
BAB 110.
"Jangan khawatir, Ayah tidak menyakiti Mas ko, lagian kalau pun itu sampai terjadi. Mas akan tetap bertahan dan meyakinkan nya !! Jangan khawatir dan jangan terlalu di pikirkan, ini tugas Mas untuk meyakinkan semua keluarga mu Sayang !! " Jawab Mahesa sambil meminum teh yang sudah di suguhkan oleh Wanita yang sangat ia cintai.
Anita tersenyum bahagia, namun tetap saja dalam hati nya merasa khawatir atas sikap yang sudah di tunjukan oleh ayah nya.
Anita sempat menyiapkan makanan untuk Tuan Mahesa, karna Anita tau Tuan Mahesa belum memakan makanan apapun sore itu. Anita sedikit memaksa Tuan Mahesa.
"Ann, Mas gak lapar kok !! Minum saja Mas sudah cukup, Nara mana Ann ?? Ko gak kelihatan !! " Tanya Tuan Mahesa, mengalihkan ajakan Anita, yang terus memaksa nya untuk makan.
Anita menghela nafas panjang, Anita menarik lengan Mahesa dengan tarikan yang kuat, Mahesa merasa menyerah saat itu karna Mahesa tidak mau membuat Anita kelelahan saat menarik nya ke meja makan.
Sesampainya di meja makan, Mahesa terus saja menolak, dengan alasan sudab kenyang padahal perut Mahesa masih terasa sakit, Mahesa tidak enak oleh kedua orang tua Anita, apalagi jika Ayah Anita ada di sekitar nya.
"Stttttt ... Mas duduk aja, jangan banyak bicara, jika Mas gak mau makan !! biar aku saja yang memberi makan, Mas tinggal kunyah saja ya !! Nara ada di atas, kalau Mas sudah makan nanti main sama Nara nya ada tenaga !! Paham ?? " Umpat Anita, sambil berdiri untuk menyiapkan makanan nya.
Mahesa tersenyum kecil, Mahesa melihat di sekitar tidak ada Orang satu pun. Mahesa tau Ayah Anita sedang pergi keluar. Sedangkan Ibu Anita berada di ruang atas bersama dengan Nara.
Mahesa menarik pinggul Anita, sehingga Anita duduk di pangkuan Mahesa, Anita kaget dan Anita terlihat Malu-malu saat duduk di pangkuan Tuan Mahesa.
Anita melihat tangan Mahesa melingkar kuat di perut nya, sungguh itu membuat Anita menjadi salah tingkah.
Mahesa membenamkan wajah nya di punggung Anita, dan berbisik " Kau ini meragukan kekuatan Mas ya ?? meskipun Mas belum makan !! jangan kan untuk mengendong Nara, menggendong ibu nya pun Mas kuat. " Ucap Mahesa, menggoda Anita.
Anita sungguh di buat tidak nyaman oleh sikap Mahesa, tidak nyaman takut ada yang melihat kelakuan mesra yang di lakukan oleh Mahesa pada diri nya.
__ADS_1
"Mas, udah ah !! Geli tau. " Ringis Anita berusaha melepaskan diri dari dekapan Mahesa.0
Mahesa menahan usaha Anita, dengan senyuman Mahesa terus saja menggoda Anita, dan akhir nya Mahesa pun melepaskan pelukan nya di tubuh Anita.
Anita berdiri lalu mengambil makanan, dan duduk di posisi yang dekat dengan Mahesa, Mahesa mengerutkan dahi nya melihat sikap Anita saat itu.
Anita menyuapi Mahesa makanan, Anita memaksa Mahesa untuk membuka mulut nya, "Aaaaaaa ..... " Ucap Anita, agar Mahesa mau membuka mata nya.
Mahesa mencoba menggoda Anita kembali, Mahesa menggelengkan kepala nya, menolak untuk memasukan makanan kedalam mulut nya.
"Sun dulu, kalau sudah di Sun baru Mas mau makan. " Ucap Mahesa, bersikap seperti anak kecil.
Anita menahan tawa ny. "Apa an sih Mas !! "
Mahesa bersikap cuek dan tidak perduli. Anita melihat wajah Mahesa lalu mengecup pipi Mahesa dengan gerakan cepat.
Mahesa dengan perlahan membuka mulut nya, dan suapan pertama pun Mahesa dapat kan, Setelah Mahesa akan mendapatkan suapan selanjut nya Mahesa mengehentikan gerakan tangan Anita.
Mahesa menangkup kedua pipi Anita, dan berbisik. " Ann, apa masih ada yang harus mas lakukan, agar kamu lebih percaya akan perasaan Mas ini ?? " Tanya Mahesa, karna tidak di pungkiri, Mahesa seolah-olah memasuki kehidupan Anita dengan cepat, dan Mahesa tidak mau jika Anita menerima nya karna rasa tidak enak.
Anita dengan tenang nya menjawab. " Apa Mas melihat keraguan di dalam diri ku ?? " Tanya Anita pada Mahesa.
