
Anita merasa tidak ada waktu lagi, Anita mengkhaji jika ucapan mertua nya itu seolah-olah memberitahukan keberadaan suami nya.
"Baik An, bersiap lah apa pun yang terjadi anggap ini sebuah kesalahan dan cobaan yang harus kamu lalui kembali, Tapi kenapa aku harus memikirkan Mas Mahesa seperti Laki-laki sebelum nya ? kenapa aku berpikir seperti itu hanya karna sebuah aroma farpum ? "Ucap Anita bimbang karna ada sedikit rasa takut dalam diri nya.
"Ada pepatah mengatakan, pirasat seorang Istri itu kuat sama hal nya pirasat seorang Ibu. Baik lah jika ini terjadi lagi aku harus kuat menghadapi nya. " Sambung Anita menguatkan diri nya.
Anita menyambar tas kecil berwarna hitam yang selalu ia bawa, Anita memanggil supir pribadi nya dan mengatakan jika ia meminta untuk di antar ken ke tujuan nya.
"Waduh Bu itu lumayan jauh, apa tidak beresiko dengan kandungan Ibu ? " Ucap supir pribadi nya, karna merasa khawatir.
"Masih daerah Jakarta kan Pak, ayo lah cepat atau kita tidak punya banyak waktu lagi. " Jawab Anita tegas waktu itu.
Tak banyak bicara lagi Supir itu langsung mengantarkan Nyonya nya.
Di dalam perjalanan Anita hanya berusaha terus berdoa dan menenangkan hati nya, Anita hanya wanita biasa oleh karna itu sekuat-kuatnya nya Anita pasti merasa rapuh jika kejadian itu terulang kembali, entah siapa yang harus ia salahkan akan nasib sial yang terus menimpa nya ber ulang kali.
Sementara Mahesa dan Ibu Inggrit terus saja bercanda gurau, tanpa Ibu Ibggrit tahu Amel selalu saja menggoda Mahesa sehingga Mahesa gugup di buat nya.
Ibu Inggrit Tiba-tiba melihat jam di pergelangan tangan nya, " Oh ya ampun, Mommy harus pergi Mommy ada janji bersama dengan klien. "
"Ih ko Tante buru-buru sih, padahal kan masih banyak yang harus di bicarakan. " Ucap Amel manja.
"Kita kan masih bisa bertemu lagi, Mommy duluan ya Mahes. " Ujar Ibu Inggrit mencium pipi kanan dan Pipi kiri Amel, begitu pun pada Mahesa.
"Aku antar Mom. " Ucap Mahesa, karna ia tahu Ibu nya itu datang bersama nya, sehingga tidak membawa kendaraan.
"Ah tidak usah, Mommy sudah pesan taxi online ko. Happy ya Nak ! " Ujar Ibu Inggrit sambil berdiri dan hendak pergi dari dalam kamar hotel itu.
"Mana mungkin Mommy akan membiarkan kamu pergi Mahes, sebentar lagi Anita pasti akan datang dan sebentar lagi akan selesai, Dan Anita akan sakit hati setelah itu Anita akan meninggalkan Mahesa, Hahahaha ... rasain kamu Anita ini hukuman setimpal karna kamu sudah berani meracuni pikiran suami dan anak saya. " Dengus Ibu Inggrit merasa puas dan menang dalam hati nya.
"Hati-hati Mom, kalau ada apa-apa langsung tlp ya ? " Ujar Mahesa.
__ADS_1
"Iya Sayang. " Jawab Ibu Inggrit keluar dari kamar hotel itu.
Sementara Amel semakin agresip setelah Ibu Inggrit keluar meninggalkan diri nya dan Mahesa.
Amel berdiri dan duduk di pangkuan Mahesa dengan nakal nya.
Mahesa sedikit kaget, sehingga ia terdian dan memandang Amel, Amel menuntun kedua tangan Mahesa dan ia lingkarkan di pinggang nya.
Mahesa masih terdiam.
"Sayang, ucapkan sesuatu ! kenapa diam saja, kamu tidak kangen ? " Bisik Amel di daun telinga Mahesa, sehingga ******* nafas Amel membuat mata Mahesa terpejam.
"Kita kan baru semalam bertemu. " Jawab kecil Mahesa.
"Memang, tapi permainan kita malam itu membuat ku ketagihan Sayang. Inggin rasa nya aku terus bersama mu. " Goda Amel mengelus wajah Mahesa.
Seketika aliran hangat terasa mengalir di tubuh Mahesa. Mahesa hanya tersenyum dan suka saat membayang kan nya.
