
BAB 88.
Gilang mendapati Glen sudah tidak ada di Apartement nya, Gilang tersirat Ide bahwa Gilang akan membuka Rekaman CCTV pada malam itu di Dalam Kamar Glen.
Gilang akan Menyambungkan koneksi Laptop nya pada DVR yang ada Di dalam CCTV itu, Gilang hanya perlu merayu Petugas keamanan itu, untuk bersedia membantu nya. Dan membukakan Pintu Kamar Glen, walau pun itu sangat melanggar.
Dengan semua rayuan dan paksaan, Akhir nya Petugas keamanan itu pun menyerah, namun hanya di berikan waktu beberapa menit saja, sebelum ada yang mengetahui pelanggaran ini terjadi.
Gilang dengan cepat menuju ke arah apartemen Glen, di ikuti Anita yang sudah membawa Laptop Gilang.
Setelah berada di dalam apartemen Glen, Anita semakin berat melangkah kan kaki nya, Dengan pintar nya Gilang sudah berhasil menyambungkan Koneksi antara Cctv di kamar Glen dan Perangkat Laptop nya.
Seketika nafas Gilang terhenti, saat melihat beberpa Vidio yang sudah terinstal di Laptop nya. Gilang melihat ke arah Anita.
Gilang semakin tidak tega melihat kecemasan yang selalu Anita tutup-tutupi di wajah nya, Anita menganggukan kepala nya seraya memberikan Tanda, bahwa Gilang harus memutar Vidio pada malam itu.
Gilang memeluk Anita yang tengah duduk du samping nya, Gilang seperti sudah tau apa yang sudah terjadi. dikala mengingat pada malam itu ada bercak darah di Sprei milik Glen.
Gilang memijit kening nya keras, Perasaan Anita mengatakan bahwa ini lah saat nya Anita harus bisa merelakan Orang yang sangat ia cintai bersama dengan Orang lain.
Gilang mulai menggerakan Tangan nya kembali untuk meng Klik agar Vidio nya dapat di putar.
Gilang dengan segenap keberanian nya, melihat isi dari Vidio itu.
__ADS_1
Saat Vidio itu di Putar, Gilang semakin memijat kepala nya sesekali Gilang menarik Rambut nya. karna rasa sakit yang teramat sakit di kepala nya. di Vidio itu terekam jelas saat sebelum Glen pergi meninggalkan Apartement nya.
Glen terlihat sedang membuka sebuah Amplop yang berisi kertas, Dimana Di atas kertas itu tertulis, Hasil dari pemeriksaan Test urin nya. Kemudian Glen menangis dan memeluk kertas itu sambil mengelus perut nya.
Saat Anita sudah tau Arah Vidio itu kemana, Anita memalingkan pandangan nya, dan Air mata pun Lolos begitu saja di Pipi nya.
"Yang aku takut kan terjadi !! " Gumam Anita dalam hati nya.
Sementara Gilang menekuk leher nya, dan menangis tanpa suara. Gilang menggebrak meja yang ada di hadapan nya, Gilang memukul
kepala nya, namun Pukulan itu tidak sebanding dengan rasa sakit akibat penyesalan yang telah ia lakukan pada malam itu.
Tubuh Anita melemas, namun Anita mencoba bangkit dan Kuat, meskipun Air mata tak mampu lagi untuk di bendung. Anita meraih tangan Gilang yang terus memukuli kepala dan wajah nya.
Seketika Gilang menatap Anita, dengan wajah yang sudah memerah akibat menahan amarah yang bergejolak di dalam diri nya.
"Maaf aku Ann ?? Aku sudah melukai hati mu kembali, Aku memang bodoh Ann !! Maaf kan aku. Tidak seharus nya aku mabuk pada Malam itu. " Ucap Gilang sambil menangkup kedua Pipi Anita dengan kedua telapak tangan nya.
Anita dan Gilang sama-sama saling mengeluarkan Aliran Air mata yang terus keluar dari Pelupuk mata mereka masing-masing.
Namu Anita masih bisa membangkitkan senyuman di wajah nya meskipun Air mata terus saja membasahi wajah nya.
"Dengan satu tindakan, aku telah merobohkan benteng pertahanan kita Ann, dengan satu tindakan aku harus menyakiti diri mu Ann !! Maaf kan aku Ann, Maaf kan aku !! " Ucap Gilang sambil menarik tubuh Anita ke dalam pelukan nya.