"Mas, tidak melihat keraguan dalam diri mu. Tapi Mas hanya ingin memastikan nya saja, jangan sampai karna kamu bekerja di perusahaan Orang tua Mas, kamu merasa tidak enak untuk menolak Mas. Sungguh Ann Mas tidak akan Main-main dengan perasaan Mas ini. " Jawab Mahesa pada Anita.
Tuan Mahesa memang sangat mencintai Anita, sehingga Mahesa sangat perlu meyakinkan Anita berkali-kali. Mahesa ingin segera membawa hubungan nya bersama Anita ke arah yang lebih serius lagi, Mahesa berniat akan membicarakan nya dengan Ayah nya nanti.
__ADS_1
"Mas !! Jika Mas masih melihat keraguan dalam diri ku, maka itu bukan lah keraguan Mas, melainkan rasa takut akan kehilangan !! Sungguh hati ini sudah rapuh, dan hampir saja hancur, tapi beruntung lah ada seseorang yang berusaha memperbaiki nya lagi. Jika di ingat Status kita ini memang beda jauh Mas, bahkan jika semua orang tau tentang hubungan kita, mereka akan beranggapan bahwa aku tidak pantas untuk kamu Mas, karna kenapa ?? Orang lain pasti akan berpikiran bahwa aku hanya seorang janda, dan aku bukan Anak dari seorang pengusaha seperti Mas !! Dan tentu nya meraka akan beranggapan bahwa aku tidak pantas untuk Mas. " Ucap Anita, meluapkan isi hati nya.
Mahesa tersenyum, " Jika itu yang kamu pikirkan, Mas minta sama kamu !! Jangan pikirkan cibiran demi cibiran yang keluar dari orang yang tidak tau tentang perasaan kita yang sesungguh nya, Mas tidak ingin kamu tersiksa karna itu, jadikan lah itu kekuatan untuk mu Ann, kita harus buktikan, bahwa kamu bukan lah Orang yang seperti mereka pikirkan !! Toh jikalau kita sudah menikah, Mas tidak akan mengijinkan kamu untuk bekerja, jadi kamu tidak perlu bertemu dengan Orang-orang syirik seperti mereka !! " Ucap Mahesa, meyakinkan Anita.
"Ya sudah, Mudah-mudahan apa yang kita inginkan segera terwujud ya Mas !! Emm ... sekarang Mas makan dulu, jangan sampai Mas sakit lagi !! " Anita memaksa Mahesa untuk segera memakan, makanan yang sudah di sediakan oleh Anita.
Selesai makan, Mahesa pun sempai bermain-main dengan Nara, dan setelah itu Mahesa pun pamit untuk pulang, Mahesa tidak sabar ingin segera menemui Ayah nya, untuk membicarakan Niat baik nya pada Anita.
Di sepanjang jalan tidak ada yang Tuan Mahesa pikirkan selain hanya kebahagiaan bersama Anita, tanpa memperdulikan cobaan apa yang akan mereka hadapi untuk hubungan nya itu.
Sementara Anita sedang resah, karna bingung harus berbicara apa pada Ayah nya tentang Mahesa, Anita memang berhak dekat dengan siapa pun, namun tetap saja Anita selalu mempunyai rasa takut akan sikap Ayah nya.
Sepintas Anita memikirkan ekspresi wajah Gilang, banyak tekanan yang Gilang dapat kan. Namun Anita tidak bisa berbuat Apa-apa, karna kini ada perasaan Tuan Mahesa yang perlu dia jaga.
Anita menepis semua bayangan Gilang di kepala nya, Anita memilih untuk berbaring di samping Putri kesayangan nya itu. Anita mendapat kan pertanyaan dari Ibu nya tentang Tuan Mahesa, namun Anita hanya menjawab jika Anita meminta doa yang terbaik dari Ibu nya.
Sungguh Anita tau betul, rasa takut akan kehancuran yang di sebabkan oleh kehilangan lebih besar yang di rasakan oleh kedua Orang tua nya. Maka pantas lah kedua Orang tua Anita, sangat cemas saat memikirkan kehidupan Anita.
Anita sungguh merasa lelah dengan kenyataan hidup yang harus dia jalani.
Anita menghela nafas panjang, dan mengeluarkan nya secara perlahan. "Mudah-mudahan aku bisa menjalani nya !!" bisik Anita dalam hati nya.
...****************...
...****************...
__ADS_1
Assalamualikum, Apa kabar semua ?? Mudah-mudahan semua Sehat ya 🤗🤗 Aamiin.
Lagi-lagi Author mau minta Maaf, untuk ketidak nyamanan nya. Karna Author belakangan ini tidak bisa berpikir jernih untuk menulis. 😥😥. Ternyata setelah Auhor sehat, kabar duka datang. Author harus kehilangan Orang yang sangat penting dalam keluarga, Auhor harus menelan Pil pahit, kalau Author harus merelakan Nenek tercinta untuk berpulang ketempat yang lebih baik, yaitu di sisi Alloh S.W.T .. Minta doa nya kaka Reader's semua ... semoga Almarhumah di tempat kan di tempat yang layak, dan di ampuni segala Dosa nya ... Aamiin. ðŸ˜ðŸ˜.