Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 146. Ambisi Amel


__ADS_3

Hari itu ke khawatiran Anita sedikit tenang dan terobati atas sikap lembut Mahesa pada nya.


Tidak ada satu waktupun yang Mahesa lewatkan saat di rumah untuk mengelus perut Anita dan menyayangi Anita.


Alex menyempatkan waktu untuk menelpon Ayah nya, namun saat itu yang menerima sambungan telpon Alex bukan Tuan Rama, melainkan orang kepercayaan nya.


Saat Mahesa mencoba menelpon Ayah nya, Mahesa mendapat kan balasan jika Tuan Rama sedang beristirahat.


Mahesa tidak ingin mengganggu istirahat Ayah nya, walaupun bisa mengobrol Mahesa tidak akan membicarakan tentang sikap Ibu nya.


Mahesa akan menceritakan itu saat Ayah nya sudah kembali ke tanah Air.


Jadi demi hari Mahesa lalui, walaupun itu selalu ada bayangan Ibu nya membawa Amel di sela-sela waktu nya saat berada di kantor.


Mahesa sudah melarang Ibu nya untuk tidak terus-terusan membawa Amel dan memaksa nya untuk dekat dengan Amel.


Namun ambisi Ibu Mahesa tidak pernah padam, itu semata-mata karna harta yang di miliki oleh Amel, walaupun sebenar nya Ibu Mahesa sudah cukup kaya pada saat itu.


Rancana demi rencana di susun oleh Amel dan juga Ibu Inggrit, dari rencana sedang sampai yang extrime sekali pun.


Beberapa rencana sudah mereka coret karna tidak ada hasil nya sama sekali, dan tinggal rencana selanjutnya yang akan mereka lakukan, tanpa menyerah sama sekali.


Di hari itu, Mahesa sedang asyik duduk bersama Anita canda tawa mereka lakukan pada hari itu.


Hari itu Mahesa memutuskan untuk tidak pergi ke kantor karna ingin duduk santai bersama dengan istri dan anak sambung nya Nara.


Namun saat waktu tidak sepakat dengan keinginan nya, Mahesa harus pergi ke kantor dengan sebuah hati yang berat meninggalkan waktu nya saat bersama Nara dan juga Anita.


"Sayang maaf ya Mas harus ke kantor ! " Ujar Mahesa lembut.


Anita menatap suami nya dengan dalam. " Iya sudah tidak apa-apa cepat pulang ya Mas. "


Mahesa mengangguk dengan senyuman nya. " Iya Mas janji akan cepat pulang. "


Nara memeluk ayah sambung nya itu. "Papah berangkat kerja dulu ya Nak. Nanti papah pulang. "


Anita dan Nara melihat kepergian Mahesa dengan lambayan tangan dari kedua nya.


Setelah berada di dalam mobil, Mahesa tidak berpikir macam-macam tentang keberangkatan nya ke kantor.

__ADS_1


Karna menurut Mahesa pekerjaan dadakan buat nya itu adalah hal yang sangat biasa tentu nya.


Sesampainya di kantor, Mahesa di kejutkan oleh sosok Laki-laki paruhbaya, dia adalah seorang senior di dalam dunia perbisnisan.


Di sebuah lobi perusahaan nya, Mahesa segera menyambut hangat Laki-laki itu.


"Ya ampun Pak Kris ? " Sapa Mahesa pada laki-laki itu yang biasa di panggil Pak Kris, itu sebuah nama julukan yang sudah di kenal di kalangan nya.


"Hahahahaha .... apa kabar ? " Tanya balik Pak Kris.


Baik Mahesa dan Pak Kris itu saling berpelukan layak nya rekan bisnis yang sudah lama tidak ketemu.


"Mari Pak keruangan saya ! kenapa gak langsung masuk aja sih Pak, ko pake menunggu di lobi. " Ujar Mahesa dengan tawa nya.


"Mana mungkin bisa, mereka mencegah saya masuk sebelum yang punya nya datang. " Jawab Pak Kris merendahkan diri nya.


"Wah keterlaluan mereka, tidak tahu siapa Bpk Kris ini sebenar nya. " Sambung Mahesa menggelengkan kepala nya, namun terlihat seperti candaan.


Mereka pun duduk secara bersamaan di lingkaran kursi yang saling berdekatan


"Wah sayang ya Pak Rama tidak ada di sini. " Ujar Pak Kris.


"Hahaha ... kalau ada mungkin sudah menjadi reuni Akbar ya Pak, emmm ... kebetulan Papih sedang sibuk dengan bisnis baru nya di Negri Paman Sam sana, entah kapan Papih pulang. " Jawab Mahesa bangga pada Ayah nya.


