Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Saling merelakan.


__ADS_3

BAB 90.


Jika Anita bisa, Anita ingi sekali keluar dari dalam mobil Gilang. Dan bermain dengan Guyuran Air hujan yang begitu deras, Anita ingin sekali menumpahkan Air mata nya. karna dengan begitu. Air mata yang di keluarkan Anita tidak akan terlihat oleh siapapun. karna akan tersapu oleh Deras nya air hujan. bahkan Gilang pun tidak akan mampu melihat Deraian air mata Anita sekali pun.


Tapi sayang Anita tidak mampu melakukan nya, Anita hanya bisa menahan nya hingga Anita sampai di kediaman nya.


Singkat cerita Mobil yang di kendarai Anita dan Mahesa pun telah sampai di tujuan nya.


Gilang menatap Anita. "Aku masih tidak percaya Ann, dalam sekejap aku dengan tidak sengaja sudah melepas mu, dengan tidak sengaja aku sudah membiarkan mu akan jatuh kedalam pelukan Orang lain !! Andai kamu tidak sebaik ini Ann, aku akan lebih memilih untuk tetap tinggal bersama mu, tapi kenapa saat hati mu tersakiti pun, kau tetap bersikap baik ?? kenapa takdir tidak suka kalau aku berjodoh dengan Wanita sebaik diri mu Ann ?? " Gumam Gilang dalam hati nya.


Anita yang merasa tidak ada pergerakan pada Gilang, mulai tersadar dan melirik ke arah Gilang.


Anita meraih tangan Gilang, dan mengecup punggung tangan Gilang. " Percaya lah, kita akan baik-baik saja !! Walau pun hanya sebatas teman atau bahkan saudara, Anak kamu lebih penting Lang !! " Ucap Anita lirih, dan Air mata pun lolos begitu saja tanpa permisi.


Sungguh sakit hati Anita saat ini, sehingga mampu membuat rasa sesak di dalam dada Anita.


Gilang memeluk erat tubuh Anita, Gilang terus mengecup seluruh wajah Anita. Anggap lah itu sebagai kontak fisik antara Anita dan Gilang untuk yang terakhir kali nya.


Mereka sejenak membiarkan tubuh mereka saling menopang satu sama lain nya.


Menangis bersama pun mereka lakukan, dengan harapan bisa kuat menghadapi kenyataan.


Hingga pada akhir nya meraka pun dengan langkah kaki yang berat, mulai keluar dari dalam mobil Gilang. Suhu tubuh Anita menjadi panas, namun terkadang dingin.


Gilang menghampiri Anita dan berniat ingin jalan bersama dan saling berpegangan tangan.


Anita tersenyum, hargai lah perasaan Glenka Lang, Glenka akan merasa sakit jika dia melihat kita dekat. Anggap saja hati Glenka adalah hati Anak mu juga.


Anita langsung pergi melewati Gilang, Gilang hanya menatap Nanar kepergian Anita si hadapan nya.


Anita berlari kecil menuju pintu keberangkatan ke jepang, Anita bertanya kepada petugas bandara yang dia lihat. Mata Anita tak lelah mencari ke setiap sudut Bandara itu.


Sehingga tatapan Anita pun terhenti, pada sosok wanita berpakaian Kemeja warna Coklat dan celana Jeans, sedang duduk di Kursi panjang bersama Orang-orang yang hendak melalukan hal yang sama dengan Glenka.


Anita tidak memperdulikan Gilang yang entah dimana kini keberadaan nya. Anita berjalan mendekati Glenka, Anita hanya tidak ingin ada keraguan di hati Glenka.


Anita dengan pelan duduk di sebelah Glenka, Glenka tersenyum ramah menyambut kedatangan Orang asing di samping nya, pikir Glenka wanita cantik yang baru saja duduk di samping nya itu, adalah salah satu penumpang yang sedang menunggu keberangkatan nya.


Anita memperhatikan, Name tag yang di tempel di Jas warna putih itu, dan benar dia adalah sosok Glenka.


Ternyata Sosok Glenka tidak seburuk yang di pikirkan oleh Anita saat Perjodoham itu sedang genjar di permasalah kan.


Kini sosok Glenka sangat baik, ramah, dan juga pendiam. Anita mulai menyapa Glenka, dan di sambut hangat oleh Glenka yang masih belum sadar bahwa dia adalah Anita, wanita yang sangat di cintai oleh Ayah dari janin yang ada di dalam kandungan nya.

__ADS_1


Anita mulai memperkenal kan diri nya, meraka berkenalan sangat baik sekali, pikir Glenka, dia akan mendapat kan teman baik, saat menempuh perjalanan ke Jepang nanti nya.


Namun saat Anita merasa sudah ada kenyamanan pada diri Glenka, Anita mulai menerangkan inti permasalahan nya.


