
BAB 85.
Anita tidak mau menganggap lebih perasaan nya pada Tuan Mahesa, karna itu Tidak mungkin. Di sisi lain Anita sudah mencintai Gilang, namun Anita tidak mau Jauh dari Tuan Mahesa. dan Jika Di Ingat, wajar saja Anita menyimpan perasaan kagum terhadap Tuan Mahesa, Dia adalah Laki-laki yang di impikan Oleh banyak Wanita, Maka daei itu Tuan Mahesa tidak akan perduli tentang Apa dan Siapa diri ku.
"Aahhhh .... perasaan apa ini ?? Ayo Ann .. Ada Gilang Ann, Ada Gilang !! " Bantah Anita pada Diri nya sendiri.
Anita menjalani Pekerjaan nya seperti biasa nya, Tanpa ada Tuan Mahesa sangat berpengaruh terhadap kinerja Anita, Mungkin bukan hanya Perasaan Tuan Mahesa yang selalu membuat Anita bingung di Buat nya.
Mungkin karna Selama ini Anita kerja pada Tuan Mahesa bukan lada Tuan Rama.
Tuan Rama terus memperhatikan Anita, Anita memang berusaha Bersikap Biasa saja, namun Tuan Rama dapat melihat Ketidak nyamanan dalam bekerja saat Mahesa tidak ada bersama nya.
Kini Anita tidak memikirkan GiLang yanga akan menemui Mantan kekasih nya, namun kini Yang di pikirkan Anita malah Tuan Mahesa.
Waktu pun terus berjalan, Dan Akhir nya Gilang sampai di Rumah sakit dimana Glen menjadi salah satu Dokter di Rumah sakit itu.
Gilang menuju kantin Rumah sakit itu, Dimana Gilang sudah mengatur pertemuan nya bersama Glen.
Glen memenuhi Permintaan Gilang, Sebelum ia benar-benar Pindah Tugas ke Luar Negri.
Glen sudah melihat ke datangan Laki-laki yang sangat ia cintai Sedang Duduk Di Kursi kantin itu, Dengan Langkah pelan Glen mendekati Gilang.
Sesampai nya di meja Gilang, Glen mencoba untuk sebaik mungkin memperlihat kan bahwa diri nya Baik-baik saja.
"Hay ... " Sapa Glen tersenyum tipis sambil Duduk di Kursi yang dekat dengan Gilang.
"Hy Glen !! Apa kabar ?? " Ucap Gilang menjadi canggung terhadap Glen. " Aku bangga pada mu, saat melihat kamu sudah memakai seragam kebesaran mu seperti ini !! " Sambung Gilang.
"Terima kasih, Lang !! " Jawab Glen lembut sambil tersenyum canggung pada Gilang.
Glen memang sudah berubah, Kini Glen menjadi Pribadi yang lembut. Jauh saat Diri nya sangat menginginkan Perjodohan ini terjadi.
__ADS_1
Glen kembali pada Glen yang dulu, Glen yang sangat di cintai oleh Gilang.
Glen tidak banyak bicara saat bertemu dengan Gilang, dia lebih menundukan kepala nya di hadapan Gilang.
"Kamu kenapa Glen ?? Apa kau sakit ?? Aku lihat wajah mu sangat Pucat !! " Tanya Gilang Mengeratkan penglihatan nya pada Glen.
"A-aku hanya kecapean Aja Lang, " Jawab Glen dengan keringat Tidak enak terus mengalir di Tubuh nya.
"Glen, Kenapa ku tidak mau melihat aku ?? Aku hanya ingin bertanya, Ap alasan kamu mundur dari Perjodohan ini ?? " Tanya Gilang langsung pada Inti kedatangan nya ke bandung.
Glen tersenyum, Namun wajah nya semakin Pucat Pasi dan Keringat yang membasahi Wajah nya, Glen memang sedang tidak enak badan. Di tambah Rasa Gugup dan Takut nya yang semakin membuat Rasa sakit itu semakin bertambah.
"Lang, Kenapa kau Jauh-jauh dari Jakarta Hanya untuk mempertanyakan Hal itu ?? Kau sudah tau jawaban nya.Apa kau Bahagia, Dengan perjodohan ini ?? " Jawab Glen, balik bertanya pada Gilang.
Gilang hanya menatap Glen tanpa Menjawab Pertanyaan Glen.
