Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Keberadaan Anita.


__ADS_3

BAB 73.


Saat Anita melihat ada Mobil yanga terparkir di Bahu Jalan, langsung Menghampiri nya. Karna Mobil itu adalah Mobil Gilang.


Saat Anita mengetuk kaca Mobil itu, Tubuh Anita di Tarik ke belakang dan Di masuki Ke Kursi yang ada di belakang Kemudi itu.


Bibir Anita di Bekap, dan mata Anita di Tutup.


Anita tidak sadarkan Diri, Di Belakang Mobil yang membawa Anita, Ada Laki-laki Paruh baya Menyiratkan Senyuman Licik di Bibir nya.


Setelah tiba Di sebuah Rumah yang jauh dari kata keramaian, Anita di Dudukan di Sebuah Kursi, Tangan Dan Kaki Anita pun Di Ikat di kursi itu.


Anita yang belum sadar, kini mulai Siuman karna Wajah nya terasa Ada Sebuah Percikan Air, yang beberapa Kali menyentuh Wajah nya.


Anita melihat samar seperti ada di Sebuah Ruangan Khusus tempat Introgasi, dimana Di Depan nya ada Seorang Laki-laki yang menatap Ganas pada Diri nya.


"Siapa Anda ?? Kenapa Anda melakukan ini terhadap saya ?? Apa salah saya ?? " Ucap Anita sambil berusaha melepas kan Ikatan yang ada di Lengan dan Kaki nya.


"Tenang Nona, Saya tidak akan melakukan Hal yang lebih jauh lagi. Asalkan Nona mau bekerja sama Dengan Kami !! " Ucap Laki-laki itu.


Anita semakin Bingung dan Heran. " Bekerja Sama ?? Maksud Anda ?? " Jawab Anita semakin tegang.


"Jauhi Tuan Kami, Maka dari itu Anda akan Hidup dengan Tenang !! " Ucap Laki-laki yang berpostur tubuh tegak itu.


"Siapa yang menyuruh Kalian, Hah ?? Berani nya Main licik seperti ini !! Apa pun yang kalian Mau, aku tidak akan Pernah Menyetujui nya, Dan jangan harap aku Takut pada kalian !! " Ucap Anita.


Laki-laki itu Langsung berdiri dan Menggebrak Meja dengan Keras.


" BRUUUUKKKK !! Saya tidak akan segan-segan Menghilang kan Nyawa kamu atau Orang yang sangat kamu sayangi di Dunia ini. Maka dari Itu jangan Main-main dengan kami. "


Ancam Laki-laki itu.

__ADS_1


Anita Meludah di hadapan Laki-laki itu,


" CUIIHHHHH .... !! "


Anita tau Laki-laki itu hanya menggertak nya saja, Dan Anita tau ini Pasti ada Hubungan nya Dengan Gilang. Toh yang Anita Hadapin sekarang adalah Masalah dengan Orang tua Gilang, karna menentang Hubungan yang ia jalin bersama Dengan Gilang.


"PLAAAAAAAKKKKK !!!!!!! " Tamparan Keras Mendarat dengan Sempurna Di Wajah Anita, Hingga Tubuh Anita Terjatuh ke lantai Bersama dengan Kursi nya.


Anita sampai tidak sadarkan Diri saat ini, karna mendapat kan Tamparan keras dari Telapak Tangan Laki-laki yang berpostur Tinggi dan Besar itu.


Jelas Tubuh Anita tidak mampu Menahan Tamparan yang Keras itu, Karna Tubuh Anita tidak Ada Apa-apa nya di banding Tubuh Kekar dan Besar Laki-laki itu.


"Bodoh lo Jek, kenapa lo Tampar Perempuan itu ?? Lo ingat pesan Bos, jangan Main kekerasan Fisik, GobL*k Lo !! Cepat-cepat Periksa Wania Itu. " Ujar Teman Dari Laki-laki itu. sambil memukul lengan Yang menampar Anita Tadi.


Sementara Di Kantor, Mahesa Menunggu ke datangan Anita di Ruangan nya, Karna Mahesa sengaja memesan Makanan 2 Porsi, Untuk Makan Bersama Dengan Anita, Mahesa Tidak perduli kalau Anita sudah Memiliki Ke kasih atau Bahkan Suami di Luar sana.


Yang Penting Kalau Di Kantor, Anita adalah Milik Mahesa Seutuh nya dan Tanggung Jawab Mahesa Sepenuh nya.


