
BAB 63.
"Semoga kamu di jauh kan dari segala macam mara bahaya Ann !! " Ucap Mahesa lembut dan tersenyum tulus pada Anita.
"Tuan Apa kau sedang mengkhawatir ku ?? Apa yang anda takut kan Tuan ?? " Ucap Anita Lirih, sambil melihat lebih dalam rasa ketakutan yang ada pada Mata Mahesa.
"Ann apa arti dari Air mata ini ?? " Ucap Mahes, karna terbawa suasana Mahes semakin lembut memperlakukan Anita.
Anita langsung membuang Pandangan nya ke sembarang Arah. " Ti-tida Tuan ini hanya Air mata ..... kalau Saya suka ketakutan saat melihat darah !! " Anita tak tau Harus jawab Apa, Perasaan Anita kini seperti tidak sejalan dengan Pikiran nya.
"Kau Berbohong pada ku !! " Ucap Mahesa sambil menarik dagu Anita perlahan, agar tatapan nya sejajar dengan tatapan Mahesa.
"Sebenar nya apa yang Tuan Mahesa lihat dari Mata ku, Dan jawaban Apa yang dia harap kan dari diri ku ?? " Gumam Heran Anita dalam Hati nya.
"Ma-maaf Tuan, luka nya sudah Saya Obati !! Saya Permisi dulu. " Ucap Anita terburu-buru dengan cepat berdiri dari Tempat duduk nya.
Anita dengan Tergesa-gesa menyimpan kotak Obat itu, dan Pergi keluar meninggalkan Tuan Mahesa.
Harus nya Mahesa kali ini Marah pada Anita, Karna Anita Pergi begitu saja tanpa Di Ijinkan oleh Mahesa. Sedang kan Anita lebih memilih Untuk Pergi, karna dia takut akan Melakukan Kesalahan dalam berbicara dan Bersikap.
"Untunglah Anita Pergi, kalau dia Masih di sini. Pasti Aku akan menyatakan Perasaan ku pada nya !! jadi Benar, Anita berhasil menggeser Posisi Mey di Hati ku ?? Jadi benar !! Perasaan ini adalah sebuah Perasaan Cinta pada Anita ?? " Pertanyaan itu ber tubi-tubi menghujani diri nya sendiri.
Sedang kan Anita, terduduk seraya menenangkan Detakan jantung nya yang tadi sempat Terpompa sangat kencang nya.
"Gak ... Gak mungkin !! ini gak Mungkin, Tuan Mahesa Gak mungkin menyimpan perasaan nya Untuk ku !! Gak ... Gak Mungkin !! " Anita terus menyangkal pikiran nya Terhadap Tuan Mahesa.
Hari pun berlalu, jam Pulang kantor pun Tiba.
Anita dengan cepat membereskan Barang nya, Tidak Ingin berpapasan dengan Tuan Mahesa saat Akan memasuki Lift.
__ADS_1
Mahesa yang memperhatikan Anita dari dalam, sedikit tersenyum Lucu, karna melihat Tingkah Anita. Seperti seorang yang sedang Ingin mencuri sesuatu.
Saat Anita Sudah memasuki Lift Staf, Mahesa baru turun dari Kursi kebesaran nya. Mahesa tidak menyangka Bahwa sikap nya tadi Bisa membuat Anita ketakutan seperti itu.
Tuan Mahesa pun dengan tenang dengan gaya Maskulin nya, berjalan menuju Lift Pribadi.
Dan kini Anita sudah keluar dari dalam Lift itu, Anita berjalan menuju Pintu utama, dan sedikit berlari.
Sesampai nya si Depan kantor nya. Terlihat lah jelas seorang lelaki yang berhasil membuat Anita mabuk ke payang belakangan ini.
"Hay Sayang !! " Ucap Gilang sambil membenarkan Anak Rambut Anita yang tak ber aturan.
"Hy ... Yang !! " Jawab Anita dengan Nafas tersengal-sengal
"Sudah langsung pulang Yu ?? " Ucap Anita masih lelah karna harus cepat-cepat tadi, karna takut akan berpapasan dengan Mahesa.
"Ya sudah Ayo .. " Ucap Gilang santai, sambil memasangkan Helm di kepala Anita, dan Gilang pun mencubit Gemas Pipi Anita.
Termasuk Mahesa, dengan Tatapan Kecewa nya Mahesa Memalingkan Pandangan nya ke arah Lain, Tuan Rama yang mengetahui nya. Langsung merangkul Mahesa dan membawa nya kedalam Mobil, yang akan mengantarkan nya Pulang saat itu.
