
Mahesa butuh ketenangan, dan ia memilih untuk menemui anak nya. Mahesa berharap Anita memberikan akses mudah untuk menemui anak nya.
Di perjalanan Mahesa mendapatkan hambatan, kendaraan pribadi yang ia pakai seketika berhenti begitu saja.
"Ah .. sial, kenapa harus mogok sih. " Dengus Mahesa kesal dan keluar dari dalam mobil nya.
Mahesa yang tidak mengerti mesin pun kebingung ngan, di belakang tiba-tiba datang seorang laki-laki yang mencoba membantu Mahesa.
"Kenapa mobil nya ? " Tanya laki-laki itu.
"Gilang ! " Ucap Mahesa saat tahu siapa yang datang.
"Tadi tidak sengaja lewat, lihat kendaraan anda mogok jadi saya mencoba berhenti. " Jawab Gilang dengan santai nya.
"Oh ... tidak tahu, ini tiba-tiba mogok, saya sudah telpon montir. " Jawab Mahesa sambil memperhatikan mesin kendaraan nya.
"Coba saya lihat. " Gilang menawarkan bantuan nya.
Baik Gilang maupun Mahesa tidak bersikap acuh, kedua nya terlihat seperti rekan saja.
Gilang menjelaskan masalah yang di alami kendaraan Mahesa, dan Mahesa menggangguk berusaha memahami apa yang di jelas kan Gilang.
"Coba nyalakan mobil nya. " Pinta Gilang, saat beberapa waktu dia mengutak-atik mesin kendaraan Mahesa.
Dan kendaraan Mahesa pun hidup kembali.
"Terimakasih Gilang, sungguh saya tak paham dengan mesin mobil. " Ujar Mahesa pada Gilang.
"Sama-sama, tidak semua bisa mengerti. Bahkan aku pun bisa tidak mengerti dengan apa yang kamu mengerti. " Jawab Gilang.
Mahesa mendekat pada Gilang dan menepuk-nepuk punggung Gilang beberapa kali.
__ADS_1
Gilang pun membalas nya, tepukan kedua nya seperti tepukan saling menguatkan antara kedua nya.
Dalam hati kedua nya memahami perasaan masing-masing.
Kedua nya pun melanjutkan tujuan masing-masing, tidak ada rasa sakit hati atau pun hal lain. Meskipun mereka tahu kedua nya adalah orang yang pernah di cintai oleh Anita.
Kini Mahesa sampai di depan rumah Anita. Mobil kesayangan Mahesa terparkir bebas di depan pagar rumah Anita.
Sang pemilik rumah pun mendengar ada kendaraan yang berhenti di depan pintu nya
Anita melihat di balik kaca rumah nya.
"Mas Mahes ! " Ucap kecil Anita sambil menggendong bayi nya.
Tak lama dari itu pintu pun di ketuk beberapa kali oleh Mahesa.
Anita menghela nafas panjang dan membuang nya perlahan, Anita berusaha tenang sebelum berhadapan dengan mantan suami nya itu.
Anita membukakan pintu, saat itu juga Anita merasa tiupan angin begitu keras menghantam tubuh nya.
Anita berpura-pura heran saat tahu Mahesa yang datang.
"Mas ... " Sapa Anita berusaha baik-baik saja.
Mahesa lega karna Anita mau membuka kan pintu nya dengan ramah.
"Boleh saya masuk ? " Tanya Mahes ragu.
"Oh ya silahkan. " Jawab Anita mempersilahkan Mahesa untuk masuk.
Mahesa memperhatikan Anita.
__ADS_1
"Silahkan duduk Mas. " Ujar Anita.
"Mas mau duduk di sana saja. " Jawab Mahesa memilih untuk duduk lesehan di atas karpet di banding duduk di sofa tamu.
"Oh ... silahkan. " Jawab Anita.
Keadaan seketika hening.
"Sini Mas gendong An. " Pinta Mahesa mengadahkan kedua tangan nya untuk menggendong bayi nya.
"Hati-hati ya Mas. " Jawab Anita khawatir Mahesa salah menggendong anak nya.
"Uuhhhh anak Ayah, apa kabar ? maaf ya Ayah baru Dateng, ehh ayah lupa gak bawa mainan. Nanti kalau kamu sudah mulai paham Ayah belikan mainan banyak untuk kamu dan kakak Nara, ya sayang ? " Ujar Mahesa berbicara pada anak nya, walaupun ia tahu anak nya baru saja berusia beberapa bulan dan belum bisa menjawab ucapan Mahesa.
Anita terengun melihat kerinduan seorang Ayah pada Anak nya.
"Aku buatkan minum dulu. " Ucap Anita.
"Eh ... tidak usah An, kamu duduk saja. " Jawab Mahesa ingin dekat dengan Anita dan juga anak nya.
"Oh ya An, tadi aku ketemu Gilang di jalan. " Ucap Mahesa membuat Anita terbangun dari pikiran nya yang tak menentu itu.
Anita hanya menganggukkan kepala nya, tanpa bertanya kelanjutan cerita Mahesa.
"Kamu tidak mau tahu kabar Gilang sekarang ? " Timpal Mahesa.
Anita tidak tahu maksud dari perkataan mantan suami nya itu apa.
"Maksud nya Mas ? " Tanya Anita dingin.
"Ah tidak. " Jawab Mahesa melanjutkan candaan nya kembali pada anak nya.
__ADS_1
"Aku tahu kabar Gilang baik-baik saja mas, dia tempo hari datang kesini Mas. Dia datang lebih dulu dari kamu. " Batin Anita menjawab pertanyaan Mahesa.