
BAB 106.
Anita menahan kepergian Tuan Mahesa,
" Sayang !! Apa kau akan meninggalkan ku " Ucap pelan Anita.
Mahesa tersenyum haru, mendengar ucapan Anita. "Tentu saja aku tidak akan meninggalkan mu, itu pun jika kau meminta nya. " Jawab Mahesa kembali mendekat pada Anita.
Gilang tersenyum lemas saat melihat kedekatan Anita dengan Pria lain selain diri nya, jika ada yang melihat atau bahkan Anita bisa melihat Gilang dari dekat.
Gilang saat ini sedang meneteskan Air mata penyesalan nya, Sungguh Gilang tidak mampu merelakan sepenuh nya Anita untuk Laki-laki Lain.
Tuan Mahesa mengerti pada kebingungan Anuta saat ini, Tuan Mahesa mencoba bersikap bijaksana, dengan susah payah Mahesa menekan egois nya demi kenyamanan Anita, dengan segenap rasa kepercayaan nya pada Anita.
Tuan Mahesa melihat wajah Anita kemudian tersenyum, Mahesa melihat Anita dengan susah payah menahan Air mata nya agar tidak keluar dari tempat nya, namun apalah daya Air mata itu terus memaksa dan akhir nya menetes tanla henti.
"Sayang, kenapa kamu menangis ?? " Tanya Mahesa mengusap air mata Anita.
Desas-desus pun mulai terdengar samar di telinga Maheya maupun Anita, tapi Anita tidak memikirkan nya Anita hanya bingung harus bersikap bagaimana, Anita ingin sekalk pergi bersama Tuan Mahesa, namun Anita tidak tega meninggalkan Gilang begitu saja, tanpa Kata-kata apapun.
Karna Anita pun tau, Gilang datang hanya untuk menemui nya.
"Mas !! Apa aku menyakiti mu kali ini ?? Apa aku menyakiti mu ?? di hari dimana kita baru merajut hubungan yang baru kita ucapkan !! Maf kan aku Mas, Sungguh aku tidak bermaksud !! Tolong, bawa aku pergi dari sini Mas !! Bawa aku Mas, Bawa aku !! " Ucap Rani di hiasi isakan tangis, yang membuat Mahesa semakin Rapuh mendengar nya.
"Aku akan membawa mu Ann, kamu jangan khawatir. Kamu tidak menyakiti ku !! Aku lebih merasakan sakit, jika kami terus menangis !! Hapadi Ann, kita hadapi Sama-sama. Bukan kah aku sudah berjanji, akan membantu mu untuk melupakan Laki-laki itu !! Temui lah saja dia, Aku tunggu di mobil, jika aku rasa waktu kamu untuk berbicara dengan diri nya sudah cukup, aku akan membawa mu pergi dari hadapan Laki-laki itu. " Ucap Mahesa, walaupun ucapan nya terdengar yakin, tapi hatinya tidak ada yang tahu.
Mahesa melepaskan sentuhan nya pada Anita secara perlahan, Tapi Anita tidak Rela jika Mahesa pergi dari sisi nya.
"Mas !!! Mas !!! " Panggil Anita saat Mahesa sudah dua langkah berjalan dari hadapan nya.
Mahesa hanya tersenyum dan melanjutkan langkah nya, Anita hanya menundukan kepala nya lalu Anita mengangkat kepala nya perlahan, untuk melihat Sosok Gilang yang masih berdiri mematung di bawah terik nya sinar matahari.
Anita melangkahkan kaki nya dengan berat, Yang Anita pikirkan sekarang hanyalah Perasaan Tuan Mahesa, Bibir bisa berkata Iya tapi hati belum tentu berkata Iya.
__ADS_1
Mahesa masuk kedalam mobil nya, namun tatapan terus pada Anita yang Masih mematung dan tidak melanjutkan Langkah nya. Mahesa sangat merasakan sakit di hati dan kepala nya.
Hati yang terasa perih dan kepala yang terus saja berdenyut, memikirkan apa yang akan dia lihat.
Anita ingin segera meng akhiri urusan nya dengan Gilang, agar Anita bisa berada di samping Tuan Mahesa saat ini.
Anita menghampiri Gilang, Gilang teringat saat Masa-masa dulu masih bersama dengan Anita, saat Gilang selalu mengantar atau pun menjemput Anita pada sore hari.
Anita semakin mendekat, Gilang tak kuasa menahan rasa Rindu nya pada Anita. Anita yang dulu selalu menyambut nya dengan senyuman bahagia nya, kini Gilang melihat ada rasa canggung dalam diri Anita.
"Ann ?? " Ucap Gilang pada Anita lembut.
Sungguh rasa sakit yang semakin tergores, saat Gilang kini kemabli hadir di hadapan nya, Sakit bak tertusuk duri tajam di hati Anita.
"Ann ?? " Teguan Gilang kembali terucap, karna Anita tak juga menyapa nya atau pun melihat nya.
Anita mengangkat wajah nya perlahan, dengan mata di penuhi dengan Air mata yang terus saja Anita bendung.
Anita tersenyum di atas rasa sakit yang semakin ia rasakan.
"Apa kabar Ann ?? Lama tak jumpa !! " Ucap Gilang menahan haru nya dengan senyuman yang begitu ketir siapa saja yang melihat nya.
