
BAB 95.
Mahesa menatap instens pada Anita, " Aku yakin kau pun merasakan nya, dan aku yakin kau pun tau jawaban nya !! " Jawab Mahesa berhasil membuat Anita tersipu malu di hadapan nya.
Anita dan Mahesa tersenyum dan tak mampu merasakan lebih dalam lagi perasaan mereka masing-masing, karna itu akan membuat mereka jadi salah tingkah.
Batuan pun sudah tiba dan Pintu Lift sudah terbuka. Mahesa ingin mengangkat Tubuh Anita, namun Anita menolak nya, karna rasa malu saat di lihat oleh Orang lain.
Walaupun Tuan Mahesa memaksa, Anita tetap dengan susah payah berdiri meskipun bantuan Mahesa ikut serta saat Anita berusaha untuk berdiri dan keluar dari Lift itu.
Mahesa menatap Pada Karyawan nya, dengan tatapan tajam, Dan para karyawan Mahesa pun hanya mampu menundukan kepala nya saja.
"Ma-maaf Tuan, kami terlambat menyadari bahwa Tuan sedang terjebak di Lift ini !! " Ucap Salah satu Staff Mahesa.
" Gedung perusahaan ini, di penuhi dengan Camera Cctv, termasuk di dalam ruangan semua Lift. Jika Kalian kerja secara benar, Pasti kalian akan rau langsung jika ada Orang yang sedang terjebak di dalam sebuah lift di GEDUNG PERUSAHAAN INI. " Kesal Mahesa pada Staff kantor nya yang membantu membukakan Pintu Lift itu.
" Ma-maaf kan kami Tuan !! " jawaban gugup terdengar dari salah satu mulut Staff Mahesa yang merasa bersalah.
Tiba-tiba Lengan Mahesa tertarik ke belakang oleh Anita, Anita meraih lengan Mahesa saat diri nya merasa Pusing dan Anita tak kuat lagi menahan Tubuh nya, Dan Akhir nya Anita terjatuh dan beruntung nya Mahesa dengan sikap menahan Tubuh Anita dengan Kedua tangan nya.
"Ann ... Bangun Ann !! " Ucap Mahesa menggoyang-goyangkan Badan nya.
"Cepat panggil Ambulance .. Cepat !! " Teriak Mahesa pada Orang di sekitar nya.
__ADS_1
Suara bisikan pun samar terdengar. " Ya ampun Tuan Mahesa, segitu nya khawatir sama Cewe kampung itu !! Curiga deh Gue, mata Tuan Mahesa gak Normal kali ya. bisa tertarik pada tu wanita kampungan !! "
Mahesa mendengar nya, dam Mahesa merasa kesal. Namun Mahesa kira itu sangat tidak penting, yang terpenting kini adalah keselamatan Anita.
Mahesa dengan cepat mengangkat Tubuh Anita, untuk di baringkan di atas Sofa, sambil menunggu mobil Ambulance tiba. Saat tiba di sebuah Sofa, Anita di baringkan sementara di atas Soffa itu, Mahesa membuka Jas nya untuk menutupi bagian lutut Anita, yang terlihat karna Anita memakai Rok di atas lutut.
Tuan Rama memperhatikan Mahesa, sikap Mahesa kini semakin mencerminkan bahwa diri nya sangat mencintai Anita. Mobil Ambulance pun datang.
Saat petugas Rumah sakit akat mengangkat Tubuh Anita, Mahesa dengan keras melarang nya, dan Mahesa lah yang kini mengangkat tubuh Anita menuju mobil Ambulance.
Anita kini telah berada di Rumah sakit, Saat Anita membuka mata nya. Anita di kejutkan dengan pemandangan dan bau Rumah sakit yang Khas itu.
Lebih di kejutkan lagi Saat Anita sudah menyempurnakan mata nya, Anita melihat Alex sesang tertidur di soffa Ruangan tempat ia di rawat.
Anita memperhatikan wajah Tuan Mahesa.
