Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Antara 3 maanusia.


__ADS_3

BAB 81.


Kalau keadaan sudah membaik, Gilang Nanti sore akan segera balik Ke Jakarta, untuk menemui Anita dan meminta maaf pada nya.


Karna terakhir mereka Bertemu dengan Ke adaan Yang tidak mengenakan, Gilang tau Anita pasti kecewa, akan sikap nya di Rumah sakit itu.


Gilang semakin kepikiran Tentang Anita, Gilang sangat menyesal.


Sesampai nya di Rumah milik keluarga Gilang, Gilang di Hampiri Oleh Ibu Ayu, sementara Tuan Guruh Lebih memilih untuk langsung Ke kamar nya, Untuk ber istirahat.


Ibu Ayu, duduk di samping Gilang.


"Nak, Apa kau Semalam Baik-baik saja, Bersama Glen ?? " Tanya Ibu Ayu.


Gilang menatap heran pada Ibu nya.


"Yang Aku Ingat, aku mabuk Berat mah. Dan Glen yang membawa ku pergi dari Klub itu. Dan Setelah itu Glen pergi meninggalkan ku, itu Pernyataan dari Petugas Apartemen itu. " Ujar Gilang Yakin.


"Apa kau tau ?? Glen Memutuskan untuk mengakhiri Perjodohan ini, Alasan Glen. Glen sangat miris melihat keadaan mu di Klub itu. " Ucap Ibu Ayu.


Gilang terperangah, serasa Beban yang menghimpit nya Sudah Hilang secara perlahan.


"Apa mah ?? Glen memutuskan seperti itu ?? Akhir nya dia sadar juga mah !! Syukur lah Mah. " Ucap Gilang sangat Senang.


"Apa kau tidak melihat yang Aneh terhadap Diri Gwen, Nak ?? " Sambung Ibu Ayu..


"Sudah lah Mah, Mungkin dia sadar kalau Gilang memang Sudah tidak mencintai nya Lagi, jadi Untuk apa kita menikah !! " Ujar Gilang ringan. "Dengan Begitu !! Aku dan Anita Bisa Berhubungan tenang, Tanpa ada Masalah perjodohan ini !! " Sambung Gilang.


"Mudah-mudahan Nak !! Dan Mudah-mudahan Papah akan Suka pada Anita, Dan tidak membenci nya Lagi !! " Ujar Ibu Ayu.


"Kalau begitu, Siang ini aku mau ke Jakarta Mah !! Mau meminta Maaf pada Anita. " Ucap Gilang.


"Apa tidak Terlalu cepat Nak ?? Papah kan Belum sembuh betul !! " Tanya Ibu Ayu.


"Meskipun ada aku di sini, aku yakin Papah akan mendiamkan ku Mah !! Jadi Untuk apa aku di sini ?? " Ucap Gilang.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu Sampai kan salam Mamah pada Anita ya ?? " Ucap Ibu Ayu, sambil memegang Pundak Gilang.


Sore Pun tiba, Gilang dengan Semangat Bersiap untuk Kembali Ke Jakarta.


Tuan Guruh membiarkan Anak semata wayang nya Pergi, Karna percuma saja mau di Cegah pun. Gilang akan Tetap pada keinginan nya.


Gilang Menikmati Perjalanan nya Dengan sangat senang kali ini, Tanpa ada Beban yang ia Rasa di dalam hati nya.


"Tunggu aku Ann !! Aku Akan menemui mu !! " Ujar Gilang dalam Hati nya.


Sementara Anita, Dengan santai nya Anita duduk di Meja kerja nya, karna sebentar lagi. Jam Pulang akan Tiba.


Anita sangat senang menjalani Rutinitas nya sebagai Sekertaris Tuan Mahesa, Bagai mana Tidak. Tuan Mahesa kini sudah menjelma sebagai Sosok Baik Hati.


Tidak Jarang, Anita di Buat Salah paham oleh Sikap Tuan Mahesa.


Di Pikiran dan Hati Anita, Kini ada dua Sosok, Lelaki yang Berbeda. Di Pikiran Anita selalu ada Tuan Mahesa, Sementara Di Hati nya Masih ada Gilang yang selalu ia khawatir kan keberadaan nya saat ini.


Dalam Lamunan nya, Anita di kaget kan Dengan Suara Berat yang di miliki oleh Tuan Mahesa !!


"Tu-tuan ?? Ada yang bisa saya Bantu ?? " Ucap Anita Gugup, sambil membenarkan Posisi Duduk nya.


