Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Amarah yang terpendam.


__ADS_3

BAB 115.


Mahesa berencana untuk membawa Anita ke salah satu Restoran mewah yang dia tau di daerah bandung, lebih baik Mahesa mengajak Anita makan di luar. Dari pada makan makanan yang di hidangkan di pesta nya Gilang, Bisa-bisa yang punya tidak ikhlas.


Tuan Mahesa dan Anita pun bergegas keluar dari gedung pesta itu, gedung pesta yang cukup luas, namun terasa sesak bagi Anita dan juga Mahesa.


Gilang meratapi kepergian Anita, Wanita yang sangat ia cintai sampai kapan pun.


Gilang sungguh merasa sesak dan bingung saat ingin mengendalikan diri nya, diri nya ingin sekali lari dan mengambil apa yang seharus nya ia miliki.


Pikiran tidak jernih pun sempat melintas di benak nya, Gilang sepintas ingin melakukan apa saja demi mendapatkan Anita kembali.


Jika saja Gilang tidak memikirkan kehormatan Orangtua nya, mungkin Gilang akan lari dari Glen, dan memilih Anita bagaimana pun cara nya, kini Gilang menjadi kesal saat melihat Glen yang terus saja tersenyum bahagia di samping nya.


Glen tidak melihat sedikit pun ke arah Gilang, jika Glen bisa melihat sungguh wajah Gilang di penuhi dengan amarah.


Gilang sempat berpikir, itu bukanlah kesalahan dia sepenuh nya, jika saja Glen bisa menghindar pada malam itu, mungkin Gilang tidak akan berbuat sejauh itu.


Di sela-sela amarah Gilang, Glen mendekat lalu berbisik. " Lang, disini kita menjaga kehormatan dua keluarga. Jika saja di antara kita ada yang berbuat kesalahan, maka nama baik keluarga kita akan tercoreng. Maka aku mohon Lang jangan tunjukan rasa penyesalan itu saat ini, jangan sampai para tamu undangan melihat dan bisa menebak apa yang terjadi di antara kita. " Bisik Glen dengan senyuman palsu di wajah nya.


Gilang membenarkan posisi nya, dan kembali duduk dengan tegak untuk menyambut tamu undangan di pesta pernikahan nya.


Glen sedikit lega karna Gilang setidak nya mau mendengar apa yang dia ucapkan. Glen merasa pernikahan nya dengan Gilang bukan lah akhir dari penderitaan nya, melainkan awal dari segala nya.


Dimana Glen akan mendapatkan rasa sakit yang lebih lagi di bandingkan dengan sebelum nya. Glen menghela nafas fan merasakan pergerakan yang mulai terasa di perut nya.


Anita tidak menoleh sama sekali ke belakang, dimana Gilang sangat mengharapkan saat Anita menoleh nya ke belakang. Anita hanya menundukan kepala nya.

__ADS_1


Sampai Mahesa membukakan pintu mobil nya untuk Anita, Anita tersenyum pada Tuan Mahesa. Tanpa pikir panjang Anita masuk ke dalam mobil itu dan mengikuti kemana arah Mahesa melajukan kendaraan nya.


"Sudah siap sayang ?? " Tanya Mahesa sontak membuat Anita terkejut.


Anita tersenyum dan menjawab nya dengan anggukan, tanda ia sudah siap.


"Kita kemana Mas ?? " Tanya Anita.


"Kita cari makan saja dulu ya ?? Kita kan belum makan !! " Jawab Mahesa, sambil mengacak lembut rambut Anita.


"Oh ya ... Maaf ya Mas, aku malah ajak Mas pulang, padahal Mas belum makan. " Jawab Anita merasa bersalah.


"Bukan itu ko sayang !! Mas emang pengen makan di tempat lain aja, lagian di sini kan banyak Tamu, jadi mending kita makan di tenpat lain saja ya. " Ucap Mahesa sambil melajukan kendaraan nya perlahan.


"Ya sudah, jangan jauh-jauh ya ?? aku takut Mas jadi telat makan lagi. " Ucap Anita sangat khawatir, mengingat kejadian di kantor waktu itu.


Anita hanya tersenyum.


