Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 149. Kesetiaan.


__ADS_3

Setelah beberapa lama akhir nya Anita melihat suami nya keluar dari kamar mandi, dengan kain handuk menutupi area pinggang nya.


Anita mencoba mendekat namun wajah Mahesa nampak datar dan dingin.


Dengan perasaan bersalah Anita mendekat dan berdiri di belakang Mahesa yang sedang berdiri di hadapan cermin sambil menyisir rambut nya yang basah itu.


"Mas, maaf kan aku jika aku salah ! " Ucap Anita menundukan kepala nya.


Mahesa seketika melirik Anita melalui cermin.


"Tidak salah, aku saja yang terlalu bernafsu, ya sudah ! ini sudah malam, tidur saja. " Jawab Mahesa berusaha tidak memperlihatkan kekecewaan nya, meskipun di pundak nya menyimpan kekesalan.


Mahesa meraih pakaian di lengan Anita yang selalu Anita siapkan.


Anita tahu jika suami nya itu masih kesal, setelah beres mengenakan pakaian nya. Anita meraih handuk basah dan menyimpan nya.


Sedangkan Mahesa langsung berbaring di atas tempat tidur, menarik selimut dengan posisi membelakangi tempat tidur Anita.


Anita berjalan menuju tempat tidur nya, duduk di tepi tempat tidur dan melihat Mahesa yang sudah lebih dulu berbaring.


Dengan posisi membelakangi nya saja, Anita sudah merasa sakit hati, namun Anita tak mau mempersalahkan dan membicarakan apa yang sudah terjadi, Anita berbaring dengan posisi tidur menghadap pada suami nya itu.


Tanpa ijin cairan bening keluar dari sudut mata Anita, kali ini air mata nya jatuh karna rasa bersalah yang ia rasakan, yang sebenar nya itu bukan lah kesalahan diri nya.


Beberapa menit Anita menangis tanpa suara, menatap sosok suami yang membelakangi nya itu.


Itulah hebat nya wanita mampu menyembunyikan air mata nya di hadapan orang lain, namun tidak bisa menyembunyikan air mata nya saat diri nya sedang merasa sendiri.


Sebelum Anita memejamkan mata nya untuk tertidur. Anita tidak bisa melupakan rasa bersalah nya itu, " Maafkan aku Mas ! " Ucap Anita tanpa suara.


Malam itu pun berlalu, suasana pagi sudah mulai terasa berhembus di wajah Mahesa, seketika mata nya pun terbuka dan menggeliat ke enakan.


Mahesa melihat di samping nya sudah tidak ada siapa-siapa, Mahesa tak heran karna Istri nya itu selalu bangun sebelum diri nya terbangun.


Sebuah pakaian lengkap untuk pergi ke kantor sudah siap, Mahesa tinggal membersihkan diri nya dan bersiap untuk sarapan sebelum memulai aktivitas nya.

__ADS_1


Sebagai seorang istri bukan hal yang aneh bagi Anita sibuk di pagi hari menyiapkan kebutuhan suami nya, perut besar nya tidak menjadikan Anita menjadi wanita atau istri pemalas.


Dalam benak Anita hanya menyiapkan makanan kesukaan suami nya, sekejap terlintas kejadian tadi malam, namun Anita segera menepis nya.


Pikir Anita mungkin suami nya sedang capek dan lelah, tak selang berapa lama Mahesa pun turun melewati anak tangga menuju ruang makan.


Anita menyambut hangat suami nya itu, menyiapkan kursi makan, dan menyiap kan piring kosong yang hendak di isi oleh makanan.


Tidak ada kata maaf yang keluar dari mulut Mahesa, dan saat itupun Anita masih merasa heran, karna yang Anita tahu sekecil apapun suami nya berbuat kesalahan ia akan langsung meminta maaf dengan mesra nya.


Anita mengenyampingkan terlebih dahulu pikiran nya itu.


"Mas, semua sudah aku siap kan ! apa ada yang ketinggalan ? " Tanya Anita basa-basi.


"Emm ... tidak semua sudah ada. " Jawab Mahesa sambil melahap Sarapan pagi nya.


Anita melihat reaksi Mahesa biasa saja, yang jelas tidak seperti semalam yang reaksi nya begitu kesal dan marah.