"Emm .... Glen ?? A-aku !! " Ucap Anita gugup, karna rasa panas dan dingin terus menjalar di tubuh nya.


Glenka heran atas perubahan sikap yang Anita tunjukan. "Kenapa ?? Apa kau sakit ?? " Tanya Glenka, sambil mengecek suhu tubuh Anita layak nya seperti seorang dokter.


"Aku tidak apa-apa Glen, a-aku hanya ingin bertanya. jika aku jujur sesuatu pada mu !! Apa kita masih bisa berteman baik ?? " Ucap Anita.


"Tentu saja !! " Jawab Glen.


Glen menjawab dengan ringan, tanpa berpikir lebih jauh lagi. Karna Glen rasa dia tidak mengenal Anita sebelum nya, mungkin Anita kini sedang berada dalam masalah, dan ingin sekali bercerita. Bagi Glen tidak ada salah nya, jika harus mendengar kan keluh kesah Anita, sambil menunggu jam keberangkatan nya.


"Glen kenpa kau pergi lagi ?? Kenapa kau akan meninggalkan dia lagi !! " Ucap Anita, berhasil membuat Glen bingung saat mendengar nya.


"Apa yang kau katakan Ann ?? Kenapa ini menjadi tentang diri ku ?? " jawab Glen mulai curiga.


"Aku Anita, aku Teman dekat nya Gilang. Kita mencintai Laki-laki yang sama !! " Uhar Anita sambil meraih telapak tangan Glen.


Deg .... !!!!


"Gilang ?? Apa maksud mu ?? " Tanya Glen, wajah Glen merubah menjadi Emosi.


"Tenang Glen, dia ada di sini !! Kita sudah tau kebenaran nya, Tentang kejadian pada malam itu !! Kenapa kau malah mau pergi meninggalkan dia lagi Glen ?? " Ucap Anita lembut pada Glen.


"Tenang lah Glen, kita bicara dari hati ke hati !! Kita sama-sama wanita Glen, Kamu bisa saja tidak membutuhkan Gilang di hidup kamu saat ini, walau pun kamu butuh. kamu pasti akan tetap berusaha untuk berpikir bahwa kamu tidak membutuh kan diri nya. Tapi bagai mana dengan Bayi yang sedang kamu kandung Glen ?? Dia sangat membutuh kan Sosok Ayah saat dia lahir. " Ucap Anita merasa perih saat harus mengatakan nya.


Glen menatao Anita. " Lalu bagaimana dengan mu ?? Apa kau sudah tidak membutuhkan Gilang di hidup mu ?? Apa kau sudah tidak mencintai nya ?? " Ucap tegas Glen.


Anita tersenyum lembut pada Glen, senyuman yang mengandung arti kepedihan. " Aku sangat butuh Gilang dan aku sangat mencintai Gilang !! Tapi Janin ini lebih membutuhkan nya !! Aku seorang Ibu Glen, aku mempunyai Anak kecil, yang sudah di tinggalkan oleh Ayah nya !! ketahui lah Glen, buang ego mu dan mulai berpikir lah tentang Janin yang sedang berkembang ini. " jelas Anita sambul mengelus perut Glen.


Glen mulai mencerna perkataan Anita, Glen mulai tidak bisa membendung lagi Air mata nya. Glen memeluk Anita Air mata pun tumpag di mata kedua nya.


Glen yang menangis karna rasa bersalah nya, dan Anita menangis karna rasa haru dan lega di dalam hati nya.


Semua mata tertuju pada adegan Haru yang terlihat drama pada Anita dan Glen. termasuk 2 pasang mata yang terus menatap Ke arah Anita dan Glen.


Dua pasang mata itu, milik Gilang dan Mahesa.


Tuan Mahesa tidak percaya saat diri nya sampai di pinti kedatangan, dari Jauh Mahesa melihat 2 wanita sedang berpelukan di iringi dengan deraian Air mata.


Mahesa merasa satu Oranv wanita sangat ia kenali, dan tidak asing di mata nya. Mahesa terus memperhatikan Wanita itu, ada lerasaan cemas dalam diri nya, saat tau wanita itu adalah Anita.

__ADS_1


Sementara Gilang sibuk membendung Air mata nya kala itu, Anita sudah mengetahui keberadaan Gilang, Anita memberikan kode pada Gilang untuk segera mendekat ke pada nya.


Gilang ragu, namun tatapan Anita semakin dalam pada Gilang, sehingga Kaki Gilang pun memaksa diei Gilang untuk segera berdiri dan Menghampiri Anita.


Gilang duduk di samping Glen, namun Glen tidak sadar bahwa kini Gilang ada di belakang nya, karna Glen masih menangis dalam pelukan Anita.


