Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Penyatuan Cinta.


__ADS_3

BAB 117.


Mahesa duduk di ruang tamu Anita, Mahesa tertunduk dan sangat merasa bersalah, Sampai-sampai Mahesa tidak sadar bahwa kepalan tangan nya sangat keras, sehingga kuku nya melukai tangan nya sendiri sampai berdarah.


Untuk melihat Anita histeris dan ketakutan saja, Mahesa sangat merasa bersalah, dan sangat menyalahkan diri nya sendiri, tak jarang Mahesa mengatai diri nya sendiri sebagai Laki-laki yang sangat bodoh.


Anita sudah siap dengan pakaian yang sudah di siapkan di lemari nya, dengan riasan sederhana Anita sangat terlihat cantik dan juga anggun.


Anita kini sudah terlihat sangat tenang, Anita tidak marah sama sekali atas kelakuan Tuan Mahesa, malah Anita bersyukur bukan Orang lain yang memasuki kamar nya saat itu.


Saat Anita keluar dari kamar nya, Anita melihat Mahesa masih terduduk sesuai permintaan nya di ruang tamu, dengan tangan terus memijat kening.


Anita melihat tangan Mahesa terluka, terlihat seperti bekas kuku yang mengeluarkan darah segar, Anita menghampiri Mahesa dengan perlahan.


Walaupun Anita berjalan tanpa suara, Mahesa dapat merasakan bahwa Anita sedang berada di dekat nya. Mahesa membiarkan Anita untuk mendekat pada diri nya, Mahesa ingin tau apa yang akan di lakulan oleh Anita sehingga berjalan sangat pelan sekali.


Saat Anita sudah dekat dengan Mahesa, Anita meraih tangan Mahesa, "Mas ?? kenapa ini ?? " Tanya Anita terus melihat luka di tangan Mahesa.


"Sudah lah Sayang !! ini hanya luka goresan kecil saja, apa kau sudah siap ?? " Tanya Mahesa.


Anita melihat ada yang menganggu hati Mahesa, sehingga membuat nya sangat merasa gelisah, mengingat saat kejadian di kantor waktu itu, saat pertama kali Anita melihat Mahesa sedang melampiaskan kekesalan nya.


Anita hanya ingin membuat Mahesa tenang, dan melupakan kejadian tadi, Anita dengan nakal nya duduk di pangkuan Mahesa dan melingkarkan tangan nya di leher Mahesa.


Mahesa hanya terdiam dan menatap Anita yang kini dekat dengan wajah nya, "Ma ... " Mahesa ingin mengtakan permintaan Maaf nya, namun jari Anita menghentikan gerakan bibir nya untuk meminta maaf.


Anita mendekatkan wajah nya pada wajah Mahesa, " Sayang !! tenanglah, Aku mencintai mu . " Bisik Anita memberikan nafas segar untuk Mahesa.

__ADS_1


Tatapan penuh cinta pun terpancar dari tatapan kedua nya, tidak di pungkiri lagi tatapan itu pun kini saling menuntut satu sama lain. hawa panas mengalir di tubuh Mahesa, Sungguh Anita sangat menggoda saat itu, tautan antara kedua Bib*r pun tak dapat terhindarkan lagi.


Kedua inshan yang sesang di mabuk kepayang iyu pun, bermain dan menikmati permainan panas itu .


Sampai pada saat nya tubuh Mahesa pun semakin menuntut ingin melakukan hal yang lebih lagi pada Anita, namun Mahesa dapat mengontrol nya, saat mengingat kejutan yang akan di berikan pada malam itu untuk Anita.


Mahesa melepaskan pautan nya pada bib*r Anita, "Mas juga sangat mencintai mu Sayang !! " Mahesa memeluk lebih erat lagi pada tubuh Anita.


Sebelum kemesraan itu berakhir, meraka sangat menikmati pelukan pada tubuh mereka Masing-masing, dan akhir nya Mahesa menuntun Anita untuk berdiri, dan akan segera mengajak Anita kesebuah tempat special.


"Sebentar Mas, aku mau pakai Lipstik dulu !! kau sudah menghabiskan nya. " Ucap Anita dengan manja nya.