__ADS_1
Tangis pun semakin menjadi antara kedua nya. Anita dapat merasakan Getaran Hebat dalam diri Gilang, Anita memang merasa sakit atas perlakuan Bodoh Gilang pada malam itu, namun Bibir Anita tak sanggup mengatakan kebodohan Gilang, karna itu bukan sepenuh nya kesalahan Gilang.
Dan Anita mulai tidak ingin menyalahkan Siapa pun, ini Takdir. Takdir memang tidak berpihak pada Hubungan Gilang dan Anita. Kalau bukan Anita siapa lagi yang akan berperan sebagai Orang yang kuat dalam permasalahan ini.
Anita bisa saja berbuat tidak adil dalam Takdir ini, Anita bisa saja membuat suatu Pilihan pada Gilang. Dan Anita pasti bisa dengan Mudah nya membuat Gilang tidak akan bertanggung jawab pada Glenka, dan akan tetap menjadikan Gilang milik Anita seutuh nya.
Namun Anita tidak mau, ini adalah masalah anak yang tidak berdosa yang sudah ada di rahim Glen saat ini. bisa saja Anita akan mendapat kan Pil pahit kedepan nya, kalau ia sampai menyuruh Gilang untuk tidak bertanggung jawab pada Glenka.
Sudah cukup Anita bergelut dengan pikiran nya. Anita mencoba melepaskan Pelukan Gilang secara perlahan, walau pun Anita masih ingin terus berada di dalam pelukan Gilang saat ini.
Dengan sekuat hati Anita, mencoba membangkitkan tubuh Gilang di hadapan nya.
Setelah Anita berhasil menegak kan tubuh Gilang, Anita menatap Gilang dengan Tatapan yang sulit untuk di artikan.
Anita terus menahan tubuh Gilang. "Aku yakin kamu Laki-laki yang sangat baik Lang, Kita sudah sama-sama dewasa, kita tidak bisa mencegah apabila Takdir sudah mengeluarkan keputusan nya, aku tidak menyalahkan mu dalam hal ini. kembali lagi, ini lah cara takdir membukakan mata kita, kalau kita memang tidak di takdir kan untuk bersatu. kuat kan hati mu Lang, ayo terus melangkah. jika kau bertanya padaku !! Apa kau sakit hati ?? Ya, aku sangat sakit hati Lang, aku sakit karna harus kehilangan Laki-laki yang sangat aku cintai saat ini. Jika kamu bertanya kembali !! Apa kau mau bertahan ?? maka jawaban nya, Aku akan bertahan jika saja di dalam Rahim Glen, tidak ada Darah daging mu yang sedang berkembang saat ini. Ketahui lah Lang, tidak ada harta yang paling berharga di dunia ini kecuali Anak, Aku wanita dan Glen pun Wanita. Aku pernah merasakan saat Anak ku Nara harus menelan kepahitan saat kehilangan Sosok Ayah dalam hidup nya. Maka jangan sampai Anak yang di kandung oleh Glen merasakan hal yang sama. Biarkan lah Hati ini hancur Lang, bahkan mati sekali pun asalkan Kita sedang memperjuangkan perasaan yang seharus nya kita perjuangkan, Yaitu Perasaan seorang Anak !! " Ucap Anita mampu membuat Gilang semakin lemah dan kembali ambruk di pelukan Anita.
Selang beberapa detik, Gilang pun bangkit.
" Kenapa ?? takdir begitu kejam telah memisahkan kita Sayang !! Apa takdir itu Buta ?? sehingga tidak dapat melihat betapa besar nya rasa cinta yang kita Punya ?? Maaf kan aku Ann !! Aku sudah melakukan Hal yang seharus nya tidak aku lakukan !! " Ucap Gilang Lirih, namun kini Gilang sudah sedikit terlihat Kuat.
Anita tersenyum. "Ini bukan salah mu Sayang !! Ketahui lah, di dunia ini tidak ada yang abadi sekali pun perasaan cinta yang saling kita miliki saat ini. Semua ada masa nya semua ada waktu nya, dimana Pertemuan pasti ada perpisahan, dimana ada rasa saling memiliki di situ pula pasti ada rasa kehilangan !! Mungkin ini saat yang tepat, untuk kita merasakan semua itu. " Ucap Anita kembali menundukan kepala nya dan kembali menangis.
Meraka pun kembali berpelukan untuk yang terakhir kali nya, Sehingga mereka memutuskan untuk mecari Glen.
__ADS_1