
BAB 76.
Mahesa tersenyum, dan memegang Tangan Anita, " Tenang lah Ann, semua akan Baik-baik saja, Mulai sekarang jangan Sungkan Untuk menerima Bantuan dari Seorang Teman ya ?? " Ucap Mahesa.
Anita hanya tersenyum bahagia, mendengar nya. " Terima kasih Tuan !! " Ucap Anita tersenyum, namun masih tersirat rasa canggung di dalam Diri nya.
Anita saat itu memilih untuk pulang saja, karna Tidak mungkin meninggalkan Nara dalam Satu malam saja.
Anita mencoba bangun, Namun Usaha membangunkan badan nya di hadang oleh Mahesa. " Biar saya Bantu Ann !! " Ucap Mahesa cekatan.
"Tidak Usah Tuan, Saya Bisa sendiri Ko !! " Bantah Anita sopan.
"Kau ini, Masih saja kaku seperti itu !! Kan aku Bilang, anggap saja aku sebagai Teman mu, atau Kakak mu !! " Jawab Mahesa, Mahesa ingin sekali melihat Anita tidak sungkan terhadap nya, Maka dari Itu Mahesa ingin menjalin Ikatan lebih dari Seorang Bos dan Bawahan nya. Mungkin saat ini ikatan Sahabat lebih Baik. Mahesa harus menyimpan Perasaan nya terlebih dahulu pada Anita.
Anita Menggerakan Badan nya perlahan, dan Duduk di sebuah Kursi Roda di bantu oleh Mahesa.
"Terima kasih Tuan !! " Ucap Anita, Tak Berani memandang Wajah Mahesa, Karna Anita sudah sangat Malu, karna harus merepotkan Terus Atasan nya.
Mahesa Mulai mendorong Kursi Roda Anita perlahan menuju Loby Utama Gedung Rumah sakit itu.
"Apa benar, Di Balik Penculikan ini adalah Ayah nya Gilang ?? Kenapa Dia Bisa setega ini ?? Dan Begitu Besar nya, Rasa ingin memisahkan Aku dan Gilang. Kalau Ancaman dia Tidak Main-main bagai mana ?? Apa sebaik nya kamu Minta saran saja pada Tuan Mahesa ya ?? Tapi Tidak Lah, aku tidak mau Melibat kan Tuan Mahesa dalam Masalah ku, Tapi kenapa Dia bisa tau Aku di culik dan Dimana Tempat penculikan itu ?? " Gumam Anita dalam Hati nya, Sangat Bingung dan Cemas.
Dalam Perjalanan Saat Melewati Lorong-lorong Rumah sakit, Terkejut lah Saat Kursi Roda yang di duduki Anita, di hadang Oleh Laki-laki yang sangat Tidak asing lagi di Hidup nya.
Dia adalah Gilang, Gilang menjatuhkan Tubuh nya Di depan Kursi roda Anita. Gilang memeluk Anita, tanpa memperdulikan Mahesa di Belakang nya.
"Maaf kan aku Sayang, aku tidak Bisa menjaga mu saat itu !! Dan .... Maaf kan Papah !! " Ucap Gilang sangat terpukul, saat harus menerima kepahitan, bahwa Ayah nya lah yang menyebabkan Wanita yang ia Cintai Terluka.
"Sudah lah, aku tidak Apa-apa !! " Anita tersenyum Hambar, dan ingin melepas Pelukan Gilang saat itu, karna meras Tidak enak terhadap Mahesa.
__ADS_1
"Ann, Papah Sekarang sesang di Tangani Dokter, Penyakit nya kambuh !! " Ucap Gilang, menahan Haru nya sambil mengelus luka Anita.
Sementara Mahesa hanya bisa menelan Ludah kekecewaan, Mahesa ingin sekali Pergi di Antara Anita dan Gilang, tapi Langkah Kaki Mahesa sangat Berat saat ini. Hingga Dia harus menyaksikan Hal yang sangat tidak ingin dia Lihat saat ini.
Anita syok mendengar perkataan Gilang. "Jangan Bilang, Papah mu masuk Rumah sakit ini Gara-gara aku !! " Tanya Anita.
Anita tidak mau, kalau diri nya yang Menyebab kan Ayah nya Gilang Masuk Rumah sakit.
"Maaf kan Aku Sayang, Aku tidak bermaksud Membuat Paoah seperti ini. Aku hanya memperjuangan kamu di Mata Papah, dan Jujur aku kecewa saat tau Dalamg dari Penculikan itu adalah Papah !! " Lirih Gilang sangat Terpukul.
Anita sangat Tidak tega, melihat Gilang Menderita seperti itu, Gilang memenag tidak salah. Namun Ke adaan yang tidak berpihak pada Hubungan Kita.
"Aku tidak Apa-apa, Syukur lah Bantuan segera datang dalam Waktu yang tepat. Jaga Papah dengan Baik, Jangan sampai ini ter ulang kembali. Nyawa Papah saat ini Sangat lah Penting. Sampai kan salam ku pada Mamah atau pun Papah. Semoga Papah cepat Pulih. " Ungkap Anita, tidak mau Rasa Marah nya menguasi diri nya, pada Ayah nya Gilang. karna Penculikan ini.
