Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Tagis Tuan Rama.


__ADS_3

BAB 132.


"Mahes !! Apa benar anak yang di kandung Anita itu adalah anak kamu ? " Tanya Dokter itu Tiba-tiba.


Mahesa sedikit tersinggung atas pertanyaan Dokter itu. " Iya. " Jawab Mahesa datar dan singkat.


Dokter itu merasa jika pertanyaan nya membuat Mahesa tersinggung. " Ma-maksud saya ya .... jika ada keraguan, kamu bisa mengajukan Tes DNA pada Anita, agar kamu dan juga Orangtua mu yakin jika Anita benar sedang mengandung anak kamu. " Ucap Dokter itu kembali membuat Mahesa Geram.


"Tidak perlu, tanpa Tes DNA pun aku sudah yakin itu adalah anak ku. " Jawab Mahesa datar kembali tanpa melirik Dokter itu.


"Oh ... ya baiklah jika begitu ! " Ucap Dokter itu tidak mau menanyakan atau pun memberikan saran pada Mahesa, karna kini Mahesa sedang di selimuti emosi yang begitu besar.


Mahesa terus saja menggempalkan kan tangan nya, saat mengingat kelakuan Ibu nya. Namun kadang Mahesa pun tersenyum kala mengingat ada darah daging nya yang sedang berkembang di janin Wanita yang sangat ia cintai.


Mahesa dan Dokter itu pun telah sampai di Pelataran rumah besar nan mewah yang bernuansa klasik itu.


Mahesa tanpa menunggu lama langsung keluar dari dalam mobil menuju rumah nya, Mahesa sedikit berlari tanpa melihat sekelilingnya.


Mahesa membuka pintu rumah nya dengan kuat, sehingga siapa pun yang mendengar nya akan kaget dan langsung berhamburan untuk melihat nya.


Tuan Rama yang mendengar suara keras itu langsung melihat, dengan syok Tuan Rama langsung menghampiri Anak nya laku menanyakan ada hal apa, Tuan Rama melihat noda darah ada di pakaian Mahesa.


"Nak kenapa ? ada apa ? " Ucap keras Tuan Rama, terus saja memaksa Mahesa untuk berbicara.


" Mom ... Mom ... Mommmmmm !! " Teriak Mahesa sudah tidak bisa menahan amarah nya.

__ADS_1


"Tenang Mahes, tidak baik seperti itu pada Mommy mu. " Ucap Tuan Rama menenangkan Mahesa.


"Tidak bisa Pah, Mahes harus segera menemui Mommy untuk menanyakan maksud dari perkataan nya pada Ayah nya Anita. " Jelas Mahesa tidak bisa di tenang kan.


"Kamu duduk di sini, biar Papah yang memanggil Mommy. " Jawab Tuan Rama sambil mendudukkan Mahesa di sofa dengan paksa.


Dokter yang sebelum nya bersama dengan Mahesa kini sedang duduk di samping Mahesa untuk menjadi saksi kejadian dirumah Anita.


Tak lama Tuan Rama menuntun Istri nya untuk menemui Mahesa. Tuan Rama kaget saat teman dekat nya yang berprofesi sebagai Dokter itu ternyata ada bersama dengan Mahesa.


"Ada apa Mahes ?? " Tanya Ibu Inggrit tenang.


Mahesa menatap Ibu Inggrit dengan tatapan tajam, " Mommy lihat !! aku menjadi korban kepicikan Mommy pada keluarga Anita. Apa ini yang Mommy mau hah ? " Jelas Mahesa dengan mata yang membulat berwarna merah dan di penuhi dengan linangan air mata.


"A-apa yang kamu maksud, Mommy tidak mengerti. " Ibu Inggrit pura-pura tidak mengerti.


"Nak tenang, bicarakan semua nya dengan kepala dingin, Jelaskan sama Papah. " Sambung Tuan Rama, sungguh Tuan Rama merasa seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.


Mahesa tidak menjawab pertanyaan Tuan Rama, Mahesa malah mengusap kasar rambut sampai wajah nya berulang kali.


"Ada apa ini ? " Tanya Tuan Rama pada sahabat nya.


Saat Dokter itu ingin menjelaskan, Mahesa berteriak. " Mom ingat, Mommy mau mengakui atau tidak yang jelas Mahes sudah kecewa, dan harus Mommy ingat Mahes akan tetap menikahi Anita tanpa restu dari Mommy. " Ucap keras Mahesa menekan nada bicara nya.