"kamu yang menyuruhku menghabiskan nya !! " Jawab Mahesa tidak kalah menggoda Anita.


Setelah Anita sudah siap, tanpa tau Mahesa akan membawa nya kemana, Mahesa menggandeng Anita untuk berjalan di samping nya.


Singkat cerita Mahesa sudah sampai di tempat tujuan, sebuah kejutan sederhana namun sangat berkesan untuk Anita, Ternyata Mahesa membawa Anita kesebuah taman kecil, dimana di taman itu ada sebuah meja dan 2 kursi khusus untuk Anita dan juga Mahesa, beberapa makanan dan minuman menghiasi meja itu.


Suasana romantis pun terasa pada saat itu, dimana Mahesa sangat memperhatikan Anita , dan sebalik nya. Mahesa dan Anita terlebih dahulu mencicipi apa yang ada di hadapan nya.


Setelah selesai Mahesa dan Anita terdiam untuk sejenak, memikirkan apa yang akan mereka ungkapkan pada saat itu, tanpa aba-aba Mahesa berdiri dan bersimpuh di hadapan Anita.


Anita hanya menatap wajah Mahesa, tanpa kata-kata.


Mahesa menarik tangan kanan Anita, dan memakaikan sebuah cincin di jari Anita, sungguh di luar dugaan Anita, ternyata kejutan itu adalah sebuah lamaran, meskipun lamaran itu hanyalah Aniya dan Mahesa yang tau, tapi itu tidak mengurangi rasa bahagia Anita dan Mahesa.


"Secepat nya Mas akan meresmikan lamaran ini Ann !! " Ucap Mahesa mengecup cincin yang sudah terpasang di jari Anita.

__ADS_1


Anita hanya tersdiam, dengan mata berkaca-kaca terus saja menatap Mahesa yang masih pada posisi nya.


Anita berdiri dan di ikuti oleh Mahesa, Anita memeluk Mahesa, dengan sedikit isakan tangis bahagia nya.


Mahesa pun memeluk Anita dengan kecupan di pucuk rambut Anita, " Mas janji tidak akan mengecewakan mu. "


Anita hanya mengangguk pelan, dan tidak sabar ingin segera di miliki oleh Orang yang sangat mencintai nya.


Kejutan itu berhasil membuat Anita terkejut dan sampai menangis bahagia, Mahesa sungguh lega sudah mengutarakan niat nya pada Anita, waktu sudah mulai menunjukan tengah malam, Mahesa segera mengajak Anita untuk segera kembali.


Dalam perjalanan menuju penginapan, Anita sangat lelah sehingga Anita tertidur, dan Mahesa membiarkan bidadari nya tertidur tanpa mengganggu nya sama sekali.


Setelah tiba Mahesa menggendong Anita, tanpa membangunkan nya, saking lelah nya Anita pun tidak terbangun saat di gendong oleh Mahesa.


Mahesa masuk kedalam kamar Anita, sungguh malam itu tidak dapat terhindarkan lagi, dalam kegelapan di ruangan itu Anita terbangun dan tatapan nya langsung pada tatapan Mahesa.


Mahesa tidak bisa mengontrol diri nya, perlahan Mahesa melepaskan balutan kain di tubuh Anita, sehingga tidak ada sehelai kain pun yang melekat di tubuh Anita maupun Mahesa.


Penyatuan cinta antara Anita dan Mahesa pun terjadi pada malam itu, Mahesa sangat menikmati setiap lekukan tubuh Anita, Anita hanya menerima permainan yang di lakukan oleh Laki-laki yang sangat ia cintai itu.


Sesekali Anita mengerang kesakitan, saat beberapa lama tidak melakukan hal itu setelah cerai dari mendiang mantan suami nya.


"Mas ... !! " Bisik Anita pada Mahesa.


Mahesa tidak menjawab Anita, Mahesa segera menutup mulut Anita dengan mulut nya, saat benda berharga nya sudah siap masuk kedalam benda berharga milik Anita.


Kedua nya pun menikmati dengan sadar dan tanpa paksaan pada malam itu, sehingga malam itu mereka tidur bersama dalam satu selimut sampai udara malam terganti dengan udara sejuk pada pagi hari.

__ADS_1


__ADS_2