"Nanti aku akan menghubungi mu, jaga Kesehatan !! " Sambung Anita pada Gilang, di hiasi Senyuman Hambar nya.
"Biar Anita bersama Saya !! Karna saya yang bertanggung jawab Di sini, Anda Silahkan Urusi urusan Anda yang Lain nya. " Ucap Tegas Mahesa, karna Sudah tak tahan melihat Kedekatan Gilang dan Anita.
Gilang yang mendengar Ucapan Mahesa, kini menjadi Tersulut emosi nya, Gilang dari awal memang tidak suka melihat Mahesa dekat dengan Anita.
Gilang lansung Bangkit dari hadapan Anita, dan menatap Mahesa dengan Tatapan Emosi nya.
Anita yang sudah tau akan Hal ini akan Terjadi, Anita langsung menarik lengan Gilang.
Namun rasa emosi Gilang Tidak dapat di cegah, oleh tarikan Tangan Anita.
"Lang, ingat ini Rumah sakit. jangan bertindak Bodoh. Biar kan aku bersama Tuan Mahesa. dan kamu tetap lah disini, Papah lebih membutuhkan mu Lang !! " Ucap Anita semakin memperkuat Tarikan nya.
Gilang memang sudah menahan Rasa emosi semenjak tadi Siang saat tau Anita di Culik, Namun kini emosi itu semakin tersulut, saat Mahesa ikut campur Antara Gilang dan Anita.
__ADS_1
"Anita ini adalah Kekasih ku, dan kau Siapa, Hah ?? Apa kau Tidak malu, bersama Dengan kekasih Orang ?? Jangan ikut campur, dan Jauhi kekasih ku !! " Ucap Gilang menekan nada Bicara nya pada Mahesa.
Anita semakin takut, karna di Lorong itu terlihat sepi, Anita bingung harua bagai mana, apabila Baku hantam akan terjadi Di antara Gilang dan Tuan Mahesa.
Gilang semakin Mendekat pada Mahesa, dan sudah menggepal kan telapak Tangan nya, seakan semua Amarah sudah Gilang Kumpulkan, di dalam Gempalan Telapak tangan itu.
Maheaa hanya bersikap Santai saja, tanpa melepaskan Gengaman Tangan nya di pegangan Kursi Roda yang sedang di duduki oleh Anita.
Gilang yang melihat Sebuah Tantangan Di Wajah Mahesa, langsung mendarat kan Sebuah Tinju di Pipi Kanan Mahesa, hingga Mampu membuat Bibir Mahesa mengeluarkan Aliran Darah Segar.
Mahesa hanya Tersenyum Penuh ejekan saat, menerima pukulan dari Gilang.
"Ya Ampun Lang, apa yang kamu Lakukan. " Teriak Anita, sambil berusaha Berdiri. dalam kondisi Kaki yang masih lemas, dan kepala Masih terasa Pusing.
Namun usaha Aniya di cegah oleh Mahesa, mahesa menekan pun dak Anita. Agar tetap Duduk di Posisi nya.
"Jangan Sentuh Kekasih ku !! " Bentak Gilang pada Mahesa, saat tau Tangan Mahesa menyentuh Pundak Anita.
"Lang, Apa kau Tau ?? Aku sangat Kecewa dengan sikap mu yang seperti ini. Doa yang menolong ku Lang !! Seharus nya kamu berterima kasih pada Tuan Mahesa, karna mau menyempat kan Waktu nya untuk menolong ku. Jika tidak ada Tuan Mahesa, mungkin Nara sekarang sudah kehilangn Ibu Nya !! " Bela Anita pada Gilang sambil terisak menangis.
"Jadi sekarang kamu lebih memilih dia, di banding aku Ann ?? Aku begini karna Membela mu Ann, dan Memperjuang kan mu !! Sampai-smpai Papah masuk Perawatan di Rumah sakit ini !! Tapi apa yang kamu lakukan Ann ?? Dan apa yang aku Dapat ?? Jika kamu kecewa dengan sikap ku, aku lebih kecewa dengan Sikap mu, karna telah berani membela Laki-laki ini di hadapan Ku. Sedang kan kamu Tau Ann, aku sangat tidak Suka pada Laki-laki ini !! " Ucap Keras Gilang pada Anita.
Anita tidak habis Pikir pada Tangkapan Pikiran Gilang saat ini, Gilang terlalu mendramatisir ke adaan saat ini.
"Kamu sudah salah paham Lang, Bukan itu Maksud ku !! " Teriak Anita kembali memenuhi Lorong Rumah sakit itu dengan Campuran Suara Isakan Tangis nya.
"Aaaarrgghhhh .... Bulsit semua nya !! " Teriak Gilang sambil mengacak Rambut nya Kasar, dan Pergi meninggalkan Anita dan Juga Mahesa. Dengan Rasa emosi yang masih bergejolak di dalam diri nya.
Anita mengahapus Air mata nya dengan Kuat dan cepat, dan Meminta Maaf pada Tuan Mahesa. Dan Anita meminta tolong pada Tuan Mahesa agar Cepat-cepat untuk di Antar Pulang, sesampai nya di dalam Mobil Anita akan mengobati Luka di Wajah Tuan Mahesa, akibat Sikap Tempramental yang di lakukan oleh Gilang.
__ADS_1