Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 163


__ADS_3

Sementara Amel hanya terdiam dan tertawa dalam hati nya, melihat keterpurukan Anita.


Sejenak Anita menangis, namun Anita tersadar jika dengan menangis di hadapan Mahesa ataupun Amel itu hanya membuat diri nya di anggap lemah dengan keadaan yang menimpa nya.


Anita dengan cepat menyeka, menghapus air mata yang membasahi wajah nya.


"Maafkan Mas An, Mas khilaf kamu tahu Mas seperti apa kan ? di-dia ... " Ucap Mahesa mencoba menjelaskan di sela-sela ke gugupan nya.


"Ya Mas, aku tahu Mas seorang laki-laki teguh dalam pendirian, seorang laki-laki yang jujur dan kokoh saat godaan datang. " Ucap Anita mengingat kebaikan dalam diri suami nya itu.


Ucapan Anita bak angin segar bagi Mahesa.

__ADS_1


"Namun semua itu sudah tidak terlihat Mas, sekarang bagi diri ku Mas tidak ada beda nya dengan laki-laki di luar sana yang berani bermain di belakang wanita nya. " Sambung Anita membuat diri Mahesa terpukul kembali.


Dan kini Anita berjalan mendekat pada Amel, Anita berjalan mengelilingi Amel.


"Dari awal sudah aku katakan pada mu Mas, tentang dia dan tentang Ibu mu, dan pada saat itu kamu menjawab aku tidak akan tergoda oleh siapa pun, termasuk wanita ini. " Ucap Anita mengelilingi Amel dengan tatapan murka nya.


Ingin sekali Anita mengeluarkan kekesalan nya sekuat tenaga yang ia miliki, namun ia rasa tidak mungkin karna kondisi nya yang sedang hamil besar.


Saat itu juga Mahesa memperdulikan Anita dan mengkhawatirkan kandungan Anita.


" Sudah aku duga Mas, ini akan terjadi. " Ucap Anita menatap Mahesa dengan tatapan pilu dan penuh kekecewaan.

__ADS_1


"Tapi An di-dia. " Ucap Mahesa yang mudah di tebak oleh Anita.


"Apa Mas akan mengatakan, jika dia selalu menggoda diri mu ? ya ... sudah aku duga wanita seperti dia memang muka penggoda, dan salah nya kamu yang mempunyai ke teguhan dalam hal apapun tergoda oleh muka penggoda seperti dia, Selamat untuk mu wanita penggoda karna kamu sudah berhasil menggoda nya. " Cerca Anita murka.


Anita merasakan sakit di dalam perut nya, sehingga dia memutuskan untuk segera pergi dalam ruangan itu, karna semakin dia bertahan dan meluapkan emosi atas ke kecewakan nya, akan semakin beresiko untuk kandungan nya.


"Sekarang semua sudah jelas, dan tidak ada yang perlu kamu jelas kan Mas, aku pamit Mas, ini jalan yang sudah kamu pilih Mas, dan silahkan kamu jalani tanpa harus menanyakan apa dan mengapa, karna lambat laun kamu akan merasakan buah dari pengkhianatan kamu itu. " Ucap Anita bergegas pergi walaupun ia terus di halangi oleh Mahesa, tapi Anita berhasil keluar dan menjauh dari Mahesa membawa kekecewaan untuk kesekian kali nya.


Jika Anita bisa berlari Anita akan berlari secepat mungkin, namun Apah daya dia hanya bisa berjalan cepat sebisa nya, sambil menahan isakan tangis dalam pelupuk mata nya.


"Aaaaarrrgghhhhhh .... Ini gara-gara kamu, Anita sekarang Aaarrrggggghhhhh ..... " Teriak Mahesa saat di tinggal Anita.

__ADS_1


"Mahes sudah lah, bukan kah dari awal kamu sendiri yang mengakui jika istri mu itu tidak bisa memberikan apa yang kamu mau, lalu kenapa kamu menyalahkan aku ? " Ucap Amel sebari menenangkan Mahesa.


"Itu bodoh nya aku, kenapa aku tidak sadar dengan apa yang aku katakan dan aku lakukan." Teriak Mahesa membodohi diri nya sendiri.


__ADS_2