
Begitu yakin nya Amel akan berhasil menggoda Mahesa saat itu.
"Oh ... iya Mahes, terima kasih ya sudah mengantarkan ku pulang ! " Ucap Amel dengan sedikit sentuhan lembut di lengan Mahesa.
Mahesa melirik gerakan tangan Amel yang sedikit membuat bulu halus nya berdiri.
"Iya Mel, tidak masalah. " Jawab Mahesa datar.
"Masih cuek aja nih cowok ! " Dengus Amel kesal dalam hati nya.
Amel menghela nafas panjang, dan semakin menumpukkan kesabaran dan keyakinan jika Mahesa akan jatuh ke pelukan nya.
"Emm .... apa sebaik nya kamu mampir dulu, kita ngopi dulu ! " Ajak Amel yang tak kunjung keluar dari dalam mobil nya.
"Tidak usah, kebetulan aku tidak minum kopi. " Jawab singkat Mahesa.
"Kalau minum susu gimana Mahes ? " Sambung Amel sambil memajukan sedikit buah dada nya.
Mungkin ada maksud lain yang di katakan oleh Amel, dan Mahesa melihat tingkah laku Amel itu.
Saat Amel melihat tatapan Mahesa terdiam. Amel sedikit agresif memajukan posisi duduk nya ke arah Mahesa.
Rayuan setan kini berhasil mempengaruhi seorang Mahesa yang selalu bersikap dingin pada wanita mana pun.
Mahesa tak melakukan perlawanan apapun, saat Amel berhasil menyatukan bib*r mungil nya dengan bib*r Mahesa yang hanya menerima perlakuan dari Amel.
Entah mengapa Mahesa sangat menyukai sensasi yang di berikan oleh Amel saat itu.
Sentuhan demi sentuhan mereka lakukan, sesekali Amel mengeluarkan suara aneh yang membuat Mahesa semakin panas mendengar nya.
"Aku tahu istri mu belakangan ini tidak menggairahkan bukan ? " Bisikan Amel yang sangat menggoda di telinga Mahesa.
Membuat mata Mahesa terpejam sempurna saat itu. Ya mungkin benar dengan apa yang di katakan oleh Amel jika saat ini dirinya butuh belayan dari seorang wanita yang merupakan istri nya sendiri namun Mahesa tidak mendapatkan itu.
Sekejap Mahesa melepaskan semua lamunan nya setelah Amel semakin berani menyentuh bagian pribadi Mahesa.
"Mel tidak seharus nya kita begini ! " Ucap Mahesa dekat dengan wajah Amel.
Amel tersenyum kecil. " Sayang, ini wajar ko, kita sama-sama membutuhkan nya. " Bisik Amel.
__ADS_1
Mahesa hanya terdiam saat hembusan nafas Amel sangat terasa di wajah Mahesa.
"Aku sangat menyukai mu Mahes, dari dulu ! " Sambung Amel kembali membelai wajah Mahesa.
Entah kenapa Mahesa kini menjadi lemah, hanya karna Anita tidak bisa memuaskan hasrat nya, dalam sekejap Mahesa tergoda oleh rayuan wanita seperti Amel itu.
"Kenapa kau menyukai laki-laki yang sudah mempunyai anak dan juga istri ? " Tanya Mahesa.
"Tidak Mahesa ! sudah aku katakan. Aku menyukai mu sebelum kau menikah dengan wanita itu. " Jawab Amel manja.
Mahesa bingung harus mengatakan apa lagi, tubuh nya di peluk erat oleh Amel, dan tanpa basa-basi Amel setengah berdiri dan duduk di pangkuan Mahesa.
Seketika Mahesa kaget dan tak percaya jika Amel se agresif itu.
Perlahan Amel membuka resleting pakaian nya, namun lengan Mahesa dengan cepat mencegah nya.
"Tidak Mel, aku tidak mungkin melakukan nya. " Bantah Mahesa.
Tangan Amel dengan cekatan membelai wajah Mahesa, " Tidak masalah sayang, kita tidak melakukan nya kali ini, tapi jika kau mau, kita tinggal melakukan nya. " Jawab Amel mesra dengan kecupan yang sangat menggoda di daun telingan Mahesa.