Tuan Rama dengan Bijaksana nya tetap dengan keputusan pertama nya. Bahwa tetap harus ada Anak Buah nya yang mengikuti Anita.
Sekali pun Anita sedang Bersama Dengan Orang lain.
"Pah ... kenapa, Papah begitu Peduli sama Anita !! Apa Papah mempunyai Hutang Budi terhadap Anita ?? Atau keluarga nya ?? " Tanya Mahesa Heran pada Sikap Baik Ayah nya tersebut.
"Papah, Hanya menjaga calon Keluarga baru kita saja ko !! " Jawab Tuan Rama dengan Senyuman namun serius, sontak berhasil membuat Mahesa gelagapan di Buat nya.
"Maksud Papah Anita ?? Papah jangan Berpikir, kalau Papah Ada Niatan Buat Nikahin Anita, Yah ?? dan Papah jangan berpikir akan Mengkhianati Mamah. " Cakap Mahesa pada Ayah nya.
__ADS_1
Tuan Mahesa seketika Tertawa atas tebakan Anak nya. "Mana Mungkin Papah Suka sama Anita, kalau Anak Papah juga suka sama Anita. " Celetuk Tuan Rama, kembali membuat Mahesa Gugup.
"Pak jalan Pak. " Ucap Mahesa, pada Supir Pribadi nya. Menghindari Ucapan Ayah nya.
Tuan Rama hanya tersenyum, dan Menepuk-nepuk pundak Mahesa dengan Bangga.
"Jangan Naif seperti itu Nak, Papah Gini-gini juga Pernah muda !! " Ucap Tuan Rama pada Mahesa.
"Apah sih Pah .... ?? Udah deh Papah kan tau, Mahes Tidak akan bisa Lupain Mey, Mana mungkin Mahes Suka sama Anita, Papah Ada-ada aja deh !! " Mahesa berkelit saat berbicara.
"Loh Papah kira kamu Suka sama Anita, karna Papah Lihat, banyak sekali perubahan sikap yang ada di diri kamu Nak, semenjak Kamu Bekerja sama Dengan Anita. Eemmm .... ternyata Papah salah Ya. " Tebak Tuan Mahes, dengan Nada menggoda Mahes.
"Emmm ... " Jawaban Gilang begitu saja pada Ucapan Ayah nya.
"Kalau begitu kamu saja Ton, yang Suka sama Anita. Sayang Loh wanita sebaik Anita di Anggurin begitu saja !! " Ucap Serius Tuan Rama pada Antoni yang berada di samping kemudi.
Antoni yang mendengar Perkataan Tuan nya, langsung membulat kan Mata nya. " Benar Tuan ?? " Tanya Antoni cepat.
"Kamu jangan Macam-macam Ton !! Papah juga kenapa suka banget sih Pah ngurusin Jodoh Orang Lain ?? kekesalan kembali menghampiri Mahes.
"Wow ... Rupa-ruapa nya, Yang Punya nya Marah Ton !! " Tuan Rama tek henti-henti nya menggoda Mahesa.
Antoni yang mengira Antoni akan Benar-benar di jodoh kan Dengan Anita, kini hanya menelan ludah nya sendiri, setelah tau itu hanya lah sebuah Lelucon semata.
"Anita Bukan Milik aku Pah, tapi Milik lelaki yang sedang berada di sisi nya saat ini. " Bantah Mahesa, pada Ayah nya.
Tuan Rama semakin yakin bahwa Mahesa benar-benar memiliki perasaan terhadap Anita.
"Kamu ini ko Kaya Banci saja Sih ?? Sudah kalah sebelum berperang !! Sebelum janur kuning melengkung, kamu masih banyak kesempatan Nak, Tapi ingat Pupuk dari sekarang. Bahwa Ingat Cinta Tak Harus saling Memiliki, Jadi seandai nya Anita bukan Jodoh Untuk mu, kamu tidak akan merasa Kecewa teramat dalam nak, Dan kamu akan menerima Nya. Meskipun Hati mu kecewa akan Ke adaan yang tidak berpihak pada mu. " Ucap Bijak Tuan Rama, memberi Motifasi pada Mahesa.
__ADS_1
Di balik motifasi itu, Justru Tuan Rama semakin ketakutan, Karna Harus mendapati Anak nya, Apa bila harus merasakan Ke hilangan Untuk kedua kali nya.