Anita sedikit lega tentu nya, tidak ada kata lain yang keluar dari mulut Mahesa saat kedua nya sedang duduk di meja makan.


"Ya sudah Mas pergi dulu sayang ? hati-hati di rumah ! " Tiba-tiba kata-kata sayang keluar dari mulut Mahesa, yang mulai berdiri dan mengecup kening Anita yang duduk di samping nya.


Se sederhana itupun perasaan seorang istri akan merasa tenang dan juga senang.


Senyuman bahagia merekah di bibir mungil Anita, yang segera mengiyakan perkataan suami nya, Anita berdiri dan menggandeng tangan suami nya sampai ke halaman depan.


"Hati-hati ya Mas ! " Ucap Anita lembut sambil mencium punggung tangan Mahesa.


Mahesa hanya tersenyum lalu mengecup kening Anita kembali dan mengelus perut Anita beberapa saat.


Sebelum kendaraan yang di tumpangi Mahesa belum pergi dan masih terlihat, Anita masih berdiri dan enggan pergi.


Lambaian tangan Anita berikan saat suami nya sudah berada di dalam mobil. namun tak di balas oleh Mahesa.


Setelah kendaraan suami nya sudah tidak terlihat barulah Anita masuk dan mengunci pintu rumah nya kembali.

__ADS_1


Setelah beberapa langkah Anita masuk ke dalam rumah, tiba-tiba telpon rumah pun berdering tanda ada panggilan masuk.


Anita mengangkat sambungan telpon rumah nya itu, tenyata yang menghubungi adalah papah mertua nya, Tuan Rama.


Anita tak lupa mengucapkan salam, saat mengetahui bahwa Papah mertua nya lah yang hendak berbicara.


Tuan Rama menanyakan kabar Anita dan jug keluarga, sebelum menanyakan keberadaan Mahesa.


Anita menjawab jika suami nya baru saja berangkat, Anita mendapatkan pertanyaan perihal situasi dalam keluarga nya, dan Anita menjawab semua nya Baik-baik saja.


Tuan Rama menceritakan bahwa dirinya sangat menantikan saat lahir cucu pertama nya, namun sayang Tuan Rama belum bisa pulang ke tanah air dalam waktu dekat ini.


Tentu nya Anita hanya meng iyakan perkataan Papah mertua nya itu, dan Anita menitip pesan agar Papah mertua nya baik-baik saja dan sehat selalu.


Sambungan telpon antara Papah mertua dan anak menantu pun terputus. Anita sangat merasa beruntung memiliki Papah mertua seperti Tuan Rama yang selalu menganggap nya sebagai anak bukan sebagai menantu.


Di tempat lain Tuan Mahesa pun sudah sampai di kantor nya, semua tertunduk saat melihat kedatangan nya.


Sangat jarang orang yang berani menatap langkah Tuan Mahesa, mereka hanya menundukan kepala nya tanda segan pada atasan nya itu.


Saat Tuan Mahesa sampai di ruangan nya, Mahesa sudah di siapkan dengan beberapa bekas yang harus di tandatangani.


Selang beberapa saat, sosok wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik pun datang ke ruangan Mahesa tanpa permisi.


"Hallo sayang ? " Ucap Ibu Mahesa langsung menghampiri Mahesa yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.


Mahesa sedikit kaget karna kedatangan Ibu nya tidak ia ketahui sebelum nya.


"Mommy ? " Jawab Mahesa.


"Yes ... sibuk ya ? sudah sarapan belum ? " Ujar Ibu nya Mahesa.


"Sedikit sibuk Mom, ada apa ? aku sudah sarapan ko Mom, tadi di rumah bersama Anita. " Jawab Mahesa melanjutkan pekerjaan nya.


"Ok .. Emm oh iya Mommy senang sekali semalam kamu mau antar Amel pulang, apa jadinya jika seorang wanita cantik seperti Amel pulang sendirian di tengah malam seperti itu. " Ucap Ibu Mahesa membuat dada Mahesa sedikit sesak dan seketika menghentikan tangan nya untuk menandatangani beberapa berkas itu.

__ADS_1


__ADS_2