
Ibu Inggrit menghampiri Mahesa seraya melihat kondisi nya kini.
"Nak ? " Sapa Ibu Inggrit pelan pada Mahesa yang kini sedang duduk seorang diri.
"Dalam sekejap aku sudah melepas berlian demi perak yang tak berharga, aku tidak menyalahkan Mommy di balik kejadian ini, aku yang lemah aku yang bodoh. " Ujar Mahesa dengan tatapan kosong nya.
"Tidak Nak, kamu tidak salah. Kamu Laki-laki berhak mencari kenikmatan yang lain, ini salah Anita kenapa dia tidak memberikan apa yang kamu ingin kan. " Jawab Ibu Inggrit dengan datar nya.
Seketika wajah Mahesa berubah murka, Mahesa bangkit dari duduk nya dan menatap Ibu Inggrit dengan wajah memerah.
"Apa ? Mommy membenarkan sikap ku belakangan ini ? sekarang aku bertanya sama Mommy, bagaimana jika Papah melakukan ini terhadap Mommy ? jelas-jelas Mommy sudah membiarkan Papah begitu saja dengan kesibukan Mommy selama ini, apa Mommy akan membenarkan sikap Papah ? Awal nya aku beranggapan aku yang bodoh karna aku lemah, tapi sekarang yang di katakan Papah benar, aku bodoh karna mau dengar ucapan manis Mommy. " Teriak Mahesa lalu meninggalkan Ibu nya begitu saja membawa kekecewaan dan emosi dalam diri nya.
Mahesa memasuki kendaraan nya, ia ingin sekali menemui Anita dan memeluk hangat anak nya.
Anak yang seharus nya lahir di sambut dengan kebahagiaan dan kehangatan, ini malah di sambut dengan kesedihan yang di sebab kan oleh ayah nya sendiri.
"Maaf kan Ayah Nak, tak seharus nya Ayah begini. Ayah tidak mau kehilangan kamu dan Ibu mu, doa kan Ayah Nak. Ayah ingin memperbaiki semua nya. Semoga Ibu mu mau memberi ayah kesempatan ke dua. " Ucap Mahesa saat mengemudi kendaraan nya.
Sementara Anita kini di kunjungi oleh laki-laki yang sangat membantu nya di saat-saat masa sulit nya saat hendak melahirkan.
__ADS_1
"Gilang ? " Ucap Anita saat melihat sosok Gilang hadir di ruangan nya.
"Hay An, boleh aku masuk ? " Tanya Gilang permisi terlebih dahulu.
"Silahkan masuk Lang. " Jawab Anita menyambut Gilang dengan ramah.
"Terima kasih An, Oh ... ya bagaimana keadaan kamu ? baby nya sehat kan ? " Tanya Gilang.
"Keadaan ku Baik-baik saja Lang dan berangsur membaik, dan baby nya pun sehat. " Jawab Anita dengan senyuman.
"Entah atas rencana Tuhan apa kita di pertemukan lagi An, sungguh aku sangat tidak menyangka. " Ujar Gilang.
" Ya ... sama seperti kehidupan kita An, aku yang mencoba mempertanggungjawabkan semua nya, menerima semua nya, tapi takdir juga yang telah memutuskan semua nya. " Sambung Gilang.
Di sela-sela percakapan Gilang dan Anita, tak di duga Mahesa datang dengan pakaian tak rapih karna melakukan perlawanan saat petugas ke amanan melarang nya masuk.
Anita dan Gilang menatap ke satu arah, begitu pun Mahesa yang tak menyangka jika ia akan melihat sosok yang sudah lama tidak ia lihat, kini ada di hadapannya.
"Kenapa kamu ada di sini ? kenapa dia ada di sini An ? " Tanya Mahesa pada Gilang dan juga Anita.
__ADS_1
"Ngapain kamu ke sini Mas ? bukan nya aku sudah bilang jika ........ " Ucap Anita yang sedikit tidak sadar jika Gilang ada di antara diri nya dan Mahesa.
"Oh ... jadi kamu mau mengambil kesempatan ini ? " Ujar Mahesa tertawa sambil mendekat pada Gilang.
"Mas, Gilang tidak seperti itu ! sudah lah. " Anita tahu jika Mahesa akan salah paham.
"Apa sebenar nya yang terjadi antara Anita dan Mahesa ? " Batin Gilang.
"Lang, aku mohon kamu keluar sekarang. " Pinta Anita pada Gilang.
"Kenapa harus terburu-buru istri ku sayang, bukan kah bertemu dengan mantan ke kasih itu sangat lah menyenangkan bukan ? " Ujar Mahesa mencegah kepergian Gilang.
"Tenang Mahes, sungguh kedatangan saya kesini tidak ada maksud apa-apa dan tidak untuk mengambil kesempatan Apa-apa, saya ke sini hanya ingin melihat keadaan nya saja. " Jawab Gilang berusaha tenang.
"Bulsyiiiiiitttt " teriak Mahesa mendarat kan pukulan di wajah Gilang tanpa aba-aba.
"Massssss .. " Teriak Anita.
Anita menekan tombol emergency yang ada di sekitar nya untuk meminta bantuan.
__ADS_1
Tak lama dari itu petugas ke amanan pun datang melerai perkelahian itu, Gilang tak di beri ke sempatan oleh Mahesa untuk membela diri nya sendiri.