__ADS_1


...****************...


Mohon maaf jika selalu kecewa pada waktu Up yang masih belum bisa stabil 🙏🙏, minta doa nya ya semua sudah beberapa hari ini Author kurang sehat setelah Vaksin 🤭🤭 .. semoga semua nya sehat selalu ... Aamiin


__ADS_2