Tiba-tiba Tuan Rama menunjukan kekesalan nya dengan menggebrak meja yang ada di hadapan nya. Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam seribu bahasa.

__ADS_1


"Mom, cepat ceritakan apa yang Mommy katakan pada keluarga Anita, sehingga Mahesa yang menjadi sasaran kemarahan keluarga Anita, jika Mommy tidak mau menceritakan nya biar Papah yang cari tahu. " Ucap keras Tuan Mahesa.


Mahesa mulai menguluarkan suara nya. Mahesa bersudud simpuh di kaki Tuan Rama yang sedang duduk di samping nya. " Pah Mahes tolong nikahkan Mahes dengan Anita sekarang juga, Mahes tolong jangan dulu cari kesalahan Mommy terlebih dahulu, karna kesalhan Mahes lebih penting Pah. " Ucap Mahesa memegang erat tangan Ayah nya.


Mahesa sudah tidak perduli lagi jika tangis nya ada yang mengatakan bahwa ia Laki-laki lemah, Mahesa tidak tau lagi pada siapa untuk meminta pertolongan jika bukan pada Ayah nya.


"Katakan alasan kamu, meminta Papah untuk segera menikahi mu dengan Anita. Papah tidak akan memenuhi permintaan kamu jika Papah tidak tau akar permasalahan nya apa. " Jawab Tuan Rama tegas.


Ibu Inggrit hanya diam dan takut jika kedok nya terbongkar oleh suami nya, tapi Ibu Inggrit tetap tidak suka jika Mahesa menikah dengan Anita.


Ibu Inggrit memotong perkataan Mahesa yang ingin menjelaskan alasan yang di tanyakan oleh Tuan Rama.


"Oh ... jadi ini hasil dari kedekatan dengan wanita itu, Hah ?? kamu berani tidak menganggap Mommy, demi wanita itu ? Sungguh tidak baik Wanita itu. Jika kamu lebih memilih wanita itu di banding kan Mommy yang melahirkan kamu, jangan harap kamu bisa melihat Mommy lagi Mahes untuk selama nya. Dengan kejadian seperti ini buat Mommy Sakin jijik melihat Wanita itu. " Jelas Ibu Inggrit meninggikan suara nya.


"Mom, Mommy jangan membodohi diri Mommy sendiri, Mommy tidak sadar jika kelakuan Mommy seperti ini, sudah menyuruhku untuk lari dari tanggung jawab. Maaf Mom, saat ini aku akan lebih memilih Anita dari apa pun. TERMASUK ........ MOMMY IBU KANDUNGKU SENDIRI. " Jawab Mahesa, dengan wajah sangat merah padam menatap Ibu nya.


"Mahes sadar kamu, heh ... dia itu Ibu kandung kamu, tidak pantas kamu berbicara seperti itu. " Ucap Tegas Tuan Rama menasehati Mahesa.


"Pah, asal Papah tahu !! Mommy menyuruh ku untuk meninggalkan Anita dan membuang anak yang sedang di kandung oleh Anita, Mommy menyuruh ku untuk tidak mengakui jika Janin yang sedang di kandung Anita adalah Anak ku. Apa Papah ingin seperti Mommy juga ?? tidak akanengakui jika anak yang sedang di kandung oleh Anita adalah Cucu kalian, seperti itu Pah ?? " Jelas Mahesa dengan penuh emosi dan air mata.


Duaaaaaaaaarrrrrrrrrr !!! hati Tuan Rama runtuh seketika, pertahanan keras Tuan Rama ambruk seketika, setelah mendengar kata (Cucu) dari Mahesa.


"Benarkan begitu Nak !! Papah akan menjadi kakek. " Ucap sendu Tuan Rama pada Mahesa.


Kepribadian Tuan Rama seketika tidak terlihat lagi seperti Tuan Rama sebelum nya, yang terkenal sebagai Laki-Laki keras dan garang.

__ADS_1


Tuan Rama memeluk erat Mahesa. " Iya Pah !! Anita mengandung Anak Mahes, cucu Papah. " Ucap Mahesa dalam pelukan erat Tuan Mahesa.


"Papah akan menikahkan mu secepat nya Mahes, bawa Papah ke rumah Anita secepat nya Nak. " Ucap Tuan Rama tidak sabar ingin melihat Mahesa dan Anita bersatu, dan Tuan Rama tidak sabar ingin segera menimang cucu nanti nya.


__ADS_2