Mahesa tidak menyadari jika ke khilap an nya yang terus saja terjadi pada diri nya, sebentar lagi akan terbongkar oleh Istri yang sebelum nya sangat ia perjuang kan.
Amel tidak ingin menyia-nyiakan waktu nya, Amel sengaja ingin membangkitkan gairah Mahesa yang tentu saja kini sangat mudah bagi nya, saat Mahesa tidak bisa melakukan nya dengan Anita, Mahesa pun sudah merasakan servis yang Amel kasih terhadap nya malam itu.
Dan beberapa waktu Anita menempuh perjalanan, hingga akhir nya ia sampai dan syukurlah perjalanan saat itu tidak macet.
Saat keluar dari mobil, kaki dan hati Anita terasa hampa. Namun Anita harus meneruskan langkah nya.
"Hati-hati Bu. " Ucap sopir itu.
"Iya Pak, Bpk tunggu sebentar ya. " Jawab Anita, keluar secara perlahan.
Anita sejenak terdiam di antara ingin keluar atau tidak, saat berada di dekat pintu mobil milik nya.
__ADS_1
"Apa aku sudah siap dengan apa yang akan terjadi ? " Ucap Anita dalam hati nya dengan mata sedikit berkaca-kaca.
Anita masih berharap apa yang dia curigai itu tidak benar, Anita berharap saat ia bertemu dengan Mahesa nanti, Mahesa akan berkata dan memeluk nya " Loh sayang kenapa di sini, aku lagi Metting bersama beberapa klien. " Dan Mahesa memperkenal kan satu-satu kliennya pada pada Anita, itulah harapan Anita.
Dan Anita tersenyum jika saja keinginan nya itu akan terwujud, sehingga kecurigaan nya akan hilang dengan cepat.
"Apa Ibu baik-baik saja ? " Ucap Pak sopir yang melihat Anita hanya terdiam dan tersenyum sendiri.
Seketika lamunan Anita hilang, saat mendengar pertanyaan Pak supir pribadi nya.
"Oh ya Pak, saya Baik-baik saja. Tunggu sebentar ya Pak. " Jawab Anita dengan ekspresi datar.
"Baik Bu. " Jawab Pak sopir tegas.
Kini Anita pun benar benar keluar dari dalam mobil.
Di sudut lain Ibu Inggrit melihat kedatangan Anita. Ia tersenyum dan enggan bagi nya untuk menyapa menantu nya itu, untuk itu Ibu Inggrit membiarkan Anita masuk dan melihat sendiri apa yang di lakukan Mahesa dan juga Amel di dalam kamar itu.
Anita menanyakan arah kamar hotel yang di sebutkan oleh Mertua nya tadi, dengan cepat Anita mendapatkan jawaban nya, karna sebelum Ibu Inggrit pergi ia sudah memberikan pesan perihal Kedatangan Anita pada Receptionis hotel itu.
Anita berjalan menyusuri lorong dan melewati beberapa pintu berwarna coklat yang ia lihat, Anita melihat setiap No pintu yang sudah ia lewati, hingga pada akhir nya langkah itu terhenti di sebuah pintu yang ia yakini ada seseorang yang sangat ia cintai dan ia percayai selama ini di dalamnya.
Anita ingin mengetuk pintu itu namun ia rasa tidak perlu, Dengan keyakinan nya Anita membuka pintu itu dan masuk ke dalam nya.
Bak tersambar petir dia siang hari, seketika mata Anita terkunci dengan pemandangan yang begitu sangat buruk bagi nya, Anita terdiam dan terpaku saat suami yang selama ini sudah memperjuangkan nya, suami yang selama ini sangat ia percayai kini Anita harus melihat suami nya itu sedang di jajaki oleh Wanita lain, dan parah nya Anita melihat tidak ada penolakan sedikit pun dari suami nya itu.
"Bajingan. " Ucapan itu spontan keluar dari mulut Anita.
Dan sontak saja dua inshan yang sesak asyik bercembu langsung berdiri dengan cepat nya.
Terutama Mahesa, sontak saya tubuh nya bergetar dan wajah nya memerah saat melihat Istri sah nya berdiri tidak jauh dari nya.
__ADS_1
"Mas bisa jelasin semua nya Sayang, sejak kapan ka-kamu datang ? " Ucap Mahesa gugup dan berjalan mendekati Anita.
"Jangan sentuh aku Mas. " Ucap Anita dengan deraian air mata tanpa isakan tangis terdengar oleh siapa pun.