
BAB 67.
"Tante ... Percaya sama saya !! Jangan lihat saya sebagai Wanita yang Di cintai Oleh Anak Tante!! Anggap saya sebagai Sahabat Tante!! " Ucap Lembut Anita, mampu menyejukkan Hati Ibu Mayang.
Ibu Mayang mulai percaya, Bahwa Anita bisa melewati Cobaan ini dengan Dewasa.
"Ann, Tante tau kamu Anak baik. Jika semisal nya Tante minta kamu Untuk jauhin Gilang, Bagaimana Tanggapan kamu ?? " Ucap Ibu Mayang tanpa Ragu.
Duaaaarrrrrr !!!!
Anita memang sudah menduga Masalah yang akan mereka hadapi, Tapi itu hanya Masalah Materi. Bukan yang lain.
Anita terdiam sejenak dan mencoba Mengimbangi Perasaan dan Pikiran nya, Perasaan Anita saat ini memang sedang kecewa dengan perkataan Ibu Mayang, Namun pikiran nya tetap harus jernih.
Setelah beberapa Menit Anita mulai membuka suara Tentang pendapat nya.
"Ehmm ... Tan ?? Jika tante meminta pendapat saya, Untuk menjauhi Gilang. Saya Tidak bisa, Karna Saya Mau pun Gilang Mempunyai Rasa yang Tulus untuk saling mencintai, Berbeda kalau saya mencintai Gilang hanya karna Materi nya, Mungkin saat ini saya akan mengajukan Permintaan saya Berupa Uang pada Tante, Agar saya dapat meninggalkan Gilang. Saya yakin Tante bisa melihat ketulusan dalam diri saya, karna kita Sama-sama Wanita. Saya Bisa meninggalkan Gilang, Asal Gilang yang meninggalkan Saya, bukan saya yang harus meninggal kan Gilang. Tapi apabila kami Berdua tidak mau saling meninggalkan. Mohon Maaf Tante, kami akan berjuang Bersama-sama Demi hubungan kita. " Jelas Anita tenang pada Ibu Mayang, Tanpa ada Emosi sedikit pun keluar dari Mulut Anita.
Ibu Mayang mengerti akan perkataan Anita saat ini. Ibu Mayang Masih belum bisa berkata lebih banyak.
"Apa boleh saya tau Tan ?? Apa penyebab Tante bisa berkata seperti itu pada saya ?? " Tanya Anita tersenyum tulus walau pun hati nya seperti tersayat.
"Dengan Berat hati Tante katakan Ann, Gilang sudah di jodohkan Oleh kami terutama sama Papah Nya Gilang, Dengan Wanita yang dulu pernah mengisi hati Gilang !! Namun Gilang berusaha keras menolak nya, Karna mungkin Sudah ada kamu di hati nya, Bahkan kami sudah mempersiap kan Cincin pertunangan Mereka. Maaf kan Tante Ann, bukan Maksud Tante ingin menyakiti mu !! kami hanya menginginkan Gilang, memilik Pasangan yang terbaik, dan Pendidikan nya jelas. Karna" Ucap Ibu Mayang merasa bersalah.
Air mata kini telah Lolos keluar dari Mata Anita, Walau pun wajah nya terus memancarkan senyuman Tulus nya.
"Apa menurut Tante, aku tidak Baik Tan ?? Apa karna Aku seorang karyawan Biasa, dan Hanya seorang Janda !! Saya tidak Pantas menjadi Pendamping Anak Tante ?? " Ucap Anita, menatap Ibu Mayang Tetap dengan Senyuman namun Di hiasi Tetesan Air mata.
"Ma-maksud Tante bukan begitu Nak, Hanya saja Om dan Tante sudah Mengenal Glenka Sejauh ini, di banding dengan kamu !! Sebenar nya Glenka adalah Wanita yang dulu sangat Gilang cintai, Mungkin karna Ambisi besar Glenka Melanjutkan Pendidikan Nya di Luar Negri, memaksa nya untuk meninggalkan Gilang, Gilang tidak mau Glenka Pergi. Karna Glenka memaksa, Akhir nya Gilang terpuruk. Hingga Akhir nya Gilang bertemu dengan kamu !! tapi sekarang Glenka Kembali, dam meminta segera mempercepat pertunangan nya, Tante dan Om sangat setuju. karna Tante Lihat, Gilang dan Glenka sangat cocok, Dan Glenka Orang terpelajar. dan sekarang Gilang menolak Mentah-mentah Pada Glen. Itu lah yang tante takut kan untuk sekarang ini. " Jelas Ibu Mayang, terus menggemgam Tangan Anita dengan erat.
"Sebanar nya Tante, tidak Masalah Nak. Mau Gilang menikah dengan kamu Pun. Tante tidak perduli !! Asalkan Anak tante bahagia !! Tapi tidak pada Suami Tante yaitu Ayah Gilang, dia Sangat Keras Nak, Dan Tante tidak bisa memaksa Suami Tante untuk mengalah atas Hidup Gilang. Karna Suami Tante itu Mempunyai Riwayat Penyakit yang membahayakan hidup nya. Dan tante takut jikalau Suami Tante Anfal setelah Berlarut dalam masalah hidup Gilang. " Ucap Ibu Mayang, dengan Wajah Cemas nya.
