
Setelah beberapa hari dari sana, Mahesa merasa jika dirinya memang membutuhkan kerja sama dengan Pak Kris itu, karna ada salah satu hal yang harus Mahesa lakukan demi kelancaran bisnis nya.
"Toh, aku kerja sama dengan Pak Kris bukan dengan Amel. " Pikir Mahesa.
Setelah itu, Mahesa masih menahan diri nya untuk menunggu, agar Tuan Kris lah yang menemui nya bukan Mahesa yang meminta nya.
Singkat cerita kerja sama antar kedua nya pun terjalin, awal nya biasa saja tidak ada yang aneh dalam hubungan kerja sama itu.
Hari dimana Mahesa dan team sedang mengadakan syukuran kecil-kecilan di kantor nya, Mahesa meliburkan setiap karyawan nya, hari itu tidak ada aktifitas pekerjaan melainkan acara makan besar yang sengaja Mahesa adakan untuk semua karyawan nya.
Anita bukan tidak tahu, karna mengingat usia kandungan nya hampir sampai dimana tinggal menghitung minggu menuju hari perkiraan lahir nya, jadi Anita memilih untuk tidak mengikuti acara syukuran suami nya itu.
Sial nya acara yang di perkirakan akan beres di jam 8 malam, ternyata lebih dari jam yang di perkirakan kendala nya semua makanan yang di pesan mengalami kendala keterlambatan.
Bukan hanya karyawan Mahesa saja yang ada, kolega terdekat Mahesa dan Tuan Rama pun hadir, namun sayang nya Tuan Rama tidak bisa ikut hadir.
Tuan Rama hanya mengucapkan selamat via telpon saja, atas keberhasilan yang di raih Mahesa saat itu.
Tepat pada puncak acara Amel dengan cantik nya datang bersama rekan nya, melihat Mahesa yang sedang asyik mengobrol dengan rekan nya, membuat Amel semakin terpana karna melihat gaya yang di miliki oleh diri Mahesa.
Amel tahu Anita tidak ikut serta di acara itu, dengan anggun dan gaya menggoda nya Amel menghampiri Mahesa yang sedang berbincang dengan rekan nya.
"Hy ... " Sapa Amel pada beberapa laki-laki itu.
Seketika semua tatapan para laki-laki itu tertuju pada sumber suara, beberapa tatapan laki-laki itu terkunci pada pesona yang Amel miliki, tapi tidak untuk Mahesa.
Mahesa berpaling pada sosok Amel namun sikap nya terlihat hangat, karna tidak ingin di nilai jutek oleh para rekan nya.
"Mana Tuan Kris ? " Tanya Mahesa membuyarkan tatapan jahat para rekan nya saat itu.
"Boleh saya duduk dan bergabung ? " Sambung Amel tidak menghiraukan Pertanyaan Mahesa pada nya.
"Tentu boleh dong, mau dimna ? di sini ? atau di sini ? " Jawab salah satu rekan kerja Mahesa sedikit menggoda Amel.
__ADS_1
"Terima kasih, di sini saja ! " Jawab Amel dengan senyuman manis, dan memilih tempat duduk di samping Mahesa.
"Oh ya ... perkenalkan ini Amel anak dari Tuan Kris salah satu pemegang saham di perusahaan ini. " Ujar Mahesa memperkenalkan Amel.
Desus demi desus mulai terdengar di telinga Mahesa walaupun terdengar samar.
"Eh lihat deh, Tuan besar cocok banget ya sama Nona Amel, apa istri nya gak takut ? di acara ini aja Tuan Mahesa tidak di dampingi oleh istri nya. " Ujar salah satu karyawan yang sedang berkumpul di sudut sana.
"Iya yah, emang benar sih laki-laki segagah Tuan besar, memang akan jadi inceran banyak wanita. Lihat saja walaupun status nya sebagai suami tapi tidak terlihat kalau dia sudah menikah. " Timpal karyawan yang lain nya.