"Apa arti dari semua ini Tuan ?? kau terlalu baik untuk ku, Aku memang sudah menyadari kebaikan mu dari jauh-jauh hari, namun aku belum siap menyimpulkan arti kebaikan mu pada ku Tuan !! Terima kasih atas semua nya, Maaf kan aku jika aku selalu membuat mu susah !! " Ucap Anita sambil menetap wajah Mahesa yang sedang tertidur.
Anita ingin segera pulang, namun Anita tak berani membangunkan Mahesa yang sedang tertidur pulas, Anita mengingat Nara karna Anita kini sudah terlambat untuk sampai di rumah nya.
Anita memutuskan untuk keluar Rumah sakit seorang diri saja, tanpa Membangun kan Mahesa terlebih dahulu.
Anita kini sudah berdiri, Anita tak tega melihat Tuan Mahesa tertidur tanpa ada selimut yang menghangatkan nya.
__ADS_1
Anita menarik selimut yang sebelum nya ia kenakan, dan Anita membawa nya ke arah Tuan Mahesa sedang tertidur.
Anita meletakan selimut itu di atas tubuh Tuan Mahesa dengan sangat pelan, " Wajah yang begitu tenang. " Ucap Anita dalam hati nya.
Anita ingin berterima kasih pada Tuan Mahesa, namun Anita bingung harus bercerita dengan cara bagai mana. Secara Tuan Mahesa sudah mempunyai segala nya.
Anita mengambil sebuah Pena dan selembar kertas yang ada di dalam Tas kerja nya.
Anita ingin meninggalkan pesan di kertas itu untuk Tuan Mahesa. Anita mulai menuliskan nya.
Tuan Maaf kan saya, saya keluar dari Rumah sakit tanpa memberitahukan Tuan terlebih dahulu, karna saya tak tega membangunkan Tuan yang sedang tertidur sangat lelap sekali. Terima kasih Tuan !! Maaf kan saya jika selalu merepotkan Tuan. Maaf kan saya meminta Maaf secara tertulis seperti ini, nanti saya akan meminta maaf dan berterima kasih secara langsung !! Maaf jika kurang sopan. Saya pulang Tuan.
Anita meletakan Kertas itu di atas meja yang dekat dengan Posisi Tuan Mahesa yang sedang tertidur.
Anita bangkit, dan membenarkan selimut nya kembali, Anita menatap Wajah Tuan Mahesa kembali, Wajah yang sangat tampan dan juga menyejukkan. Anita dengan Naluri nya mengangkat Tangan kiri nya, untuk mengusap Rambut Mahesa.
Dan Anita langsung mengecup kening Tuan Mahesa, Anita menahan kecupan nya beberapa menit dengan memejamkan mata nya. Namun Anita langsung tersadar, dan Syok dengan perlakuan diri nya pada Tuan Mahesa.
Anita langsung menjauh dari wajah Tuan Mahesa, Anita langsung berlari kecil, " Syukur lah Tuan Mahesa tidak terbangun, Dasar Bodoh !! Kenapa aku melakukan nya. " Gerutu Anita dalam hati nya, sambil menepuk jidat nya.
Anita mendapat kan teguran, dan Sesekali Anita di larang Untuk keluar dari Rumah sakit, oleh petugas Rumah sakit. Namu Anita tetap memaksa, dengan Alasan Anita sudah meminta ijin pada Tuan Mahesa, dan Anita pun mendapat kan Ijin untuk segera Keluar dari Rumah sakit.
Anita dengan cepat mendapat kan Taksi Online, sehingga kini Anita bisa bernafas dengan Lega, karna sudah menjauh dari Rumah sakit.
__ADS_1
"Bagaimana besok, ketika aku harus bertemu dengan Tuan Mahesa !! Aduh ... Mudah-mudahan Tuan Mahesa tidak sadar, dengan sikap ku barusan !! Kalau sadar, Mampus ... aku !! " Umpat Anita pada diri nya sendiri.