
BAB 142.
Singkat cerita semua resepsi sudah di laksanakan dengan meriah dan tanpa masalah, kini waktu nya Anita dan Mahesa pulang ke rumah baru mereka.
Rumah minimalis yang siapa pun akan nyaman berada di rumah itu, Anita kini sudah menjadi Nyonya Mahesa di rumah itu.
Hari demi hari, bulan demi bulan Anita lewati dengan penuh kebahagiaan, Tuan Mahesa sangat memperlakukan Anita sangat baik.
Walaupun Nara tidak mau ikut ke rumah mereka, tapi itu tak dapat menghalangi mereka untuk selalu bersama Nara, setiap 2 hari sekali Anita selalu minta di antarkan untuk menemui Nara.
Hingga pada saat nya kini kandungan Anita sudah menginjak usia 8 bulan. Anita tidak banyak mengeluh tentang kehamilan nya.
Di malam hari, Anita semakin tidak bisa tidur Karna sudah merasa begah, Anita tak sampai hati membangunkan Suami nya yang sedang tertidur pulas.
Anita tidak kaget akan kondisi nya yang sekarang, karna saat mengandung Nara pun Anita merasakan hal yang sama.
Di pagi hari Anita terbangun dengan tangan terus memegang pinggang nya, perasaan begah karna perut nya yang sudah cukup keras membuat Anita merasa kesusahan untuk melakukan sesuatu.
Anita menyiapkan sarapan pagi sebisa nya untuk sang suami, walaupun itu hari libur Anita harus tetap Bagun pagi.
Tuan Mahesa masih nyaman dengan selimut tebal dan kasur empuk nya, seolah-olah enggan melepaskan kehangatan yang sedang ia rasakan.
Anita menyeka keringat yang hendak menetes di kening nya, Anita memang menggunakan jasa asisten rumah tangga, tapi orang yang biasa mengurusi pekerjaan rumah tangga nya sedang sakit dan harus pulang kampung terlebih dahulu.
Anita duduk sejenak di sebuah kursi makan yang berada dekat dengan nya, Anita menyenderkan tubuh nya di kursi itu.
Dengan tangan mengelus hangat perut nya, Anita membayangkan jika Buah hati nya sudah hadir di dunia ini maka kebahagiaan dia akan semakin sempurna.
Anita tersenyum menatap bagian perut nya yang merasakan tendangan dari sang Buah hati, rasa lelah sejenak hilang.
Beberapa saat Anita mendengar suara bel berbunyi dari ruang depan, Anita yang masih mengenakan pakaian hamil dan sebuah blazer tipis langsung berjalan untuk melihat siapa yang datang.
Pikir Anita itu kedua Orang tua nya beserta Nara, dengan percaya diri Anita membuka pintu itu berharap perkiraan nya benar tentang siapa yang datang.
Senyuman bahagia Anita perlahan memudar saat mata nya melihat jelas bahwa yang datang bukanlah orang yang ia harapkan.
"Bu ?? " Ucap Anita pada mertua nya.
Seorang wanita yang berpakaian modis dengan kaca mata coklat besar sedang melipatkan kedua tangan nya di hadapan Anita.
Ya ... dia Ibu Inggrit, Ibu Inggrit membuka kaca mata nya perlahan dan memperhatikan penampilan Anita dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Ibu Inggit menyunggingkan senyuman kecil pada sudut bibir nya, dan menaikan kaca mata yang ia kenakan ke atas kepala nya.
"Ayo masuk Mel !! " Ajak Ibu Inggrit tanpa membalas sapaan menantu nya sendiri.
Ternyata Ibu Inggrit tidak datang seorang diri, Ibu Inggrit datang bersama wanita yang mungkin tidak jauh beda umur nya dengan Anita, namun penampilan nya sangat berbeda.
__ADS_1
Anita yang masih terlihat kusut karna baru saja selesai memasak, sedangkan wanita itu berpenampilan cantik, dengan rambut lurus panjang pakaian yang cocok untuk badan nya yang ideal itu membuat siapa pun yang melihat nya akan terpesona.
Dia adalah Amel, Anak pengusaha dari Negara sebrang dimana di Negara itu Ibu Inggrit berhasil melebarkan sayap karir nya sebagai seorang Designer.
Anita di buat mati kutu oleh sikap Ibu Inggrit, namun senyuman ramah masih terlihat dari wajah Anita, Ibu Inggrit dan Amel memasuki rumah Anita tanpa permisi.
Kedua wanita itu berjalan melewati Anita yang masih memegangi Knop pintu.
"Jadi itu istri nya Tuan Mahesa ? " Tanya Amel berbisik.
Anita dapat mendengar nya, Anita menganggap pertanyaan itu hal yang wajar.
Ibu Inggrit tidak menjawab nya, dia hanya menggerakan kedua alis dan menganggukan kepala nya sedikit.
"Ko penampilan nya seperti itu sih Tan, tidak mencerminkan bahwa dia itu adalah seorang menantu dari Designer terhebat seperti Tante. " jawab Amel masih berbisik, dan memasang wajah heran nya.
Anita mulai tidak nyaman dengan suasana hati nya, Anita memperhatikan diri nya di depan cermin sekilas.
Ibu Inggrit tertawa kecil saat mendengar celotehan Amel.