"Ehhh ... Stttttt ... jangan kan belum kelihatan menikah, sudah punya cucu pun gue mau jadi istri ke dua atau ke tiga nya. " Timpal karyawan yang lain nya lagi, dengan tawa yang begitu menggelitik.
Amel dan Mahesa mendengar desas-desus itu, Amel dengan reaksi senyum nya sedangkan Mahesa lebih membiarkan omongan itu sebagai angin lalu.
Beberapa dari rekan kerja Mahesa memang selalu menanyakan keberadaan istri nya, ada rasa sedikit kesal. Karna memang seharus nya di acara seperti itu Mahesa di dampingi oleh Anita sebagai Nyonya besar nya.
Sekita wajah Mahesa sedikit murung, karna termakan oleh rasa kesal dalam diri nya.
Beberapa saat Mahesa pun melanjutkan obrolan nya bersama rekan-rekan nya termasuk Amel, tidak terlihat sifat dingin di diri Mahesa saat itu.
Waktu pun berlalu, semua tamu satu persatu pamit, setelah acara sudah mulai selesai.
Tiba-tiba salah satu rekan Mahesa, menghampiri Mahesa dan berbisik.
"Brow, kalau jadi gue ! gue simpan ni wanita buat senang-senang, lihat deh body nya Brow, dari atas sampe bawah membuat andrenalin gue bagun, gue tau Lo butuh semua itu, mengingat istri Lo di rumah lagi hamil besar dan ya .... nama nya wanita Hamil paling bisa mandi doang, gak bisa mempercantik diri nya semaksimal wanita yang ada di samping Lo itu. " Bisik rekan Mahesa.
Mahesa seketika terdiam, ada rasa sedikit ingin bermain-main untuk menyenangkan hati nya. Namun Mahesa ragu dan tidak ingin melakukan nya.
"Apaan sih Lo. " Sangkal Mahesa pada rekan nya itu.
Seketika para rekan, sahabat, atau karyawan Mahesa pun ber iringan pergi meninggalkan ruangan itu.
Tersisa para petugas katering dan beberapa securitiy yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Mahesa berdiri dan hendak meninggalkan ruangan itu juga.
"Mahes tunggu ! " Cegah Amel lembut.
Jantung Mahesa sedikit berdegup kencang namun ia mencoba rilex dan biasa saja.
"Ya ? ada apa Mel ? " Jawab Mahesa.
"Aku gak bawa mobil, tadi aku pake Taxi karna mobil ku masuk bengkel, bisa gak anterin aku dulu ? " Pinta Amel dengan wajah memelas dan manja.
Mahesa melihat jam di pergelangan tangan nya, rup-rupa nya itu sudah tengah malam. Dan mana mungkin ada Taxi lewat di jam malam seperti itu.
Lagian Mahesa merasa tidak enak pada Pak Kris yang sangat berpengaruh di perusahaan nya saat itu.
"Ya sudah baik lah, saya antarkan kamu ! " Jawab singkat Tuan Mahesa.
Seketika Amel merasa senang, dan mulai berdiri lalu berjalan mengikuti Mahesa dari arah belakang.
Amel merasa rencana nya kali ini akan berjalan sesuai dengan apa yang dia ingin kan.
Sesampai nya di dalam mobil mewah milik Mahesa, Amel duduk di samping kemudi.
Dengan pakaian **** nya Amel sengaja duduk tanpa memperhatikan tubuh nya.
Paha mulus Amel terlihat jelas di mata Mahesa yang duduk di samping nya.
Lirikan Mahesa di sadari oleh Amel.
"Seperti nya kali ini dia termakan suasana dan omongan teman-teman nya deh, bagus deh ... gue akan coba goda dia. " Gumam Amel dalam hati nya.
Kendaraan pun sudah mulai berjalan.
Memang beberapa hari kebelakang Mahesa tidak dapat terpuaskan hasrat nya oleh Anita, dan Anita pun sering merasa kepanasan di kala tidur bersama nya.
__ADS_1
Jika pendirian Mahesa kokoh, tentu nya itu adalah hal yang wajar untuk wanita hamil yang sebentar lagi akan melahirkan.