
BAB 53.
Karna Rasa Lelah nya, Gilang Tertidur dalam Lamunan nya Tentang Anita. Gilang Lebih memilih Menikmati Perjalanan nya dengan Istirahat, Karna Gilang akan Langsung menemui Anita setiba di Jakarta Nanti.
Mobil Mewah kesayangan Gilang Pun, Perlahan Mulai Berhenti di Depan Halaman Rumah Gilang yang tidak terlalu mewah itu namun Minimalis dan Asri.
Pak Joko melihat ke arah Belakang Kemudi nya. " Den Gilang Masih Tertidur !! Mungkin dia Lelah, Biar kan saja dulu Den Gilang Tertidur, Untuk beberapa Menit lagi !! "
Pak Joko Pun menyandarkan Tubuh nya sejenak, Pinggang Pak Joko Terasa Panas, saat menempuh perjalanan dari Bandung ke jakarta.
"Kasian Den Gilang, Memang dalam Hidup nya. Orang Tua nya lah, yang menjadi kelemahan Dalam Diri nya, Tuan Besar Pasti Tidak akan setuju. Apa bila tau bahwa Den Gilang lebih Memilih Nona Anita di banding Nona Glenka. Apa lagi kalau Tau Nona Anita Sudah memiliki seorang Anak, yang berarti Nona Anita sekarang adalah Janda Anak satu. Pasti akan Sulit untuk Den Gilang mempertahan kan Non Anita di mata Orang Tua nya !! " Gumam Pak Joko prihatin pada Gilang dalam Hati nya.
Setelah Selang Beberapa Menit, Gilang Pun Merasa bahwa Kendaraan nya Sedang Berhenti.
Gilang Pikir. Pak Joko sengaja Menepikan nya Untuk Beristirahat.
"Den Gilang Sudah Bangun ?? " Tanya Pak Joko sopan.
"Sudah Pak ?? Apa Perjalanan nya Masih jauh Pak ?? Bpk kecapean Ya ?? " Ucap Gilang belum Sadar bahwa diri nya sudah sampai.
"Den Gilang Lucu, Ini sudah sampai Tuan !! " Kekeh Pak Joko dengan Menahan Tawa nya.
Seketika Gilang terperanjat dari rasa kantuk nya. " Hah .... Oh ... Iya Pak !! Kenpa Bpk gak bangunin saya ?? " Ucap Gilang sambil mengucek Mata nya yang sangat berat karna Masih mengantuk.
"Maaf saya Tidak berani Den !! Aden Seperti nya sangat Lelah, Jadi saya Tidak berani Untuk membangun kan nya !! " Ungkap Pak Joko sopan.
Gilang hanya Menggelengkan kepala nya. " Baik Lah Pak kalau Begitu, saya Masuk dulu. Oh .. Iya Pak, kalau Papah menanyakan Sesuatu pada Bpa jangan lupa kasih tau saya ya, dan Bpk jangan Ceritakan tentan nama Anita pada Papah !! " Ujar Gilang memberi Peringatan pada Pak Joko.
"Baik Den, Semua nya Aman !! " Jawab Tegas Pak Joko.
"Bagus, kalau begitu saya Masuk dulu Pak !! " Ucap Gilang sambil meraih Pegangan Pintu Mobil nya Agar Terbuka.
"Tunggu Den Biar saya, Buka kan !! " Cegah Pak Joko pada Gilang.
__ADS_1
"Tidak Usah Pak, saya Bisa sendiri !! " Jawab Gilang, Lalu keluar dari Mobil itu dan menuju ke dalam Rumah nya.
Sesampai nya di dalam Rumah. Gilang menjatuh kan diri nya di Atas kasur yang sederhana itu Namun Nyaman nya tidak kalah dengan Kasur King size yang ia Punya di Rumah Orang tua nya.
Gilang mengangkat Lengan nya seraya Ingin melihat Jam Di pergelangan Tangan nya.
"Masih Jam 10 ternyata, Aku Istirahat saja Dulu, Anita Pasti masih Kerja jam segini, Nanti sekitar Jam 2 aku akan Langsung Stay di depan kantor nya !! " Ucap Gilang dalam Menyusun rencana nya.
Gilang Pun semakin nyaman saat Bersentuhan dengan Bantal Milik nya. Hingga Gilang kembali terlelap Tidur. Mengingat Waktu masih Pagi menjelang Siang.
...****************...
Sementara Di tempat Lain Anita sedang Duduk Berhadap-hadapan Dengan Tuan Mahesa, Hanya saja Antara Mahesa dan Anita terhalang Oleh Meja kerja milik Tuan Mahesa.
Mahesa sedang menandatangani Berkas yang sudah di Buat oleh Anita, Mahesa Kini Semakin semangat Untuk mengurusi Urusan Kantor nya.
Sedang Kan Anita kini bekerja lebih Tenang, karna Anita tidak lagi menjadi Kacung untuk Tuan Mahesa. Mahesa lebih mengerti pada Pekerjaan Anita yang lebih mengeluarkan tenaga di banding kan Mahesa.
Namun Tetap saja, Meskipun Tuan Mahesa Kelihatan lebih pengertian, Kepribadian Tuan Mahesa dan Sikap Tuan Mahesa Masih di Bungkus dengan, Ketegasan dan Muka Kecut nya.