"Ya ... Tentu kamu Tidak Bahagia !! Maka Dari itu, Aku mundur dari Perjodohan ini !! Aku memang sangat mencintai mu Lang, bahkan sampai detik ini. Tapi Apa Cinta ku akan Terus membuat mu tidak bahagia Lang ?? Sampai kapan ?? Tapi jangan Khawatir, tentang perasaan cinta ku pada mu, Aku bisa mengatasi nya sendiri Lang !! Maka Kau sudah mengetahui jawaban nya bukan ?? " Ujar Glen, semakin tidak Enak merasakan Kondisi Tubuh nya.
Gilang menjadi Simpati pada Glen, Gilang merasa bersalah pada Glen. Gilang terus memperhatikan Glen yang semakin kehilangan ke seimbangan saat itu.
"Glen .. Bagun !! Glen !! Ayo bangun. " Ucap Gilang cemas.
Gilang menggendong Tubuh Glen ke Ruangan Penanganan Medis, Saat itu Ada salah satu Dokter Yang menangani Glen. Beruntunglah Dia adalah sahabat baik Glen.
Dokter yang meangani Glen, mengucapkan kalau Glen hanya lah kecapean saja, dan banyak Pikiran. Memang beberapa hari ini Glen terlihat sangat Stres.
Glen pun tersadar, Gilang pun menghampiri nya. dan membantu Glen untuk terbangun dari Tidur nya.
Saat wajah Glen dan Gilang berdekatan, Tatapan mereka berdua Beberapa saat Terkunci.
Terlintas kenangan manis yang pernah mereka lalui dulu. Namun Glen dengn cepat menghindsr dari Sentuhan Gilang.
__ADS_1
Gilang sangat heran, kenapa Glen saat ini seperti sangat menghindar dari Gilang, Bahkan Untuk berdekatan pun Glen menolak nya.
"Aku tidak Apa-apa Lang, Kamu sudah boleh pergi !! Terima kasih atas bantuan nya. " Ucap Glen menguatkan Kaki nya untuk menopang Tubuh nya, dan melangkah menjauhi Gilang.
"Ada apa dengn diri mu Glen ?? Kau sangat berubah !! " Gumam Gilang dalam hati nya,
Saat Glen akan melangkahkan kaki nya, untuk menjauh dari Gilang. Gilang menahan nya.
"Tunggu Glen !! Aku pun belum sempat berterima kasih pada mu, atas pertolongan mu malam itu !! " Ucap Gilang, berhasil membuat Tatapan Glen membulat sempurna pada Diri nya.
Saat Glen mendengar dan mengingat Kejadiab malm itu, Glen langsung menatap pada Gilang, dan Air mata pun lolos begitu saja.
Dan Glen Berlari dengan sekuat nya menjauh dari Gilang, Gilang tidak bisa mencegah Glen karna Glen memaksa untuk menjauh dari Hadapan Gilang.
Glen mencari Tempat yang aman untuk menumpahkan Air mata nya, tanpa ada satu orang pun yang tau. Namun Gilang Berhasil mengikuti Glen, Tanpa Glen sadar jika Gilang sedang berada di dekat nya.
Gilang mendengar Tangisan Glen, begitu dalam. Entah apa yang sedang ia Tanggung sekarang ini. sehingga Glen begitu sakit dan tersiksa seperti itu.
Gilang mencoba mendekati Glen yang sedang terpuruk di sudut Ruangan Kosong itu.
Gilang mensejajarkan Tubuh nya dengan Glen.
"Cukup Lang, pergi !! Aku tidak mau kau ada di sini !! Pergi .. Lang ... Pergi !! " Teriak Glen tanap jeda.
Tanpa ucap, Gilang menarik tubuh Glen dan memeluk nya, Gilang hanya ingin menenangkan Glen.
"Ada apa Glen ?? Apa ini karna diri ku ?? Coba Ceritakan pada ku !! Setidak nya kau bisa sedikit lega dan tidak terbebani seperti ini !! " Ucap Gilang dalam pelukan nya.
"Apa kau tidak sadar saat kejadian Malam itu Lang ?? " Tanya Glen lirih pada Gilang.
Gilang mencoba mengingat nya, namun Gilang tidak bisa mengingat apa pun, " Aku tidak mengingat nya Glen !! Apa yang terjadi. " Tanya Gilang penasaran pada Glen.
__ADS_1
Sungguh perkataan yang sangat menyayat hati GLen. Glen dengan cepat mendorong tubuh Gilang, Glen mengusap Air mata nya. " Tidak Lang, malam itu kau hanya Memarahi diri ku saja !! Aku harus pergi Lang, ada jadwal Bedah sebentar lagi. Permisi !! " Ucap Glen sambil pergi dari hadapan Gilang.
Glen berlari, dan Gilang masih terpaku. Gilang tidak percaya dengan perkataan Glen, Gilang akan mencari tau tentang malam itu. Apa yang sebenar nya terjadi.