
Satu stek pakaian sudah tersimpan rapih di atas tempat tidur, seperti biasa Anita selalu mengerti akan kebutuhan suami nya.
Mahesa keluar dari kamar mandi "Syukurlah ia tidak curiga dan tidak banyak bertanya ! " Ucap kecil Mahesa, sambil mengenakan pakaian tidur yang sudah Anita siapkan.
Sementara Anita menyiapkan makan malam untuk suami nya, dengan menahan rasa sakit yang ia rasakan di area perut nya, Anita terus menyiapkan makan malam untuk Suami nya.
Sesekali Anita meringis kesakitan dan mencondongkan badan nya, karna rasa sakit sudah mulai terasa di bagian perut bawah nya.
Saat semua menu makanan sudah siap di sajikan, Mahesa turun dari kamar nya lalu duduk di kursi meja makan.
Seperti biasa Anita duduk di samping Mahesa, dan mengambilkan setiap menu makanan yang akan di makan oleh Suami nya.
Mahesa memperhatikan wajah Anita yang selalu ia anggap menjadi kusam tidak terurus.
"Apa yang kamu lihat Mas, aku tidak akan menunjukan kecurigaan ku terhadap mu kali ini, aku akan menunggu waktu dan bukti dari kecurigaan ku ini. " Batin Anita melihat Mahesa dari sudut pandang nya.
Setelah Anita sudah meletakkan piring yang terisi makanan sehat dan komplit, kini giliran Anita yang akan mengambil makanan untuk diri nya sendiri.
Makanan yang Anita ambil hanya sedikit, saat ia hendak duduk Anita meringis kesakitan.
__ADS_1
"Aaaaawwwww ... sssttttt " Anita meringis.
"Kenapa sayang ? " Tanya Mahesa mengusap parut Anita.
Namun Anita segera melepaskan sentuhan tangan Mahesa.
"Tidak Mas, ini sudah biasa ! " Jawab Anita dengan senyuman hambar nya.
Anita kali ini mulai enggan di sentuh oleh suami nya.
"Anita sebentar lagi melahirkan, tapi aku malah bermain gila dengan Amel. Bagaimana kalau ia sampai tahu, dan bagaimana dengan anak ku nanti nya. " Batin Mahesa pilu.
Makan malam pun selesai.
Mahesa lanjut duduk santai di kursi tengah sambil memainkan laptop nya, sementara Anita langsung naik ke kamar nya.
Mahesa melirik ke kanan dan ke kiri, biasa nya jika ia duduk santai seperti itu, Anita menemani nya tak perduli walaupun Anita merasakan kantuk seberat apapun. Anita tetap menemani Mahesa sampai Mahesa pun merasa kan kantuk yang sama.
"Kenapa dia ? biasa nya Anita menemani ku di sini. " Ucap kecil Mahesa.
__ADS_1
Karna penasaran Mahesa melihat ke dapur, ternyata Anita sudah tidak ada.
Mahesa ingin sekali meminum kopi, namun ia enggan membuatnya.
"Baiklah malam ini tidak akan minum kopi. " Ucap kecil Mahesa kembali duduk ke tempat semula.
Anita memilih berbaring di atas tempat tidur dan terus meringis kesakitan, namun ia tahan. Anita ingin sekali tidur lebih awal di banding kan Mahesa.
Karna Anita lelah berpura-pura Baik-baik saja di depan Mahesa.
Sesuai harapan Anita pun tertidur dengan nyenyak nya.
Sedangkan Mahesa baru merasakan kantuk, Mahesa enggan membereskan laptop nya karna itu biasa nya tugas Anita, oleh karna itu Mahesa membiarkan laptop itu terbuka dalam keadaan masih On.
Mahesa menaiki anak tangga menuju kamar nya, lalu ia masuk ke dalam kamar nya dan terkejut karna Anita sudah bisa tidur tanpa di dampingi oleh nya.
Biasa nya Anita tidak akan bisa tidur, jika suami nya belum terlelap tidur.
Mahesa perlahan akan kehilangan apa yang biasa nya Anita perlakukan pada nya, Mahesa akan menyadari nya jika ia benar-benar tidak merasakan lagi kehangatan yang Anita berikan pada nya.
__ADS_1