Anita menoleh pada Tuan Mahesa. " Tidak Usah Tuan !! Merepot kan, Lagian Saya bisa pesan Taksi Online ko !! " Ucap Anita menolak secara halus Tawaran dari Mahesa.


Tuan Mahesa berjalan, mendekat pada Meja Anita, Dan mendekat kan Diri nya pada Anita.


"Kalau tawaran ku ini, dari seorang teman bagai mana ?? Apa kau akan tetap, Ingin menolak nya ?? " Ucap Tuan Mahesa, Lagi-lagi Anita di Buat mati kutu oleh Mahesa.


Mahesa melihat Bagian Tubuh Anita yang sangat kelihatan Berisi. Mahesa Tanpa Mengedip kan sedikit pun sekilasmelihat Bagian Tubuh Anita itu.


Bagaimana Tidak terlihat, Bagian Tubuh Anita itu, Kini Sudah terpenuhi oleh ASI yang ia Produksi sendiri. Untuk Anak nya Nara.


Mahesa Buru-buru memalingkan Pandangan nya Ke arah Lain, Bagaimana pun Gilang adalah Laki-laki Normal.


Tiba-tiba Handphone Tuan Mahesa Berbunyi, yang ia letakan di Kantong celana nya.

__ADS_1


Tuan Mahesa Mengangkat Sambungan Tlp itu. Ternyata itu Tuan Rama. Ayah nya Mahesa.


Terdengar jelas, Bahwa Tuan Rama meminta Mahesa Untuk menemani nya. itu Arti nya Tuan Mahesa tidak bisa menghantarkan Anita untuk Pulang.


Tuan Mahesa, melihat ke Arah Anita. " Ann, Aku ada Pertemuan Mendadak, Jadi Maaf Tumpangan yang tadi Anggap tidak ada saja ya ?? "Ucap Mahesa sambil berjalan pergi kembali ke Ruangan nya.


Anita melihat Sikap Tuan Mahesa, sungguh Aneh pada diri nya. Namub Anita tidak mamikirkan nya terlalu Jauh. Karan menurut Anita untuk Tuan Mahesa akan tertarik pada nya itu tidak mungkin, apa lagi saat Tuan Mahesa tau kalau Anita sudah mempunyai Kekasih, Yaitu Gilang.


Anita kini sudah siap pulang. dan berjalan Memasuki Lift untuk Turun ke pintu Utama Perusahaan itu.


Dan tidak lama, di ikuti oleh Mahesa. Namun Mereka berbeda saat memasuki Lift.


Anita kini sudah Tiba Di Lantai Utama, dan Ointu Lift Pun sudah terbuka Lebar, mempersilahkan yang ada di dalam nya untuk keluar. Anita keluar dari Lift itu.


Dan tidak lama Tuam Mahesa Pun keluar dari Lift itu. dan Bergegas karna Tuan Rama sudah menunggu nya di dalam mobil.


Setelah Anita keluar dari Perusahaan itu, Anita terdiam dan menghentikan langkah nya Saat melihat Gilang sudah ada Di hadapan nya, yang tidak jauh dari tempat ia berdiri.


Seorang lelaki berpakian Hitam, yang sedang tersenyum Manis ke Arah Anita. Dia adalah Gilang.



Mahesa melihat Langkah Anita terdiam, dan melihat Ke Arah Fokus Anita, "Ternyata Ada Laki-laki itu " Ucap Mahesa kesal.


Dengan kesal nya Mahesa menatap Ke Arah Gilang.



Anita yang mulai tersadar dan mengetahui yang ia Lihat adalah Nyata. Anita Mulai mengembangkan senyuman di Bibir nya pada Gilang. dan melambaikan Tangan nya.



Anita pun menghampiri Gilang Tanpa sadar, Ada Laki-laki yang sedang memasang Wajah kesal tepat di Belakang Diri nya.


Mahesa sangat Kesal, sehingga dia dengan cepat berjalan menuju Ke Mobil di mana Ayah nya Sudah menunggu.

__ADS_1


Dengan Wajah di tekuk, Mahesa berjalan tanoa menoleh ke Arah Gilang mau pun ke Arah Anita. Mahesa hanya mengeratkan Pegangan nya terhadap Benda pipih yang sedang ia bawa.


Sementara Gilang menyambut hangat kedatangan Anita Tepat di hadapan nya.


__ADS_2