Amel kembali pada posisi duduk nya semula, membenarkan pakaian nya. Dan berpamitan pada Mahesa dengan sangat mesra nya.
Mahesa menatap langkah Amel saat keluar dari dalam mobil nya.
Mahesa seketika memutar balikan kendaraan nya dan melanjutkan perjalanan nya menuju jalan pulang.
Namun bayangan belaian tangan Amel tak mampu Mahesa lupakan.
Setelah sampai di rumah nya, Anita dengan setia menunggu kedatangan Suami nya jam berapa pun itu, Anita rela menahan kantuk nya demi menunggu kedatangan Suami nya itu.
"Loh ko belum tidur ? " Ucap Mahesa pada Anita.
Anita tersenyum gembira sambil mengelus perut nya yang besar saat melihat suami nya sudah datang, dengan keadaan selamat.
"Aku belum mengantuk Mas. " Jawab Anita sambil meraih tas hitam yang di bawa Mahesa, dan mencium punggung tangan Mahesa lalu melepaskan Jas yang masih di kenakan oleh Mahesa.
Anita selalu berbohong, Anita sudah mengantuk sebenar nya karna rasa kesetiaan yang ia miliki untuk suami nya Anita rela menahan rasa lelah dan kantuk nya.
lalu mereka berjalan beriringan masuk kedalam kamar pribadi nya, sejenak Mahesa melihat perubahan yang sangat berbeda pada tubuh Anita.
__ADS_1
Kini Anita semakin gemuk dan seperti tidak ter urus, tapi Mahesa kali ini tidak memperdulikan nya, karna rayuan Amel sudah membangunkan nafsu birahi nya.
Nafsu birahi Mahesa harus terpenuhi malam itu juga walaupun tidak dengan Amel.
Mahesa menarik lengan Istri nya, dan membaringkan Anita di atas tempat tidur.
Anita mengerti jika malam itu Suami nya ingin melakukan apa yang seharus nya ia lakukan.
Anita pasrah dengan apa yang hendak suami nya lakukan, meskipun sebenar nya rasa sesak ia rasakan karna perut nya yang membesar.
Jika saja Anita tau, bahwa Mahesa melakukan nya itu karna rayuan dari wanita lain, mungkin hati Anita akan hancur se hancur-hancur nya.
Kini tak sehelaipun kain mereka kenakan, Mahesa mulai menuntaskan hasrat birahi nya.
"Mas, pelan-pelan. " Ringis Anita saat melayani nafsu birahi sang suami.
Mahesa tidak menggubris nya, yang ia ingat hanyalah godaan Amel saat di dalam mobil.
"Aahhhhh .... Mas sakit. " Ringis Anita kembali.
Mahesa seolah-olah tak memperdulikan jika Anita sedang hamil besar saat itu.
Anita sampai kewalahan pada malam itu, sampai-sampai Anita menawarkan diri untuk merubah posisi nya untuk berada di atas saja.
Namun Mahesa malah tidak terima karna merasa kesenangan nya terganggu.
Mahesa marah dan menyudahi permainan panas nya.
Anita tak menyangka jika suami nya yang biasa nya sabar dan pengertian kini sangat marah besar.
"Mas ... Mas ... kenapa ? " Teriak Anita memanggil Mahesa yang pergi ke kamar mandi dengan membawa ke marahan yang begitu terlihat kesal di wajah nya.
"Loh ko marah sih ? " Ucap kecil Anita sambil mengenakan pakaian nya.
Mahesa yang kini sedang berada di dalam kamar mandi terdiam sambil menatap cermin di hadapan nya.
"Sungguh sekarang istri ku tidak bisa mengerti apa yang aku mau. " Ucap kecil Mahesa mulai mengiyakan apa yang sudah di katakan oleh Amel.
Mahesa langsung membersihkan diri nya dengan perasaan yang masih terasa kesal di dalam hati nya.
__ADS_1
Sementara Anita sedang duduk menunggu suami nya keluar dari kamar mandi.
Dengan perasaan gelisah Anita menunggu Mahesa keluar dari dalam kamar mandi, tentu nya di benak Anita banyak sekali pertanyaan perihal sikap Mahesa yang mendadak berubah seperti itu.