Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Pesta pernikahan


__ADS_3

BAB 114.


Langkah demi langkah Anita jajaki bersama dengan pasangan hati nya, Mahesa sangat memperhatikan langkah yang Anita lalui.


Mahesa memperhatikan wajah Anita, terlihat sangat anggun dan juga tenang, di luar dugaan Mahesa, Mahesa berpikir Anita akan merasa sedih atau bahkan murung saat berada di pesta mantan pacar nya.


Namun Mahesa salah besar, tidak ada kesedihan di raut wajah Anita, Anita terua menebarkan senyuman anggun nya pada siapa saja yang melihat nya.


Kini giliran Anita yang memperhatikan wajah Mahesa, " Mas, kenapa ?? Kok muka nya bingung gitu ?? " Tanya Anita mempererat genggaman nya pada lengan Mahesa.


Mahesa melirik Anita, lalu mengusap keringat yang terlihat di dahi nya.


"Tidak kok sayang !! Mas hanya mengkhawatirkan kecantikan mu saja, pasti banyak yang tertarik. " Ucap sinis Mahesa pada Anita.


Anita heran dan tidak percaya, jika harus ada yang khawatir. Maka yang harus nya merasa khawatir itu adalah Anita bukan lah Tuan Mahesa karna apa, jelas-jelas Tuan Mahesa mempunyai karisma yang Luar biasa, lalu apa pun dia punya pasti tidak sedikit orang tau terutama kaum wanita, bahwa Tuan Mahesa adalah pewaris tunggal dari perusahaan yang sangat besar.


"Bukan nya aku yang seharus nya merasa khawatir ya Mas ?? lihat di sekeliling kamu, tidak sedikit perempuan yang memperhatikan kamu. Lagian kalau pun ada Laki-laki yang tertarik pada diri ku, pasti dia akan melihat laki-laki hebat seperti apa yang ada di samping ku ini, pasti mereka akan berpikir dua kali untuk tertarik pada ku. " Jawab Anita, dengan muka datar dan nada yang sangat pelan.


Mahesa melirik pada Anita yang sibuk dengan senyuman palsu nya, karna Mahesa yakin Anita tidak nyaman berada di pesta itu.


"Tentu saja aku hebat, karna yang mendampingi ku adalah Wanita yang sangat hebat dan kuat .... Ya .... meskipun sedikit cengeng. " Ucap Mahesa menggoda Anita.


Anita mendelik gemas pada Mahesa, tanpa mereka sadari dari singgah sana ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka, terutama Anita.


Saat Anita tidak memperhatikan sekitar nya, Anita menahan pandangan nya pada seorang wanita paruh baya yang tersenyum penuh arti pada nya.


"Bu !! " Batin Anita berbisik.

__ADS_1


Anita memang tidak begitu dekat dengan Ibu nya Gilang, namun pertemuan singkat itu telah memberikan kesan mendalam di hati mereka Masing-masing.


Anita mencoba memalingkan pandangan nya kembali ke arah lain, namun pandangan nya terkunci kembali pada sosok Laki-laki yang sedang tersenyum lesu pada nya.


"Gilang !! " Bisik Anita kembali dalam batin nya, saat melihat sosok Laki-laki yang tidak asing bagi diri nya.


Gilang yang berpakaian pengantin, sedang duduk bersama Glen sebagai Pengantin Wanita nya.


Anita membuang pandangan nya dari Gilang menuju Mahesa, sementara Glen sangat senang karna Anita datang setidak nya Glen, bisa yakin jika Anita sudah merelakan Gilang sebagai suami sah Glenka.


Beberapa Orang yang tau akan Anita, kini pandangan nya tertuju pada Sosok Laki-laki di samping Anita, yang tidak melepaskan genggaman nya sama sekali pada tangan Anita.


"Ternyata Anita jatuh pada Orang yang lebih dari segala nya dengan anak ku Gilang, Maaf kan Ibu nak. Ibu tidak bisa membantu mempertahankan cinta kalian. Aku tau hati anak ku saat ini sedang hancur, tapi apalah daya sekali pun ruangan ini sesak oleh tamu undangan, tapi Ibu masih bisa terlihat jelas kesakitan yang sedang kamu rasakan saat ini Nak. " keluh sedih Ibu Gilang dalam hati nya.


