
BAB 131.
Dokter langsung memeriksa Anita, Dokter sudah bisa mengira jika Anita kini sedang berbadan dua.
Dokter itu melepas alat untuk memeriksa Anita. " Mahes apa sebaik nya kita hubungi Ayah kami saja ? dia harus tau keadaan mu sekarang. " Ucap Dokter itu sambil membersihkan luka Mahesa.
"Tidak perlu, Mahes tidak Apa-apa, kalau Papah sampai tau sekarang, keadaan pasti akan tambah kacau, Papah pasti tidak akan terima. " Jawab Mahes, meringis kesakitan.
Ibu Anita sudah berhasil menenangkan Suami nya, lalu ia bawa ke dalam kamar untuk menenangkan diri, Ibu Anita kembali menghampiri Dokter, Mahesa dan juga Anita yang masih berbaring lemas di pangkuan Mahesa.
Dengan nampan berisi 3 gelas air minum hangat Ibu Anita bawa dan ia letakan di meja yang sudah tidak ber aturan itu.
"Silahkan di minum Nak, Pak Dokter !! " Ucap Ibu Anita datar dan air mata masih membekas di pipi nya.
"Terima kasih Tante, maaf kedatangan saya membuat kerusuhan di sini. " Jawab Mahesa sopan pada Ibu Anita.
"Sungguh Tan, saya tidak tau dan tidak mengerti Tiba-tiba Om menyerang saya. Apa sebenar nya yang terjadi. " Tanya Mahesa pada Ibu Anita yang kini sedang duduk di kursi tak jauh dari Mahesa dan juga Anita.
Ibu Anita tidak bisa menjawab karna rasa Syok yang masih ada di dalam diri nya.
Mahesa Memperhatikan Anita kembali, tak lama kemudian Anita sadar , perlahan Anita membuka mata nya lalu duduk di bantu oelh Mahesa.
"Mah, Mana Ayah ? " Tanya Anita khawatir.
__ADS_1
"A-ayah baik-baik saja Ann, di sedang di kamar. " Jawab Ibu Anita pelan.
"Saya bingung harus menjelaskan nya seperti apa. " Dokter itu paham jika semua yang terjadi itu Karena Anita hamil, dan Ayah Anita sudah pasti akan naik fitam karna itu.
"Kenapa Dok ? Apa yang terjadi pada Anita, kenapa sepertinya Dokter bingung. " Tanya Mahesa mengerutkan dahinya karna sangat merasa khawatir.
Dokter tidak menjawab pertanyaan Mahesa, Dokter lebih memilih untuk mengalihkan pandangan nya pada Ibu nya Anita.
"Bu, saya anjurkan Anita beristirahat dengan cukup, tidak boleh berpikir terlalu keras. Karna ....... Janin yang ada di perut Anita masih lemah, dan sangat riskan jika Anita tidak bisa mengatur pola hidup dan pola berpikir nya. " Jelas Dokter sambil memperhatikan wajah Mahesa.
"Janin ? Sayang .... jelaskan pada ku ! " Ucap Mahesa ingin mendengar penjelasan dari Anita langsung.
Anita menatap sendu wajah Mahesa, " Iya Mas, aku hamil !! aku hamil anak kamu. " Jawab Anita tegas namun butiran Air mata terus saja keluar dari kelopak mata nya.
"Mah, aku mau istirahat. " Ucap Anita sudah malas menjelaskan nya pada Mahesa.
Mahesa menarik lengan Anita. " Tunggu Ann, kenapa kamu tidak mengatakan nya langsung pada ku, Hah ? " Telisik Mahesa memegang kedua pipi Anita, lalu memeluk nya dengan erat .
Anita menjaukan tubuh nya dari dekapan Tuan Mahesa. " Maaf Tuan, tapi sekira nya Anak ini akan menjadi beban untuk keluarga anda, jangan hiraukan dan lupakan semua nya. Aku tidak ingin aku ataupun anak ku ini menjadi benalu di dalam keluarga Anda. " Jelas Anita berubah menjadi tegas dan juga kuat.
