Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Terbuka nya Hati Ibu Mayang.


__ADS_3

BAB 70.


"Apa pun yang kamu dengar dari Mamah, Ingat lah. Aku akan tetap memilih mu dan mencintai mu dan juga Nara !! Kita berjuang Sama-sama Ann !! " Ucap Gilang mencoba meyakin kan Anita.


"Tapi ... Aku merasa tidak Pan ...... " Ucapan Anita di Bungkam, oleh satu telunjuk Gilang yang Gilang tempel kan di bibir Anita.


Kini Antara Anita dan Gilang saling berhadapan. Tidak ada kata Keluar dari mulut mereka Masing-masing.


Mereka hanya berbicara lewat Tatapan, satu sama lain, Tanpa Ucapan pun Perasaan Mereka sudah bertaut. Dan mengerti yang di Rasakan Oleh Perasaan Masing-masing.


Setelah Beberapa Menit Gilang menyatukan Perasaan nya dengan Anita.


Kini Gilang Menggandeng Anita dengan erat ke hadapan Ibu Mayang.


"Sayang, Tolong jangan Berbicara apa pun sama Mamah kamu !! Biar kita Bicarakan ini lain waktu. Jangan Buat Mamah kamu merasa lemah di hadapan aku, saat tau kamu lebih membela ku. " Ucap Anita saat berjalan berdampingan dengan Gilang.


Gilang hanya menatap Anita dengan rasa kagum, dan tak henti memuji Anita di dalam hati nya, Beruntung lah Gilang. Karna Anita mau menerima Masalah ini dengan Pikiran Dewasa nya.


Di Banding dengan Pasangan yang lain, apa bila pasangan wanita mendapat kan Masalah perjodohan pada Pasangan laki-laki nya, Maka Pasangan Wanita itu akan berlari dan Di kejar oleh Pasangan Laki-laki nya.


Dengan susah Payah pasangan Laki-laki itu akan membujuk dan menenangkan Pasangan Wanita nya, Agar jangan menangis.


Tapi tidak pada Gilang, Karna Anita bisa bersikap lebih dewasa dari pada Gilang. Hingga Gilang tidak perlu lagi membujuk Anita berlebihan. Yang di Pikirkan Gilang saat ini adalah, Bagai mana diri nya bisa melewati semua ini tanpa harus melepaskan Anita di Samping nya.


Dengan Perlahan, Gilang mendekat pada Ibu Mayang tanpa melepas sedikit pun Pegangan nya terhadap Anita.


Ibu Mayang hanya Tersenyum menatap Gilang dan Anita.

__ADS_1


"Maaf kan Ibu Nak ?? " Ucap Ibu Mayang, Sendu pada Gilang.


Deraian Air mata kini keluar dari Pelupuk Mata Ibu Mayang, Tak sanggup Melihat Anak nya apabila nanti seandai nya harus kehilangan, Anita di Hidup nya.


Anita seketika Terangkul hati nya, saat melihat Ibu Mayang semakin bersedih. Anita ber alih posisi, menjadi Berdiri di samping Ibu Mayang yang masih terduduk di kursi Makan Itu.


Anita membungkuk kan badan nya, dan menggemgam tangan Ibu Mayang. "Tante ... Jangan Sedih, Terima kasih sudah Anggap Anita sebagai Sahabat Tante, Hingga Tante mau bercerita banyak Tentang semua ini !! " Ucap Anita tersenyum sendu, namun bekas Air mata masih terlihat di pelupuk Mata nya.


"Sungguh lembut nya hati Anak ini. Andai Suami ku dapat melihat ketulusan dari dalam diri Anita, Akan kan Suami ku akan merasakan hal yang sama ?? dengan Apa yang aku rasakan saat ini ?? " Gumam Ibu Mayang dalam hati nya. Tak sanggup apabila harus mengingat, kekerasaan Suami nya untuk berusaha memisahkan Anita dan Gilang nanti nya.


Gilang tak kuasa melihat ke haruan pada diri Anita dan Ibu nya, Dua wanita Hebat yang kini sedang berada di hadapan nya.


Ibu Mayang langsung berdiri, menatap Gilang. Dengan cepat Gilang memeluk erat tubuh Ibu nya. Tangis Ibu Mayang pun kembali pecah, saat Tubuh Anka kesayangan nya Berusaha kuat memeluk tubuh nya, Walau pun Ibu Mayang saat ini tau, Bahwa Hati dan Tubuh Gilang sedang rapuh.


Anita yang tersenyum dan menganggukan kapala nya pelan, saat melihat Gilang memeluk erat Ibu nya. Pelupuk Mata Gilang hampir penuh terisi dengan Air mata, Yang sengaja Gilang bendung dengan susah payah.