Ibu Mayang memang menjelaskan nya Dengan cara Baik-baik, Namun Sedikit nya Ibu Mayang membandingkan Anita dengan Glenka, jika Ibu Mayang melihat Glenka Lebih baik, berarti Di mata Ibu Mayang Anita kurang baik.
__ADS_1
Anita kini di hantam oleh kenyataan Pelik ke dua kali nya, yang pertama Anita harus menerima kenyataan bahwa Gilang sudah di jodohkan, ke dua seandai nya Anita dan Gilang Bersi keras mempertahan kan Hubungan nya, bagai mana Dengan Ayah nya Gilang.
Anita tidak mungkin menghilangkan Nyawa seseorang, seandai nya Ayah Gilang Anfal karna Hubungan nya.
Anita melepaskan Genggaman Tangan nya pada Tangan Ibu Mayang.
Anita menyeka Air mata nya, dengan cepat. Dan kembali tersenyum.
"Tante, jangan khawatir !! Om tidak akan Kenapa-napa ko, Percaya sama aku !! " Ucap Anita meyakin kan Ibu Mayang.
"Lantas, apa yang akan kamu lakukan Ann ?? " Tanya Ibu Mayang khawatir.
Anita hanya tersenyum dan mengusap lengan Ibu Mayang dengan lembut.
Ibu Mayang kini menjadi Berharap bahwa Anita bisa, meluluhkan Hati Suami nya.
Anita kini terpuruk dalam lamunan nya, Mungkin ini jawaban nya, kenapa Anita selama ini seakan melihat ke khawatiran dalam Diri Gilang.
Dan Akhir nya Gilang pun Tiba dengan santai nya.
Gilang menarik Nafas nya sangat dalam, dan membuang nya secara kasar.
"Bagus mah Data an semua nya Bagus, setiap Bulan nya sangat meningkat Mah !! " Ucap Gilang menatap Yakin pada Ibu Mayang.
"Syukur lah Nak, Itu yang Mamah harap kan !! " Jawab Ibu Mayang bersyukur.
"Ma-maaf tante, Saya Permisi ke toilet dulu !! Lang sebentar ya ?? " Ucap Anita tiba-tiba, sambil membuang Muka nya pada Gilang.
Gilang merasa ada yang tidak beres pada Anita.
Saat Anita berlari kecil ke Toilet, Gilang pun meminta ijin untuk mengambil barang yang ketinggalan, padahal Gilang hendak menyusul Anita.
Anita menangis seraya menumpahkan kesedihan nya, setelah tadi Pura-pura kuat di hadapan Ibu Mayang.
__ADS_1
Gilang mendengarkan Di balik Pintu Toilet itu. terdengar suara Isakan tangis di dalam nya. Sudah Gilang duga, Ibu Mayang pasti sudah menceritakan semua nya pada Anita.
Gilang mencoba mengetuk Pintu Toilet itu, Gilang yakin di dalam hanya Ada Anita.
"Tok ... tok ... tok " Suara Pintu di ketuk oleh Gilang.
Anita menoleh pada Pintu yang sedang di ketuk itu.
"Sayang ini aku Gilang !! Kamu Gak Papa kan ?? " Ucap Gilang dari balik pintu itu.
Anita Buru-buru membersihkan Sisa Air mata yang berlinang di Pipi nya. saat tau di balik pintu itu ada Gilang yang sedang mengkhawatir kan ny.
Anita keluar dengan rasa percaya diri nya dari toilet itu, Dan menyembunyikan Kesedihan nya.
Gilang menarik tubuh Anita ke tembok toilet itu dengan lembut.
"Sayang !! " Ucap Gilang lirih menatap Anita.
Anita hanya tersenyum dan Menahan Tangis nya kembali.
"Memangis lah sayang, Maaf kan aku !! Karna kamu harus tau dari mulut Mamah !! " Ucap Gilang sambil menanggkup Kedua Pipi Anita.
"Jika kau mau meninggalkan aku, Tinggalkan lah aku Lang !! " Ucap Anita mampu membuat rasa emosi di hati Gilang tumbuh, pada kedua Orang tua nya.
"Apa pun yang kamu dengar dari Mamah, Ingat lah. Aku akan tetap memilih mu dan mencintai mu dan juga Nara !! Kita berjuang Sama-sama Ann !! " Ucap Gilang mencoba meyakin kan Anita.
"Tapi ... Aku merasa tidak Pan ...... " Ucapan Anita di Bungkam, oleh satu telunjuk Gilang yang Gilang tempel kan di bibir Anita.
Kini Antara Anita dan Gilang saling berhadapan. Tidak ada kata Keluar dari mulut mereka Masing-masing.
Mereka hanya berbicara lewat Tatapan, satu sama lain !!
__ADS_1