Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Keras nya Orang Tau Gilang.


__ADS_3

BAB 51.


Sementara Gilang, Masih dengan raut wajah nya yang Bahagia. Dikala Mengingat Cincin yang Tadi ia beli untuk Anita.


"Aku senang Ann, kau sedang menunggu ku di sana, Terima kasih. Setidak nya aku Berpikir, Aku ada Guna nya di mata Kamu. Walau pun Artian kata menunggu mu itu hanya sebatas Tukang Ojek pada ku. " Gilang tersenyum sendiri di atas Balkon Kamar nya.


Saat Itu Suasana Kota bandung sedang bersahabat dengan Gilang, Lengit yang Gelap nampak di hiasi Bintang yang sangat Indah. Begitu Pun Hati Gilang saat ini walau Pun Hati nya sedang Gundah namun ada setitik cahaya menghiasi nya. Setitik Cahaya dari Senyuman Anita yang membuat Gilang sangat Susah Untuk melupakan nya.


Gilang sedang memakai Baju Santai berupa Kaos Oblong dan Celana Pendek.


Tiba-tiba Pintu kamar nya ada yang mengetuk.


"Tok ... Tok ... Tok !! "


Gilang yang sedang Duduk di Balkon Kamar nya, sangat enggan membuka kan Pintu Kamar nya.


Namun Saat Gilang mengabaikan Suara ketukan itu, Semakin Keras Pula Suara ketukan di Pintu Kamar Gilang.


Gilang berdecak Kesal. " Siapa Sih, Ganggu aja !! " Gilang berjalan dan membukakan Pintu kamar nya.


Ternyata yang mengetuk Ibu Mayang.


"Loh Ko Masih belum Berpakaian Rapih Sih Lah ?? Glenka bersama Orang tua nya Sudah menunggu Di bawah !! Ayo cepat ganti baju, hargai Papah Mu !! " Ujar Ibu Mayang menggelengkan Kepala nya Heran pada Gilang.


"Mau apa sih Mah, Tolong Satu Orang saja yang ngertiin perasaan Aku di Rumah ini !! " Keluh Gilang pada Ibu nya.


Namun Ibu Mayang menutup Telinga nya Rapat-rapat dan berlari meninggalkan Kamar Gilang.


Gilang Menarik Nafas nya Panjang dan Membuang nya secara kasar, Gilang mengganti pakaian nya yang lebih Sopan dari sebelum nya.

__ADS_1


Gilang Mulai Menuruni Anak tangga dan Berjalan menuju Ruang keluarga, dimana Di sana Sudah berkumpul Orang-orang yang tidak di harap kan kedatangan nya oleh Gilang, siapa lagi kalau Bukan keluarga Glenka.


"Loh ko Pakaian nya santai begini sih Lang !! " Ucap Ibu Mayang pada Gilang kecewa.


"Lah emang acara ini se istimewah apa sih Mah, sampai-sampai aku harus memakai pakaian Resmi !! " Bela Gilang pada Ibu nya.


"Gilang jaga Ucapan kamu !! " Suara berat itu keluar dari Mulut Pak Guruh.


Gilang hanya menatap Kesal pada Glenka.


"Apa pun yang di pakai Oleh Gilang, Semua sudah kelihatan cocok Ko Om, aku Suka. " Pembelaan Glenka pada Gilang.


Namun Gilang tidak suka akan pembelaan Glenka terhadap nya. Gilang hanya melihat kesal pada Diri Glenka.


"Baik Lah, dalam kesempatan ini Kami dari keluarga Wanita yaitu Glen. Ingin bersilaturahmi sekaliGus ingin menanyakan Keseriusan Gilang pada Anak saya Glenka !! " Ucap Ayah dari Glenka membuka percakapan di ruangan itu.


Gilang yang mendengar perkataan Ayah Glenka, Berhasil membuat Diri Gilang terkejut.


Pak Guruh menjadi Naik Pitam karna celotehan Anak nya.


"Gilang, Papah Tegaskan sama Kamu !! Kamu akan segera Bertunangan Dengan Glenka, mau ada Hubungan Atau Tidak. Papah Mau kamu menikah dengan Glenka Titik !! Semua nya sudah di siapkan, termasuk Cincin dan Tgl pertunangan nya. " Ucap Pak Guruh tegas dengan Mata membulat merah pada Gilang.


Gilang yang mendengar perkataan Ayah nya langsung berdiri dan Tidak terima atas Tekanan yang sudah ia dapat. Gilang tidak menyangka Bahwa Cincin yang Ia coba tadi Siang adalah Cincin Pertunangan dengan Glenka.


