Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 183


__ADS_3

"Kenapa ? kenapa kamu Diam ? jika kamu sudah selesai pergilah, dan urus pernikahan mu setelah perceraian kita selesai. " Ucap keras Anita bak tamparan keras bagi Mahesa.


"Apa ? menikah ? dari mana kamu tahu soal itu. " Tanya Mahesa.


Anita tertawa. " Dasar Munafik kamu Mas, tentu saja aku tahu. bukan kah kamu harus tanggung jawab dengan perbuatan mu itu ? jangan bilang kamu tidak mau menikahi nya. " Sambar Anita.


"Ternyata Anita tahu tentang pernikahan bukan dari Papah, dia hanya filing saja rupa nya. " Batin Mahesa mengira Tuan Rama lah yang memberitahukan nya.

__ADS_1


Sementara Anita sengaja berbohong, karna Anita tidak ingin membawa nama Papah Rama dalam pertengkaran ini.


"Tentu saja aku tidak menginginkan pernikahan ini An, aku ini sudah mempunyai istri walaupun sekarang persidangan sedang bergulir di pengadilan, aku masih berharap kita masih bersama An. " Timpal Mahesa dengan wajah yang sangat penuh harap.


"Kapan ingatan mu itu kembali ? kapan ingatan mu kembali jika kamu sudah mempunyai istri dan anak, walaupun anak itu masih ada dalam kandungan ku. Apa yang membuat mu lupa ingatan saat bersama dengan si ****** itu ? karna aku lusuh, karna aku gemuk, atau karna aku sudah tidak menarik lagi, Hahh ? " Sambar Anita meluapkan emosi nya.


"Karna si ****** itu menggoda mu ? dan kamu tergoda oleh si ****** itu, iya kan ? Hahahahahaha ... dasar Laki-laki, di kasih godaan sedikit langsung goyah. Tidak sadar apa jika aku gemuk, lusuh atau tidak menarik lagi saat perut ku membesar itu perbuatan siapa. Perbuatan kamu Mas ! karna aku mau memberikan keturunan untuk kamu, jika aku mengingatkan saat tubuh ku akan berubah drastis saat mengandung dan kamu tidak akan menghargai nya, aku tidak akan sudi kamu hamili. Puas kamu Mas, tapi sudah lah aku tidak merasa menyesal saat tubuh ku berubah saat mengandung, karna saat ini anak ini lah yang menjadi penguat bagi ku. " Luapan amarah Anita saat ini memang belum sebanding dengan rasa sakit nya yang masih menumpuk dalam hati nya.

__ADS_1


Pada dasar nya istri baik itu mau memberikan keturunan pada pasangan nya, tanpa mempertimbangkan siklus Hormon yang akan terjadi pada tubuh nya. Karna bagi nya itu semua adalah kewajiban dan kodrat sebagai seorang perempuan yang sudah menjadi seorang istri.


Memang di luaran sana ada beberpa wanita, yang lebih memikirkan tubuh nya saat akan mengandung apalagi saat akan melahirkan. Tapi tidak pada Anita.


"Sungguh aku tidak tahu harus menjalani hidup seperti apa, tanpa ada nya kamu dan anak ku. " Keluh Mahesa dengan menundukan kepala nya menyesal.


"Kenapa harus tidak tahu Mas, dengan kamu mau berhubungan tubuh dengan si ****** itu pasti kamu ada hasrat pada nya, dengan begitu menikah lah dengan nya. Dan berbahagia lah dan aku berharap si ****** itu tidak akan berpikir dua kali saat akan mengandung anak dari mu, karna dia memikirkan perubahan seperti apa yang akan dia dapat saat perut nya akan membesar selama sembilan bulan. Bertanggung jawab lah dengan begitu setidak nya kamu akan merasa tenang. " Ucap Anita memberikan saran pada Suami nya yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami nya.

__ADS_1


Apa yang Anita ucapkan memang tidak seringan yang dia ucapkan, hati nya tetap merasa berat dan sakit. Namun ia harus tetap pada pendirian nya, bahwa akan percuma mempertahankan status nya sebagai istri jika suami nya sendiri sudah menginjak-injak harga diri istri nya tersebut.


__ADS_2