"Apa kita akan langsung ke pelaminan ?? " Tanya Mahesa membuyarkan lamunan Anita.


"I-iya Mas, Ayo kita berikan ucapan selamat pada mereka. " Jawab Anita, berusaha meyakinkan Mahesa yang terlihat sangat tidak yakin saat itu


"Apa aku terlihat ragu sayang ?? " Tanya Anita pada Mahesa.


"Tentu saja tidak !! " Jawab Mahesa, sambil menarik lembut lengan Anita, untuk segera mendekat pada sepasang pengantin yang akan mereka ucapkan selamat itu.


Sesampai nya di pelaminan, Anita semakin jelas saat mendapatkan macam-macam arti dari tatapan yang ia rasakan. Pertama Anita melihat tatapan dari seorang Laki-laki yang begitu tajam, itu adalah Ayah dari Gilang, yang sempat menculik Anita waktu itu.


Mahesa menatap kembali tatapan dari Ayah Gilang pada Anita, sehingga tatapan tidak suka itu memudar dengan sendiri nya.


Lalu Anita menatap Ibu nya Gilang, namun sesuai dugaan Ibu Gilang menyambut Anita dengan baik, dan dengan pelukan yang sangat dalam.

__ADS_1


"Maaf kan aku Nak !! " Ucap Ibu Gilang berbisik saat memeluk Anita.


"Tidak Apa-apa Bu, manusia hanya bisa berencana, selebih nya yang maha kuasa lah yang menentukan nya !! " Jawab Anita menguatkan Ibu nya Gilang.


Anita perlahan melepaskan pelukan Ibu nya Gilang, dan lanjut pada pengantin Laki-laki yaitu Gilang.


Anita melebarkan senyuman keraguan nya, dengan mata yang terus saja menahan kesedihan nya, sekuat-kuat nya wanita jika di sakiti pasti akan sakit juga.


Gilang menatap Anita lalu tertunduk, Anita hanya menjulurkan tangan nya, lalu di sambut oleh Gilang. Saat Gilang terlihat ingin memeluk Anita, Anita menghindar lalu berlanjut pada pengantin Wanita dan memeluk nya.


Gilang menatap Anita, namun Mahesa menepuk pundak nya Gilang dan berbisik, " Ikhlas kan dia, saya akan membahagiakan nya !! jagalah istri mu, jangan sampai ada yang tersakiti kembali. " Bisik Mahesa pada Gilang.


Gilang tersenyum tidak senang pada Mahesa. " Kita lihat saja nanti, apa dia Benar-benar akan bahagia saat bersama mu !! " Jawab Gilang, berhasil membuat Mahesa membulatkan mata nya dengan sempurna.


Saat Anita sudah mengucapkan selamat pada Glenka, Anita sudah merasa dua Laki-laki yang ada di samping nya sedang berusaha menyalakan api di dalam diri nya Masing-masing.


Anita langsung menarik lengan Mahesa perlahan, dan mengajak nya turun dari pelaminan yang mewah itu.


Anita melewati Orang tua dari Glenka, Anita tidak memperdulikan itu, yang ada di pikiran Anita sekarang hanya lah rasa ke khawatiran pada diri Tuan Mahesa.


Saat sudah turun dari pelaminan, Anita mencoba tenang. Namun tatapan Gilang tidak tenang kelihatan nya.


"Emm ... Mas kita langsung pulang saja ya ?? Kebetulan aku tidak lapar, Apa mas mau makan dulu ?? " Tanya Anita dengan tatapan tidak tenang.


"Tenang lah sayang, Mas masih bisa kontrol ko !! Lebih baik kita pulang saja langsung, dari pada ada yang tidak tenang disini karna terlalu lama melihat kita. " Jawab Mahesa, yang langsung di mengerti oleh Anita.


Anita tersenyum lalu menganggukan kepala nya.

__ADS_1


Mahesa berencana untuk membawa Anita ke salah satu Restoran mewah yang dia tau di daerah bandung, lebih baik Mahesa mengajak Anita makan di luar. Dari pada makan makanan yang di hidangkan di pesta nya Gilang, Bisa-bisa yang punya tidak ikhlas.


Tuan Mahesa dan Anita pun bergegas keluar dari gedung pesta itu, gedung pesta yang cukup luas, namun terasa sesak bagi Anita dan juga Mahesa.


__ADS_2