"Emm ... Mahesa mana ? Apa dia masih di kamar ? " Tanya Ibu Inggrit tanpa menoleh pada Anita dan meletakan Tas mahal nya dengan sangat hati-hati.
"Iya Bu ... dia masih tidur !! " Jawab Anita tak nyaman saat melihat mata Amel terus saja memperhatikan nya.
"Oh ... " Jawab Ibu Inggrit sambil berjalan untuk menaiki anak tangga menuju kamar Pribadi Anita dan Tuan Mahesa.
"Bu !! biar saya yang membangunkan Mas Mahesa. " Ucap Anita berhasil memberhentikan langkah Ibu Inggrit.
Anita menaiki anak tangga menuju kamar nya, untuk membangunkan Suami nya.
"Begitu tuh kelakuan nya, selalu bersikap tidak sopan !! " Celetuk Ibu Inggrit kesal saat melihat Anita.
Tanpa dia sadari jika dia lah yang bersikap tidak sopan pada Anita.
Anita kini sudah sampai di depan kamar nya, Anita membuka perlahan pintu itu dan lansung melihat Tuan Mahesa masih tertidur lelap di bawah selimut tebal nya.
Anita menutup kembali pintu nya dan tak lupa mengunci nya takut ada yang masuk tanpa seijin nya.
Anita berjalan mendekati wajah suami nya. Anita tak tega membangunkan nya, karna Anita tau itu hari libur.
Anita mengelus lembut kening Suami nya sampai pada pucuk rambut nya beberapa kali.
Tuan Mahesa menggeliat kecil saat merasakan belaian hangat pada wajah nya.
Tuan Mahesa melirik pada Anita dan tersenyum. " Apa sayang ? ini kan hari libur !! " Ucap Mahesa dengan muka bantal yang enggan membuka mata nya sedikit pun.
Tuan Mahesa menarik tubuh Anita perlahan agar duduk di samping nya, Mahesa memeluk perut Anita perlahan, mengecup dan mengelus perut Istri nya memang sudah menjadi kebiasaan bagi seorang Tuan Mahesa setiap hari nya.
__ADS_1
Anita tersenyum dan terus mengelus lembut rambut suami nya itu.
"Mas ... di bawah ada Ibu. " Ucap Anita kecil.
Tuan Mahesa tak memberikan respon beberapa saat, namun setelah itu Mahesa baru membuka mata nya perlahan, dan melihat jam yang ada di kamar nya.
"Mommy ? " Ucap serak Mahesa.
Anita menganggukan kepala nya perlahan dengan wajah sedikit di tekuk.
"Mau apa Mommy datang sepagi ini ? " Tanya Mahesa mengsecup kembali perut Anita dan setelah itu Bagun lalu terduduk di hadapan Anita.
Anita terdiam enggan menjawab pertanyaan dari Suami nya itu.
"Sayang ?? " Ucap Mahesa sambil mengusap lembut wajah nya yang masih merasakan kantuk.
"Dia tidak datang sendiri Mas !! " Anita merasakan suasana hati nya tidak baik padahal itu masih pagi.
"Oh ya !! Sama Papah ya ?? " Tebakan Mahesa belum menyadari kekesalan Istri nya itu.
Anita berdiri perlahan sambil memegangi perut nya, untuk mengambil kain handuk untuk Suami nya.
Tuan Mahesa berdiri, dan menjauhkan selimut yang sedang ia pakai, Mahesa menghampiri Istri nya yang berdiri di hadapan sebuah lemari untuk menyiapkan pakaian untuk ia kenakan nanti nya.
Tuan Mahesa memeluk tubuh Istri nya dari arah belakang, pelukan itu selalu Anita dapatkan setiap saat tanpa harus di minta.
"Kenapa ? " Bisik Mahesa pada telinga Istri nya.
Anita menggelengkan kepala nya perlahan, " Cepat lah mandi dan temui Ibu, aku tidak mau jika Mas kelamaan menemui Ibu, Ibu akan kesal dan menyalahkan nya padaku. " Jawab Anita kesal.
"Cobalah berdamai dengan Mommy Sayang !! cobalah berdamai dengn hati mu, maafkan kesalahan Mommy pada mu. " ujar Mahesa masih memeluk tubuh Istri nya.
"Kesalahan seperti apa yang tidak pernah aku maaf kan Mas ? " Tanya Anita membalikan tubuh nya perlahan dan mengahadap pada tubuh Suami nya.
Mahesa melihat kekhawatiran di wajah Istri nya itu.
"Ya sudah Mas mandi dulu, kamu temani Ibu saja dulu !! Mas tidak lama ko. " Ucap Mahesa tanpa sadar bersama siapa Ibu nya itu datang.
"Tidak Mas !! setelah Mas selesai giliran aku yang akan mandi, aku tidak mau penampilan ku di hujat oleh tamu kamu itu. " jawab ketus Anita berhasil membuat wajah Mahesa kebingungan.
Mahesa tidak ingin berbicara banyak lagi, Mahesa akan cari tau apa yang membuat Istri nya kesal di pagi hari itu.
"Ya sudah !! apa kita mandi bareng saja ? " Ajak Mahesa menggoda Anita.
Anita seketika merasa malu.
"Tidak Mas, aku mau bereskan tempat tidur dulu. " Jawab Anita menjauh dari Suami nya.
__ADS_1
Karna kalau tidak, Mahesa akan membawa Paksa Anita untuk mau ikut mandi bersama nya.