Mahesa semakin tidak mengerti saat melihat kehadiran Gilang, ingin rasa nya Mahesa mendekat, namun Mahesa merasa kehadiran nya sangat tidak penting di antara mereka. Sehingga Mahesa memutuskan untuk memperhatikan Anita dari kejauhan saja.


Anita masih memeluk tubuh Glen, yang masih menangis, Sehingga wajah Anita masih menghadap pada Gilang. Gilang tanpa ragu mengelus Pipi Anita yang basah oleh linangan Air mata. Lalu Gilang mengesap lembut rambut Anita.


Sungguh semakin perih saat Anita mendapat kan Perlakuan lembut untuk terakhir kali nya oleh Gilang, Anita tidak boleh semakin berlarut dalam kesedihan.


Anita memandang wajah Gilang. Anita melihat butiran Air mata keluar dari mata Gilang, Anita dengan cepat menyeka Air mata gilang, dan menggelengkan Kepanya pelan, tanda Anita menyuruh Gilang untuk tidak menangis, di hiasi dengan senyuman hambar di bibir Anita.


"Sudah Glen, jangan terlalu banyak pikiran. Kamu sedang mengandung. itu akan berpengaruh pada perkembangan janin, yang akan menjadi Anak kalian Nanti nya. " Ucap Anita sambil menatap pada Gilang.


"Aku pamiy Glen !! aku doa kan kalian bahagia, dan menjadi keluarga yang behagia pula. " sambung Anita masih memeluk Glen dengan lembut.


Glen semakin terisak menangis, "Jangan pergi Ann, Aku tidak mungkin hidup dengan Laki-laki yang tidak menginginkan ku sama sekali, dia tidak mencintai ku Ann !! Dia hanya menginginkan mu. " Ucap Glen pada Anita, tanpa sadar bahwa Gilang kini sudah ada di samping nya.


"Glen, kau lebih mengenal Gilang dari pada aku. Dia orang baik !! Dia tidak mungkin seperti itu, perasaan cinta akan Tumbuh kembali di hati nya, Apa lagi saat perut mu semakin terlihat besar nanti nya, cinta Gilang pun akan besar pula pada diri mu dan Anak mu !! Percaya lah. " jawab Anita terus berusaha kuat, walau pun tidak ada satu orang pun yang berusaha menguat kan nya.


Gilang merasa teremas sakit hati nya, saat mendengar ungkapan Glen dalam tangisan nya, tangisan yang pernah Gilang lihag saat di Rumah sakit itu.


"Aku pamit Glen, jaga kesehatan mu !! " Ucap Anita mulai merenggangkan tubuh nya dari tubuh Glen.


Saat Glen mulai menegak kan tubuh nya, Gilang mengambil alih pelukan Glen, Gilang menarik Tubuh Glen ke dalam pelukan nya. Rasa bersalah yang kini hadir di dalam perasaan Gilang pada Glen.


Anita melihat Gilang sedang memeluk wanita lain di hadapan nya, lagi-lagi Anita tergores hati nya, namun Anita mengungkapkan ke pedihan nya dengan Senyuman di hiasi Air mata.


Anita dengan cepat berdiri untuk segera pergi dari tempat Glen dan Gilang.


Namun tangan nya di tarik oleh Gilang. Ada perasaan tidak rela dalam diri Gilang saat tau Anita akan pergi dari hadapan nya, bukan saja dari hadapan nya, tapi dari hidup nya.


Anita dengan lembut melepaskan tangan Gilang dari tangan nya, Anita tersenyum sambil menyeka air mata nya, Anita mengusap lembut rambut Gilang, dan setelah itu dia harus benar-benar pergi merelakan semua nya tentang Gilang.


Anita melangkah dalam kepedihan di hati nya, namun Anita mendapat kan beberapa tepukan tangan pelang di sekitar nya. Anita baru tersadar bahwa kini dia sedang berada di tempat umum.


Sebagian Krang yang dekat dengan tempat Anita tadi duduk bersama Glen, mereka menepuk kan tangan nya, Tidak sedikit si antara mereka meneteskan Air mata.


Mereka menatap Anita dengan bangga, sehingga ada wanita paruh baya yang langsung memeluk Anita. " Kamu Wanita baik Nak !! " Ucap wanita paruh baya itu.


Pelukan itu sedeikit meringan kan beban kepedihan di hati Anita. " Terima kasih bu !! " Jawab Anita.

__ADS_1


Gilang terus melihat Anita, walau pun tangan nya kin sedang mencoba menenangkan tubuh Glen.


Anita pergi dan berlari kecil menuju pintu Utama untuk keluar dari Bandara itu. Dengan cepat Mahesa mengikuti Anita dari Arah lain.


__ADS_2