
BAB 35.
Laki-laki Tua yang sedang Duduk di kursi kebesaran nya, kini sedang menatap Anita dari atas sampai bawah.
"Apa Meta sudah mengatakan Kamu di sini menempati Posisi sebagai apa ?? " Tanya tegas Tuan Rama. pada Anita.
"Ti-tida .... " Anita belum sempat mengatakan Ketidak tau an nya perihal pertanyaan Dari Tuan rama tadi. Namun Suara Bentakan Terdengar dari Mulut Tuan Rama, sebelum Anita menjawab nya.
"Kamu jangan Lemah seperti itu !! Ingat Ini perusahaan Besar, saya Tidak mau Karyawan saya bersikap Loyo. Coba Tegas !! " Teriak Tuan Rama pada Anita.
Anita menelan Saliva nya dengan Sangat susah. Anita mulai menegakan Tubuh nya dan menatap Wajah Tuan Rama.
"Maaf Tuan, Saya tidak mengetahui Perihal Posisi yang Anda Tanyakan Pada saya !! " Jawab Anita Lugas, dan tegas.
"Bagus, itu yang saya Mau. Walau pun kamu seorang Wanita, Kamu tidak boleh Lemah !! " Sambung Tuan Rama menegakan Tubuh nya.
"Baik Tuan !! " jawab Anita dengan sedikit senyuman, Dan ketegasan. " Ist .. kaya Lagi latihan Militer saja !! Duh Apa aku akan betah kerja di kantor Pusat seperti ini ?? " Gumam Anita dalam Hati nya.
__ADS_1
"Kamu saya tempat kan sebagai Sekertaris, di perusahaan ini !! "Tegas Pak Rama pada Anita.
"Hah, sekertaris !! Apa aku mimpi, Ist Mimpi pun aku tidak pernah untuk menjadi sekertaris. " Gumam Anita dalam Hati nya.
"Tapi Tuan, Mohon Maaf saya Tidak punya ke ahlian dalam Posisi itu. Karna di Perusahaan yang di pimpin oleh Ibu Meta saya hanya seorang Administrasi Tuan !! " Jelas Anita berterus terang, tidak mau mengecewakan Tuan Rama Nanti nya.
"Kamu kalau ngomong Pintar sedikit, Saya adalah pemilik Asli perusahaan Yang di pegang oleh Meta, Jadi Siapa Pun kamu, Asal kamu dari mana, Posisi kamu Apa. Saya tau semua nya !! Ingat saya Pemilik Perusahaan Rama Grup !! " Tegas Tuan Rama membuat Anita gelagapan.
Anita bergetar setelah sekian kali nya Ia harus mendengar Bentakan Dari Tuan Rama.
"Baik lah Tuan, saya mengerti !! " Ucap Anita pada Tuan Rama.
"Untung lah Aku mau di Buat kacung oleh Bu Meta, jadi aku bisa Paham Pekerjaan sekertaris apa !! " Dengus Anita dalam Hati nya, sambil menyeka keringat yang keluar dari pelipiss mata nya. " Duh dasar Tuan Rama, Andai kau tau Tuan !! keringat sudah membasahi seluruh tubuh ku. " Gerutu Anita dalam Hati nya.
"Apa kamu Tau, Kau akan menjadi sekertaris siapa ?? " Sambung Tuan Rama, membuyarkan Lamunan Anita.
"Tau Tuan !! saya akan menjadi Sekertaris Tuan kan ?? " Jawan Anita sangat percaya diri.
__ADS_1
"Kamu kalau Belum Tau jawaban nya !! Jangan Sok Tau !! " Tuan Rama kembali membentak Anita.
"Ya ampun, salah lagi Kamu Ann ... Ann, Dasar Tua bangka Pertanyaan nya selalu banyak Rahasia, yang selalu aku saja yang Marah " Gerutu Anita kesal dalam Hati nya.
"Maaf Tuan !! Jadi saya akan menjadi Sekertaris siapa ?? " Ucap Anita, tidak berani menatap Tuan Rama.
"Kamu akan menjadi sekertaris Anak saya !! Semua perusahaan kini akan di pindah alihkan pada Anak saya !! Yaitu Mahesa Putra Rama, jadi Kamu harus Bisa bekerja untuk Anak saya !! " Tegas Tuan Rama, Pada Anita.
"Baik Tuan !! " jawab Anita tegas Padat dan jelas.
"Silahkan kamu duduk di meja yang sudah di siap kan, sebentar lagi Anak saya akan datang !! " Ucap Tuan Rama, tanpa melihat wajah Anita.
"Baik Tuan !! Kalau begitu saya permisi Dulu. Terima kasih Tuan !! " Ucap Anita sopan, menganggukan Kepala pada Tuan Rama dan Pada Laki-laki yang berdiri di samping nya.
Tuan Rama tida menggubris Perkataan Anita, sementara Antoni Laki-laki yang dari tadi memperhatikan Anita sambil berdiri di sebelah Tuan Rama, memberikan senyuman Khas nya.
"Aduh siapa Sih Dia, Senyuman nya itu Loh ... !! " Gumam Anita dalam Hati nya. sambil senyum Terpesona. Namun Anita hanya sebatas mengaguminya saja.
__ADS_1
Anita berjalan menuju Meja sekertaris nya yang berada di Sebelah Meja kebesaran Tuan Rama, namun terhalang oleh Sebuah Kaca yang sangat tebal.
"Mudah-mudahan saja, Tuan Mahesa tidak segalak Tuan Rama !! Lagian Ibu Meta, sampai sekarang aku gak Habis pikir, kenapa dia tunjuk aku ?? Padahal, Masih banyak yang lebih dari Aku di Pabrik itu !! " Gerutu kecil Anita sambil Duduk di kursi Milik nya.