Mahesa tersenyum menawan. " Iya, saya sudah berkeluarga. "


"Wow .... sayang ya ? Padahal ... " Sambung Pak Kris menggelengkan kepala nya.


"Sayang kenapa Pak ? " Tanya Mahesa dengan wajah biasa saja.


"Ya ... padahal saya berharap kamu yang akan menjadi menantu saya. " Jawab Pak Kris lalu meneguk air teh hangat yang dari tadi sudah ada di hadapan nya.


Degggggg ..... "Amel ? " Batin Mahesa.


Mahesa sampai lupa jika Laki-laki yang ada di hadapan nya itu adalah Ayah kandung Amel yang saat ini sedang dekat dengan Ibu nya.


Mahesa tertawa. " Ah Bpk bisa aja. " timpal Mahesa ingin mengalihkan pembicaraan.


"Ya ampun gue sampe lupa Pak Kris ini adalah orang tua Amel, ada apa ini. " Batin Mahesa berusaha terlihat santai dan tidak berpikir macam-macam.

__ADS_1


Selang beberapa lama, suara pintu ruangan Mahesa terketuk, entah siapa yang datang.


"Tuan ... maaf mengganggu ! ini ada Nona ..... " Ujar sekertaris Mahesa ingin memberitahukan kedatangan Amel, namun Amel sudah menerobos masuk tanpa seijin Mahesa.


"Daddy ... " Teriak Amel memeluk laki-laki paruh baya itu.


"Hay Sayang. "Jawab Pak Kris pada Amel.


"Terima kasih sudah datang Dad. " Bisik Amel saat memeluk Ayah nya.


Pak Kris hanya tersenyum.


Mahesa hanya bisa melihat kedekatan Ayah dan Anak yang ada di hadapan nya.


"Hy ... apa kabar ? " Tanya Amel pada Mahesa.


"Hah ... emmm ... baik ko, sangat baik. " Jawab Mahesa dengan senyuman nya.


"Nah sebelum nya saya mau minta maaf atas kedatangan saya yang mendadak ini, tentu nya ini bukan kedatangan atau pertemuan yang tidak ada tujuan. " Ujar Pak Kris mulai serius.


"Jadi apa maksud kedatangan Pak Kris ke kantor saya, jujur saya pun terkejut." Jawab Mahesa dengan gaya yang penuh wibawa.


Amel hanya memandangi raut wajah Mahesa yang begitu tampan dan sangat mempesona.


"Jadi begini Nak Mahes, Saya ingin menanam saham saya di perusahaan Nak Mahes, saya lihat dan saya perhatikan perusahaan ini sangat berkembang lebih pesat lagi saat Nak Mahes yang memegang nya. Bagai mana ? " Ujar Pak Kris sambil mengatakan berapa banyak uang yang akan ia investasi kan di perusahaan Mahesa.


"Serius Pak ? " Tanya Mahesa.


"Ya .. tentu saja saya serius ! apa saya terlihat seperti sedang main-main ? " Sambung Pak Kris.


"Tentu saja tidak Pak, tapi ini hanya sebatas kerja sama saja kan tidak lebih ? " Tanya Mahesa mulai tegas.


"Ya tidak lah, memang yang kamu pikirkan tentang kerja sama ini apa ? " Tanya Pak Kris santai.


"Oh .. tidak Pak, baik lah kalau begitu. Tapi mohon maaf Pak mungkin setah ini kita perlu bertemu kembali dan membicarakan nya lebih detail lagi, emm ... karna saya hari ini harus segera pulang, anak dan istri saya sedang menunggu. Bagaimana Pak ? " Jawab Mahesa sedang tidak fokus pada pekerjaan nya.


"Oh .. ok .. baik lah, nanti orang kepercayaan saya yang akan mengurus nya. " Sambung Pak Kris, tidak ingin memaksa Mahesa.


Walaupun Pak Kris tahu anak nya kali ini sedang kesal, karna Pak Kris tidak memberitahukan keinginan Amel yang ingin bekerja sama dengan Mahesa pada saat itu.

__ADS_1


Pak Kris berpamitan pada Mahesa dan mengajak Amel ikut serta bersama nya. Dengan ucapan dan jabatan tangan Mahesa mempersilahkan Pak Kris dan juga Amel.


Setelah itu Mahesa langsung mengambil tas nya dan keluar dari ruangan nya, untuk segera pulang ke rumah nya.


__ADS_2