Gilang menggemgam Tangan Anita dengan Kuat, Tanpa melepas kan pelukan nya dari Tubuh Ibu nya.


Hari itu pun ber akhir dengan Deraian Air mata, namun mampu membuka kan mata hati Ibu Mayang, Yang tadi nya tidak Percaya akan Perasaan Anita terhadap Anak kesayangan nya Gilang.


Kini Ibu Mayang ada di Pihak Gilang dan Anita, Dan Ibu Mayang berharap Suami nya pun akan melakukan hal yang sama nanti nya.


Anita kini telah sampai di Rumah nya, seperti Biasa Anita saat Di rumah selalu menghabiskan Waktu nya, bersama dengan Putri ke sayangan nya Nara. Dari memberikan Asi sampai Bermain. Hingga Akhir nya Nara da dan Anita pun Tertidur dalam keheningan Malam yang semakin Larut.


Berbeda dengan Gilang, Gilang tidak bisa begitu saja memejamkan Mata nya, setelah kejadian Haru yang ia saksikan sore tadi di Resto.


Tanpa Gilang sadari Sosok Laki-laki paruh baya mendekati diri nya dari arah belakang.

__ADS_1


"Hay Boy ?? Apa kamu Baik-baik saja ?? " Ucap Tuan Guruh sambil merangkul pundak Gilang dengan bangga.


"Aku Kurang Baik Pah !! " Jawab Gilang tanpa senyuman dan Menundukan kepala nya.


"Bagai mana ?? Apa kamu siap Dengan pertunangan mu Dengan Glen ?? Kasian Glen, terus menunggu mu !! Apa kamu Tega membiarkan Glenka terlalu lama ?? " Ucap Tuan Guruh tanpa Jeda.


Clebbb !!!!!


Rasa nya, Sebuah Pedang tajam kini terasa menusuk dengan Mudah nya ke dalam Hati Gilang.


Saat dalam waktu bersamaan Ibu Mayang pun hadir di tengah-tengah Antara Suami dan Anak nya.


Ibu Mayang memeluk tubuh Suami nya dengan Hangat, " Pah, Lihat lah Anak kita. Mungkin dia Belum Siap !! Mamah Rasa Anak kita, sedang kecapean. Jadi Biar kan dulu Gilang Istirahat yah Pah ?? " Bujuk Ibu Mayang lembut.


Tuan Guruh menatap Gilang dengan tatapan Intens nya, "Papah akan Tunggu kamu sampai kamu siap Lang. " Ucap Tuan Guruh ketus dan langsung Pergi dari tempat itu.


Ibu Mayang tersenyum pada Gilang, Dan mengelus Tulang punggung Gilang. " Sabar ya Nak, Papah kamu memang seperti itu. Tetal hadapi semua ini dengan kepala dingin. Dan Ingat Nak, Papah kamu mempunyai Riwayat penyakit yang berat !! Jangan khawatir, Mamah akan selalu mendukung kamu bersama Anita. " Ucap Ibu Mayang pelan pada Gilang.


Gilang yang menundukan kepala nya, langsung menengok pada Wajah Ibu nya. Dan memeluk Ibu Mayang. " Terima kasih Mah, Mamah dan Anita adalah Wanita terhebat dalam Hidup Gilang !! " Ucap Gilang dalam pelukan nya.


"Iya sayang, Sama-sama !! Oh ya cepat ceritakan, Bagai mana Perkejaan mu sebagai Tukang Ojek itu ?? Apa masih kamu jalani Nak, Mamah sebenar nya pengen banget loh. Ngerasaain dari hasil Ngojek kamu !! " Ucap Ibu Mayang, Dengan harapan bisa menghibur Gilang.


Gilang tersenyum, " Gilang masih Menjalani nya Mah, tapi kali ini Penumpang Gilang cuma itu-itu aja Mah, Gratisan Lagi Mah !! " Ucap Gilang tersenyum kecil.


"Maksud kamu Anita Nak ?? " Tebak Ibu Mayang.


"Iya Mah (gilang tersenyum geli ) walau pun dia tau sebenar nya Gilang ini, Anak dari Orang berada seperti Mamah dan Papah. Tapi Anita tetap, Ingin Melihat Gilang seperti Tukang Ojek saja Mah. Karna Kalau Gilang menjadi Seperti Anak Papah dan Mamah, Anita bilang tidak akan mengenali Aku Mah !! " Ucap Gilang Sambil menahan tawa nya.

__ADS_1


Dan Ibu Mayang pun tertawa mendengar Celotehan Anak nya itu.


__ADS_2