Mahesa Beranjak dari Kursi ke besaran nya. Dan menuju Ruangan Anita yang sangat Dekat Dengan Ruangan nya.


Terkejut lah Mahesa karna Anita tidak ada di ruangan nya. Kalau pun Anita Pulang, Anita pasti ijin Pada Mahesa dan Barang-barang nya Pun Masih lengkap Tertata Di Ruang kerja nya.


Mahesa mencoba Mengetuk Kamar mandi, Walaupun Mahesa Agak Gengsi karna Harga Diri nya. Namun harga diri Mahesa Kali ini di kalah kan oleh rasa penasarannya, akan Keberadaan Anita.


Terkejut Lagi Mahesa, Karna Anita benar-benar tidak ada di ruangan nya itu.


Mahesa tidak mau Membuat semua Orang Panik. Mahesa melihat Rekaman CCTV yang dapat di lihat di Ruangan nya.


Dengan Cepat Mahesa menemukan jawaban Dari Ke khawatiran nya.


Anita terlihat keluar Gedung kantor nya, menuju ke luar, dan Anita Masuk ke dalam Mobil itu dengan Di Paksa, Namun sial nya. Mahesa tidak dapat Melihat Plat Nomor Mobil itu.

__ADS_1


"Aghhhhh ... Sial !!! Kemana Orang Suruhan Papah, kenapa Mereka bisa kecolongan Seperti ini sih !! " teriak Mahesa Frustasi mengusap Wajah nya dengan Kasar.


Mahesa langsung menuju Ruangan Tuan Rama, Sungguh serangan ini di Luar Nalar Mahesa. Karna Terjadi di Jam Kerja.


Mahesa tergesa-gesa memasuki Ruangan Ayah nya. Dengan Kasar Mahesa masuk tanpa permisi dan langsung menghajar Antoni, yang sedang Berdiri di Belakang Tubuh Ayah nya.


"Bughh .... bughhh ... bughhh !! " Serangan Mahesa Terus menghantam Wajah dan Tubuh Antoni.


Tuan Rama melerai Serangan dari Anak nya itu. " Hey ... Ada apa Mahes !! Hentikan !! " Teriak Tuan Rama.


"Sialan Kau, Dasar Manusia Tidak Berguna !! Untuk Apa, Ayah ku membayar mu Mahal, Hah ?? " Teriak Mahesa emosi.


"Mahes Cukup !! " Teriak Tuan Rama, kali ini Mampu mendiam Kan Gerak Mahesa.


"Pah, Coba Papah Cek Anita di Culik Oleh Orang yang Tidak di Kenal dengan Paksa Pah !! " Teriak Mahesa pada Ayah nya,


Tuan Rama langsung melihat ke arah Antoni, dan Antoni hanya menundukan Kepala nya sambil menahan Sakit di Tubuh dan wajah nya.


"Tenang Nak, Anita Akan Baik-baik saja !! Ini salah Papah, bukan salah Antoni. Papah menyuruh Anak Buah Antoni untuk menjaga Anita saat Di Luar perusahaan ini. Jadi Bukan salah mereka Jika mereka langah di waktu jam kerja ini !! " Jelas Tuan Rama, sambil memeluk Tubuh Mahesa yang semakin emosi.


"Lalu bagai mana Pah ?? Flat No nya saja tidak terlihat jelas !! " Ucap Mahesa Lirih kali ini.


"Ton coba kamu Lacak No Ponsel, Anita ... Siapa tau Bisa menunjukan Keberadaan Anita sekarang di mana !! " Perintah Tuan Rama pada Antoni.


"Kenapa aku gak kepikiran ke sana ya ?? " Gumam Mahesa dalam Hati nya.


Dengan Cepat Antoni melacak Nomor Anita.


Dan Hal Hasil Titik Merah munjul di sebuah Tempat, yang Lumayan Jauh dari Letak Perusahaan Tuan Rama sekarang.


"Ketemu Tuan !! Titik Merah di Ponsel Anita menunjukan Keberadaan Nya di Sebelah Timur Tuan, Dan Antoni menyebut kan Wilayah dimana Anita sedang di bawa sekarang !! " Ujar Antoni Tenang.

__ADS_1


Tuan Rama tersenyum pada Mahesa. "Lain kali Kalau Cari yang Berharga Itu, Pake Otak Nak. jangan pake Otot. Jangan Biarkan Rasa cinta mu itu melumpuhkan Kerja Otak mu !! " Bisik Tuan Rama pada Mahesa, sambil menggelengkan Kepala nya.


__ADS_2