"Emm ... Ba-baik Lang !! " Jawab Anita semakin tak enak pada Tuan Mahesa.
"Apa aku datang di saat yang sudah tidak tepat Ann ?? Aku rindu saat menjadi Ojeg pribadi mu Ann, Aku yakin kau tidak akan lupa itu !! " Ucap Gilang, berhasil membuat Anita mengeluarkan Air mata yang susah payah ia bendung.
"Aku susah payah melupakan semua itu Lang !! Tapi kenapa kau datang dan mengungkit nya lagi !! Apa kau tidak sadar Lang, di antara kita sudah ada orang lain, Kenapa kau datang, dan pergi dan kini datang lagi, seenak nya kamu dan semau nya kamu !! " Ucap Anita menahan emosi nya pada Gilang.
Gilanh tak tega melihat Anita kembali menangis tersakiti, dan sial nya saat ini Gilang lah yang bersalah. " Ann Aku mohon !! Ikut aku sebentar saja, aku ingin kita bicara !! Aku ingin
bicara, agar kita berdua benar-benar bisa merelakan satu sama Lain, terutama aku Ann, aku belum bisa lupa semua tentang kamu. " Ucap Gilang memohon pada Anita.
"Apa lagi yang perlu di bicarakan Lang, Apa kau ingin bicara sebuah pernikahan diri mu dan Glenka ?? jangan khawatir Lang, Aku akan datang dan ikut berbahagia di dalam nya. " Potong Anita tidak mau ikut bersama dengan Gilang.
__ADS_1
"Bukan itu Ann, Apa kita bisa bicara di tempat lain Ann ?? " Gilang meraih tangan Anita.
Mahesa menegakkan tubuh nya, saat melihat tangan Anita di pegang oleh Gilang. Mahesa memang melihat Anita melakukan pemberontakan, namun Gilang terus memaksa dengan keras, agar Anita mau masuk ke dalam mobil nya untuk ikut bersama dengan Gilang.
Mahesa tidak mau berbuat keributan di wilayah perusahaan nya, Mahesa akan mengikuti kemana Arah mobil Gilang melaju saat membawa Anita.
Mobil Gilang dan Mobil Mahesa pun sudah kelur dari pelataran kantor itu.
"Lang, aku gak suka ya kamu memaksaku seperti ini !! Di antara kita sudah selesai Lang. " Ucap Keras Anita pada Gilang.
"Ann, aku tidak akan menyakiti mu sungguh !! Aku hanya ingin bicara dengan mu, walau pun iyu hanya sebagai seorang teman !! " Jawab Gilang, berhasil membuat Anita membuka mata nya lebar-lebar.
Anita mulai bisa tenang, karna Anita yakin Gilang bukan lah Laki-laki berengsek, yang selalu melakukan hal buruk untuk mendapatkan keinginan nya, atau bahkan sampai menyakiti orang lain, itu bukan sifat Gilang.
Anita melihat dari kaca Spion, kalau mobil Tuan Mahesa sedang mengikuti Mobil Gilang, Anita cemakin cemas karna Sesampai nya, takut saat dimana Gilang telah sampai di tempat tujuan, akan ada keributan di sana.
Anita cepat-cepat mengirim pesan singkat pada Guan Mahesa. " Mas yang tenang ya ?? Gilang tidak berbuat Macam-macam pada ku. Aku tidak mau ada keributan nanti nya, Gilang ingin berbicara pada ku sebagai seorang teman !! " Anita mengirimkan pesan singkat itu.
Mahesa segera membaca nya, meskipun hati nya tidak tenang.
"Aku mengikuti mu dari belakang, hanya ingin memastikan mu Baik-baik saja Ann, Aku percaya pada mu Ann. " Jawab Tuan Mahesa.
"Aku tau, kau orang yang baik Mas. Maaf jika aku berkesan seperti wanita murahan atau bahkan gampangan !! " Balas Anita kembali dalam pesan singkat itu.
"Kau bukan Wanita murahan Ann, kau hanya orang yang ingin menyelesaikan sebuah masalah. lebih baik seperti itu Ann, dari pada kau lari dari masalah yang belum selesai. Maaf aku telah memaksamu untuk menerima ku di saat urusan mu belum selesai Ann !! " Jawab Tuan Mahesa pada pesan singkat itu.
"Tidak Apa-apa Mas, mungkin ini sudah menjadi goresan takdir, yang sudah Tuhan tetap kan untuk hidup ku Mas !! " Jawab Anita, sambil tersenyum.
Gilang memperhatikan Anita sekilas, dan Gilang tau Mobil di belakang terus saja mengikuti nya.
"Benar kan dugaan ku Ann !! Atasan mu itu memang mengingnkan diri mu. " Celetuk Gilang pada Anita.
"Entah lah Lang, saat itu aku tidak terlalu memikirkan nya, namun saat aku terluka oleh kenyataan !! dia lah yang ada di sisi ku, dan meyakinkan ku, jika aku harus bangkit demi Nara. " Jawab Rani singkat.
__ADS_1
"Aku paham Ann, Mudah-mudahan dia yang terakhir untuk kamu Ann !! walaupun sebelum nya aku lah yang bermimpi untuk menjadi yang terakhir untuk kamu !! " Ucap Gilang sambil fokus pada setir nya.