Yang penting bagi Anita, Anita bisa nyaman Bekerja tanpa ada Suruhan Ataupun bentakan lagi yang dia dengar dan Rasakan.
"Ini Sudah saya Tanda tangani semua, Jangan Lupa Untuk Menjadwal kan Meeting Besok Siang, Dan Sebelum saya Meeting, saya Ingin Meeting terlebih dahulu Dengan Staf di Perusahaan saya ini !! " Perintah Tuan Mahesa tegas Pada Anita.
"Baik lah Tuan, akan saya Atur !! Kalau begitu saya Permisi Tuan. " Pamit Anita Pada Mahesa sambil mengendurkan Pandangan nya Ke arah Tuan Mahesa.
"Silah kan !! " Jawab Mahesa Dengan Datar nya.
Sesaat Setelah Anita berjalan Menuju Pintu keluar, Mahesa memperhatikan Punggung Anita yang semakin jauh Melangkah dari hadapan nya.
"Kamu Wanita yang Baik, dan Kuat Ann !! Karna aku Yakin Papah Tidak akan memilih kamu dengan segampang itu. Kalau tidak karna ada Sikap Istimewah yang kamu Punya Ann !! " Puji Mahesa dalam Hati nya, Namun Mahesa segera menepis Pikiran nya itu Agar tidak terlalu jauh.
Jam Makan Siang Pun Tiba. Anita Hendak Ke kantin Untuk Makan Siang. Dengan Biasa Dia hanya Sendiri saja Untuk Makan Siang. Karna Anita belum mempunyai Teman dekat di Perusahaan itu.
__ADS_1
Semua Tatapan Para Staf Wanita di Perusahaan itu tidak ada Tatapan yang Ingin berteman Baik dengan Anita, melainkan Hanya Tatapan Tidak senang pada Anita.
Karna mereka Tau, Anita hanyalah Karyawan Biasa di salah satu Cabang dari Perusahaan Rama Grup. Itu lah kenapa Para Wanita si Kantor itu menatap Sirik pada Anita.
Saat Anita hendak Keluar memasuki Lift Staf, Anita di kaget kan Dengan Suara Berat dari arah belakang nya.
"Tunggu Ann, Kamu Temenin saya Untuk Makan Siang !! " Ucap Tua Mahesa Ketus pada Anita.
Anita kaget, saat Suara Berat Itu mulai Menunjukan Pemilik nya, " Ba-baik Tuan !! " Jawab Anita Gugup.
"Untuk Minta tolong Saja Nada nya Ketus dan Dingin seperti itu, Tapi Itu tidak Aneh, kalau Tiba-tiba Tuan Mahesa Bersikap Hangat dan Humoris, Itu akan Kelihatan Aneh. Hahaha " Dengus Anita menahan Tawa dalam Hati nya.
"Kenapa Kamu Masih berdiri di sana ?? " Bentak Tuan Mahesa Pada Anita yang Masih berdiri dihadapan Lift Staf itu.
"Saya mau keluar lewat Lift ini Pak !! " Jawab Anita Polos.
"Bareng saya saja pakai pasilitas Lift ini !! " Ucap Tuan Mahesa sambil melangkah Ke dalam Lift itu.
Anita memang Beberapa Kali sudah Memakai Lift Khusus Direktur itu, Namun Anita tetap saja canggung, Setelah Beberapa Detik Anita berkutik dengan Pikiran nya.
Anita langsung berjalan cepat menuju lift itu, Namun Lift itu akan segera Tertutup. dengan gerakan Cepat Mahesa menahan nya dengan menjulurkan Kaki nya, Agar Pintu Lift tidak Tertutup.
Anita pun berhasil masuk, Dengan Perasaan Tidak Enak nya pada Tuan Mahesa, karna Sudah Lamban saat berjalan.
"Makanya Lain kali kalau Berpikir cepat sedikit, Jangan Karna kamu Berpikir nya Lemot kamu akan kehilangan Kesempatan itu !! " Umpat Guan Mahesa Ketus, dengan Gaya maskulin nya.
Anita mendongak kan Kepala nya ke arah Mahesa, Karna Mahesa lebih tinggi dari Anita. Anita terlihat Kesal karna perkataan Mahesa.
Namun Saat Anita mengendurkan Pandangan nya Kedepan, Anita Bisa melihat Tuan Mahesa sedang menatap nya. Karna Pintu Lift itu Terlihat seperti Kaca yang sangat Kinclong.
Anita kembali Menundukan kepala nya setelah tau Tuan Mahesa sedang melihat nya. " Ma-maaf Tuan !! " Kata itu terucap dengan cepat dari Mulut Anita yang terlihat Gugup.
Saat Mahesa Melihat Anita sedang menundukan Pandangan nya, Mahesa Tersenyum sangat Manis melihat Tingkah Anita yang sedang kesal mamun takut akan Bentakan yang keluar dari mulut nya.
__ADS_1
Sayang nya Anita tidak mendapat kan kesempatan untuk melihat senyuman Manis itu. kalau Anita Lihat. Pasti Anita akan merasa Aneh akan Diri Mahesa.