Anita dan Mahesa pun sampai di tempat yang dimana Anita belum pernah mengunjungi nya, sebuah Resto mewah dengan nuansa klasik nan romantis.


Mahesa menuntun Anita ke tempat yang sudah di sediakan, seperti yang sudah di siapkan sebelum nya. Semua sudah tertata rapih di sebuah meja yang tidak terlalu besar, sangat terlihat romantis.


Anita sangat terharu, di sela-sela kepiluan nya, ternyata Mahesa telah menyiapkan sesuatu untuk nya.


Mahesa mempersilahkan Anita untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan, setelah Mahesa melihat Anita sudah duduk di posisi ternyaman nya, Mahesa duduk di di hadapan Anita, kedua tangan mulai memegang satu sama lain nya.


Anita menatap tangan nya yang perlahan mulai mendapatkan sentuhan lembut dari tangan Tuan Mahesa, dan perlahan tatapan Anita naik menuju tatapan Tuan Mahesa yang lebih dulu sudah menatap dalam pada raut wajah Anita.

__ADS_1


Anita sungguh masih ada rasa canggung di dalam hati nya, ketika mendapatkan sikap lembut dari Tuan Mahesa. karna bagaimana pun Anita tidak akan lupa diri bahwa Tuan Mahesa tetap menjadi atasan nya.


Dalam binar kebahagiaan Mahesa terus menatap mata Anita.


"Mas ?? Kenapa ?? " Tanya Anita sambil menggerakan genggaman tangan nya.


Mahesa tersenyum. " Mas hanya ingin memandang seorang Wanita yang awal nya hanya mimpi buat Mas, tapi sekarang mimpi itu menjadi nyata. " Jawab Mahesa pada Anita tanpa sedikitpun berpaling dari tatapan nya.


Anita tersenyum haru. " Jangan berlebihan Mas, aku takut !! " Ucap Anita tiba-tiba membuat Mahesa bertanya-tanya.


"Takut ?? " Tanya Mahesa .


"Ya Mas, tentu saja aku takut !! aku takut untuk terlalu berharap, kita beda Mas. Apa Mas yakin kita bisa bersatu ?? Apa Mas yakin hubungan kita akan di restui oleh kedua Orang tua mu terutama sama Ibu mu Mas, sungguh untuk itu aku takut untuk membuat komitmen, karna dengan adanya komitmen disitu harapan pasti akan terpupuk dengan mudah nya. " Jawab Anita lirih, Anita masih trauma dengan sebuah harapan.


"Kalau kamu tidak berani berbuat komitken akan hubungan kita, itu sama artinya kamu jalanin hubungan bersama Mas hanya main-main saja. jangan sama kan hubungan kita saat ini, dengan hubungan sebelum nya. semua tidak sama Sayang !! " Mahesa mulai meyakinkan Anita kembali.


"Ya ... ya ... bu-bukan begitu Mas, Ta-tapi !! " Jawab Anita merasa tidak enak, karna takut Mahesa salah paham.


Lagi-lagi Mahesa menanggapi ke gugupan Anita dengan senyuman. "Sudah .... sudah !! Mas paham ko sayang, jangan khawatir ya !! jika sampai terjadi pun, Mas akan tetap memperjuangkan hubungan kita, jadi Mas mohon jadilah Wanita kuat dan 3, karna Mas butuh itu dari kamu. Ok ?? " Ucap Mahesa sangat Dewasa sekali, sambil mengelus pipi Anita dan mengusap cairan bening yang lolos begitu saja dari mata indah nya.


"Iihh ... Nangis dia !! " Ucap Mahesa menggoda Anita dengan cubitan lembut di dagu runcing Anita.


Anita kembali tersenyum. " Mas !!! " Rintih Anita pada Mahesa.


Mahesa hanya tersenyum dan semakin tidak sabar ingin segera pulang ke hotel untuk memberikan kejutan pada Anita.


Anita dan Mahesa pun menyantap hidangan yang dari tadi sudah ada di hadapan nya.

__ADS_1


"Momen bahagia sedang menantimu sayang !! " Gumam Mahesa dalam hati nya.


__ADS_2