Gilang berpikir itu hanya Cincin Biasa saja, yang ingin Ibu nya belikan Untuk Gilang. Karna Untuk Ibu Mayang membeli Perhiasan Untuk Gilang atau bahkan Untuk Ayah Pun sudah biasa Ibu Lakukan, Meskipun itu hanya sekedar Untuk Koleksi. Gilang mulai berontak kali ini.


"Cukup Pah, Ini Hidup Gilang. Papah Boleh mengatur Gilang dalam Hal apapun, Tapi tidak untuk Jodoh Gilang !! Gilang memang Cinta sama Glenka tapi Itu Dulu Pah, sebelum Glenka dengan Tega nya Ninggalin Gilang. Jadi Tolong untuk Urusan teman hidup gilang, Papah jangan Ikut campur. Dan kamu Glen, Om, Tante. Tolong mengerti Lah Gilang sudah tidak ada perasaan Apa-apa lagi sama Glenka. Apa Om Mau Glen Hidup dengan Laki-laki yang sama sekali Tudak mencintai nya ?? Dan Mamah, Papah Maaf kan Gilang telah mengecewakan Kalian. Tapi Gilang mohon pengertian nya. PERMISI !! " Cerca Gilang, dan Keluh kesah Gilang pada semua Orang yang ada di Ruangan Itu.


Setelah Gilang merasa diri nya sudah cukup untuk berbicara, Gilang langsung Berjalan Dengan Amarah nya menaiki Anak Tangga Menuju Kamar Pribadi nya.

__ADS_1


Gilang melangkah membawa Sejuta kekecewaan pada Orang Tua nya. Gilang tidak mau mengecewakan Anita, meskipun Anita kini belum Pasti akan menjadi Milik nya.


Gilang Bermuram Durja di Dalam Kamar nya.


"Aaaaaarrrgggghhhhhh .... " Teriak Gilang sambil menjambak Rambut nya dengan kasar, dan mengusap Wajah nya dengan Kasar Pula.


Gilang menjatuhkan Badan Nya Di Kasur King Size nya itu, Gilang Tidak Habis Pikir dengan Pola Pikir kedua Orang Tua nya.


Orang Tua Gilang tau Percis, saat Glen meninggalkan Gilang. Semua kehidupan Gilang berubah saat itu, Gilang lebih banyak mengurung diri di kamar. lebih tepat nya seperti Orang Gila.


Bahkan Ide Gila untuk menjadi Driver Gojek Pun Ia lakukan, Agar Diri nya Bisa Terus di Sibukkan Dengan Kegiatan sebagai Driver Gojek.


Jikalau Hanya menjadi seorang Bos di salah satu Perusahaan Milik Orang nya, Gilang Sudah pasti Akan Banyak Diam nya, Jadi akan percuma Pikiran Tentang Glenka pun akan terus menyiksa diri ya.


Sampai-sampai Ide Gila untuk menjadi Driver Gojek Pun, Di setujui Oleh kedua Orang Tua nya, Dengan Syarat Gilang harus tetap Mengelola Semua Bisnis yang ada di Jakarta Milik Orang Tua nya.


Gilang selama Di jakarta Memang Pintar dalam membagi waktu. Gilang lebih sering Menghabiskan Waktu nya Di jalanan, di Banding Di Perusahaan. Karna Gilang mempunyai Beberapa Orang Kepercayaan Untuk menghendel Bisnis Orang Tua nya yang sudah di Emban Kan Kepada Diri nya.


Gilang hanya mengontrol dari kejauhan. Orang kepercayaan Gilang sudah sangat bisa Di percaya Oleh Gilang bahkan Oleh Kedua Orang tua Gilang.


Jadi Tidak ada kendala Sama sekali apa Bila Gilang tidak Stay terus di perusahaan itu.


Gilang menikmati Sekali peran Nya Sebagai Driver Gojek di banding kan Menjadi Seorang Bos, yang hanya Tumpang Kaki saja di Kursi kebesaran nya.


Sementara Di Ruang keluarga Masih membicarakan Tentang Perjodohan Gilang dan Glenka, Ibu Glenka yang merasa Ragu akan perjodohan ini Berniat membatalkan nya, Karna Ibu Glenka Tidak mau Jikalau Anak nya Tidak bahagia Dengan Gilang.


Tapi tidak Pada Kedua Orang tua Gilang dan juga Ayah Glenka. Mereka Terus menjalankan Rencana Untuk menjodohkan Gilang dan Glenka.


Malam pun sudah Larut. Keluarga Glenka memutus kan Untuk Pamit, Dan menunggu kabar baik selanjut nya. Sementara Ayah Gilang terus memutar Otak nya, apa penyebab Gilang menolak perjodohan nya dengan Glenka.

__ADS_1


Pak Guruh akan memikirkan Cara, Untuk Gilang bisa menerima Perjodohan nya dengan Glenka.


__ADS_2