
Di tempat tidur yang begitu berantakan masih terlihat kelelahan dua orang yang sudah bermain sepanjang malam.
Hingga akhir nya Mahesa pun terbangun karna badan nya terasa berat, Mahesa terbangun lalu kaget karna Amel tertidur di atas badan nya tanpa mengenakan pakaian sehelai pun.
Kaget nya Mahesa tidak ada guna nya. " Aku sudah melakukan nya. " Batin Mahesa menyingkirkan tubuh Amel dari atas badan nya.
Mahesa bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri nya.
"Bodoh, kenapa aku tidak bisa kontrol ! bukan kah aku tidak menyukai nya ? bagaimana dengan Istri ku jika mengetahui nya ? " Batin Mahesa sambil mengguyur badan nya dengan air dari atas shower itu.
Mahesa Buru-buru keluar untuk segera pergi dari apartement Amel, saat Mahesa keluar dari kamar mandi Mahesa langsung mengenakan pakaian nya ia melihat Amel masih tertidur pulas.
Namun saat Mahesa hendak pergi, Amel terbangun dan tertawa sambil menutupi diri nya dengan selimut tebal.
"Mau kemana sih sayang ? " Tanya Amel.
"Kita sudah salah Mel ! aku tidak bisa kontrol, dan semalam aku tidak pulang. " Jawab Mahesa gugup.
"Lalu ? sudahlah semua sudah terjadi, kita jalani saja. Lagian kita melakukan nya atas dasar suka sama suka kan ? tidak ada paksaan atau ancaman sedikit pun. " Ujar Amel.
"Iya aku tau itu, tapi aku minta rahasiakan ini ! " Pinta Mahesa.
"Tenang sayang, aku paham itu ! aku tidak akan memanfaatkan ini, karena aku sangat mencintaimu. Aku hanya minta satu saja, jika aku menginginkan waktu bersama mu aku harap kamu bisa memenuhi nya. " Pinta Amel.
__ADS_1
"Akan aku usahakan ! " Jawab Mahesa lalu pergi keluar dari apartemen Amel.
Sedangkan Amel malah tertawa puas, sungguh permainan malam tadi membuat candu bagi diri nya.
"Mahesa pasti puas dengan pelayanan ku malam tadi. " Ucap Amel di dalam kamar nya.
Sementara Anita masih menunggu kedatangan Suami nya.
"Mas semalam kamu tidak pulang, kamu pun tidak menghubungiku sama sekali, kemana kamu mas ? " Ujar Anita gelisah.
Anita mencoba menghubungi sekertaris suami nya itu.
"Hallo Put ? " Sapa Anita saat Putri mengangkat sambungan Tlp nya.
"Iya Bu selamat pagi, ada yang bisa saya bantu ? " Jawab Putri lembut.
"Oh iya Bu, Tuan baru saja sampai kantor. Apa ada pesan yang hasrus saya sampaikan Bu ? " Ujar Putri sopan.
Anita tidak menjawab, perasaan curiga atas ke khawatiran nya semakin kuat dalam hati Anita.
"Hallo ? " Ujar Putri karna tak mendapatkan respon.
"Oh iya maaf Put, tidak ada Put saya hanya inging menanyakan saja. Dan tolong jangan kasih tahu Tuan jika saya menghubungi kamu. " Perintah Anita pada Putri.
__ADS_1
"Baik Bu. " Jawab Putri tidak curiga apapun atas pertanyaan Anita.
Dan Mahesa duduk sambil memijat kepala nya yang tidak sakit sama sekali.
"Bagaimana kalau Papah sampai tahu kelakuan ku ini ? bagaimana jika Anita tahu ? " Ucap kecil Mahesa yang tidak kebayang jika kelakuan bejat nya itu di ketahui oleh Ayah dan Ibu nya.
"Baik lah tenang, sekarang aku akan hubungi Anita terlebih dahulu. Agar ia tidak curiga aku harus tetap tenang. " Sambung Mahesa seorang diri.
Sambungan telpon ia lakukan pada Anita.
Anita terkejut karna ponsel nya berdering tanda ada panggilan masuk bertuliskan SUAMI KU.
Anita menghela nafas panjang, dan membuang nya perlahan.
"Hallo Sayang ? " Sapa Mahesa mencoba tenang.
"Iya Mas ? " Jawab Anita berusaha lebih tenang, Anita tidak ingin mempertanyakan hal mengapa suami nya itu tidak pulang, Anita masih berharap jika Suami nya itu mau jujur terhadap ny.
"Kamu sedang apa ? jangan terlalu capek ! maaf saynag semalam aku tidur di kantor, dan aku lupa kasih kabar karna kerjaan ku sangat banyak. " Jelas Mahesa berhasil menghantam hati Anita sampai dalam.
Degggg ... perasaan dan hati Anita terhantam keras.
"O-oh ... begitu ya Mas ! emmm ... ya sudah tidak apa-apa. Kamu Hati-hati kerja nya. " Jawab Anita sangat bingung harus berbicara apa lagi.
__ADS_1
Anita tidak mau mengutarakan kecurigaan nya tanpa ada bukti sama sekali, Anita akan mempertanyakan kecurigaan nya jika ia pun sudah mendapatkan bukti nya.
Sejak percakapan itu Anita menetapkan dalam diri nya jika ia harus kuat apapun yang terjadi, Anita harus kuat jika hal terburuk akan terjadi pada diri nya, Anita terus menguatkan hati nya.