"Apa yang kamu katakan Ann, aku akan bertanggungjawab sesuai apa yang sudah aku katakan, Mas mohon Ann jangan begini. " Mahesa berusaha mempertahankan Anita untuk tetap disisi nya namun, Anita lebih memaksa untuk pergi dan mengurung diri di kamar .
"Sayang .... Sayang ..... !! " Seru Mahesa mengejar Anita untuk tidak pergi.
__ADS_1
"Biarkan saja dulu Nak, biar Anita menenagkan diri nya terlebih dahulu. " Ucap Ibu Anita menenangkan Mahesa, yang terus saja berteriak memanggil nama Anita dengn sebutan Sayang.
"Mahes, biar Om yang bicara pada Ayah mu. Usia kandungan Anita sudah mau masuk ke usia kira-kira satu bulan. Kasian Anita dan calon anak mu jika permasalahan ini tidak segera di selesai kan. " Jelas Dokter yang menangani Anita dan juga Mahesa.
"Tapi Nak, apa yang dikatakan Anita benar !! Sebelum nya Suami Tante yaitu Ayah Anita sempat ingin menemui mu tapi sayang Om malah bertemu dengan Ibu Nak Mahesa, pernyataan Ibu Nak Mahesa membuat Om geram, sampai-sampai beliau tidak ingin percaya bahwa anak yang di kandung Anita adalah anak dari Nak Mahesa, untuk itu kami putuskan kami akan membawa Anita pergi agar Anita bisa lebih tenang menjalani kehidupan nya di lingkungan yang baru. " Jelas Ibu Anita sangat lembut dan juga jelas.
Mahesa tidak terima jika Anita harus pergi meninggalkan diri nya. Mahesa berdiri dan bersujud simpuh di kaki Ibu Anita, untuk memohon dan Mahesa pun mentitika Air mata permohonannya.
Mahesa menundukan kepala nya dan bersimpuh. "Mah, tolong jangan bawa calon anak dan Istri ku pergi dari sisi ku, sungguh aku tidak sanggup jika itu harus terjadi, Mahes mohon Mah bantu Mahes untuk mempertanggungjawabkan perbuatan Mahes, Mahes akan memperjuangkan Anita bagaimanapun dan dari siapa pun. Mahes mojon Mah !! " Ucap lirih Mahesa pada Ibu nya Anita yang sebentar lagi akan menjadi Ibu mertua nya.
Ibu nya Anita tersentuh hati nya, dan menegakkan tubuh Mahesa. " Nak, doa Mamah kan selalu menyertai mu !! jika memang kamu ingin membahagiakan anak Mamah, cepat lah rangkul dia kedalam kabahagiaan, kasian dia Nak terus terpuruk dalam hidup nya. " Isak tangis Ibu Anita pada Mahesa.
Mahesa menggelengkan kepala nya perlahan dan Tersenyum. " Iya Mah, Mahes janji !! Mahes titip Calon Istri dan Anak-anak Mahes di sini, Mahes pamit dulu dan Mahes akan segera kembali Mah untuk membahagiakan Anita dan juga Nara. " Ucap Mahesa meyakinkan Ibu Anita.
Ibu Anita sangat tenang mendengar nya, Mahesa bangkit lalu keluar dari rumah Anita,. sampai di pelataran rumah Anita, Mahes melihat ke arah jendela kamar Anita, dengan bersamaan Anita pun membuka tirai jendela nya dan melihat Mahesa yang hendak pergi.
Mahesa diam sejenak, dan tersenyum Mahesa memberikan isyarat. " Tunggu aku Sayang, jaga Anak kita. "
Anita tersenyum dalam tangis nya.
Anita berharap Tuan Mahesa dapat mengalahkan ke egoisan dari Ibu Inggrit. Dan tiba-tiba Anita teringat kembali tentang apa yang di katakan Ibu Inggrit pada nya, tentang permintaan Orang yang ingin menikahi anak nya dengan Tuan Mahesa.
Anita merasa khawatir lalu membuka kembali tirai jendela nya, namun Anita sudah melihat Mahesa pergi menaiki mobil Dokter itu.
__ADS_1
Anita kembali murung dan pikiran nya menjadi kacau kembali. Anita terus saja mnegelus perut nya yang masih terlihat ramping itu. Anita khawatir akan ke adaan yang akan dia hadapi kedepannya.