Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
kecemasan Mahesa dan Gilang


__ADS_3

BAB 74.


Tuan Rama tersenyum pada Mahesa. "Lain kali Kalau Cari yang Berharga Itu, Pake Otak Nak. jangan pake Otot. Jangan Biarkan Rasa cinta mu itu melumpuhkan Kerja Otak mu !! " Bisik Tuan Rama pada Mahesa, sambil menggelengkan Kepala nya.


Tuan Rama Langsung mengerahkan Anak Buah nya dari Sudut mana Pun, Tuan Rama semakin Penasaran Akan dalang dari Permasalahan ini, Bagai mana Pun Penyerangan Tempo hari di Perusahaan Tuan Rama, Masih Terlihat jelas kejadian nya.


Tuan Rama mengerahkan terlebih dahulu Anak Buah nya yang mendekati tempat Titik Merah itu berada.


Sementara Tuan Rama dan Antoni, masih menyusun strategi. Antisipasi Agar Semua nya Aman, dan Anita bisa Di Selamat kan.


Setelah selesai, Tuan Rama Pun Sudah bersiap Untuk Pergi Bersama Mahesa dan Antoni. Dengan Mobil Khusus.


Selang Beberapa Menit kepergian Tuan Rama dan Tuan Mahesa, Gilang sampai di Perusahaan itu. Untuk menjemput sang Pujaan Hati.


Gilang menunggu seperti Biasa, Namun Salah satu Satpam yang Sudah Kenal dengan Gilang, menceritakan apa hang Terjadi.


Dan Terkejut lah Gilang, Setelah Tau kejadian Naas Sedang menimpa Sang Kekasih, Gilang Menyesal karna Dia Tidak Bisa menjaga Anita.


"Aaaarrrgghhhh !!! kenapa Harus terjadi ??? Sayang dimana Kamu ?? " Gilang mengusap Wajah nya Dengan Kasar.


Tiba-tiba Gilang teringat Pada Ayah nya, " Apa ini Ulah Papah ?? Atau Anita mempunyai Musuh ?? Ah tidak Mungkin, Aku harus Memastikan nya, kalau ini Bukan Perbuatan Papah !! " Dengus Gilang, berlalu dari Tempat itu, Gilang kini Tidak Bisa bertemu dengan Pujaan Hati nya, Perasaan Gilang Sungguh Tidak karuan.


"Jika Benar Papah dalang Semua ini, aku tidak akan memaaf kan diri ku sendiri Pah. " Ujar Gilang emosi. " Apa ini rencana Papah ?? Maka dari Itu Papah, datang ke Jakarta ?? jika benar, Papah sudah Keterlaluan Pah, Anita bukan hanya Kekasih ku Pah, tapi Anita adalah, seorang Ibu Pah, Ada seorang Anak yang menantikan Kepulangan Ibu nya di sana. " Sambung Gilang Lirih.


Gilang Berencana, untuk mencari tahu ini, tanpa sepengetahuan Ayah nya, Gilang mencoba Menghubungi Hp Anita. Namun tidak ada jawaban sama Sekali.


Gilang terus memukuli Setir Mobil nya dengan Prustasi, Gilang Tak henti memanggil Anita. Gilang cemas takut Anita Kenapa-kenapa.


Sementara Anak Buah Tuan Rama, sudah mengepung tempat Penculikan itu, Tanpa ada yang sadar. Tempat Lusuh itu Di jaga Oleh Beberapa Orang Yang berbadan Tinggi dan Besar, Dan mereka Memegang Senjata Satu dan yang Lain nya.


Tuan Rama Menghimbau Agar jangan Dulu ada keributan, sebelum Anita ada di Pihak Tuan Rama. Dan Tuan Rama Pastikan Pada Anak Buah nya Untuk Menjaga keselamatan Anita.

__ADS_1


Saru Dari Anak Buah Tuan Rama Mulai Bergerak, melumpuhkan Beberapa Orang yang berjaga Di Pintu Belakang, Agar diri nya Bisa masuk. Dan membawa Anita keluar terlebih dahulu.


Setelah di Lumpuh kan, Beberapa Anak Buah Tuan Rama masuk, ke dalam Rumah itu.


Sesampai nya Di dalam Ruangan, Anak Buah Tuan Rama, melihat ada Dua Orang Yang menjaga Anita, Namun Mereka terlihat Cemas.


Terkejut nya lagi Saat Anak Buah Tuan Rama, melihat Anita tergeletak Di Lantai dengan Tangan Masih terikat di Penyangga Kursi yang ikut terjatuh Bersama Tubuh Anita.


Anak Buah Tuan Rama, langsung memberikan Informasi Tentang Kondisi Di dalam Rumah, dan Memerintahkan Pada anggota yang lain nya untuk segera melumpuhkan Musuh yang terlihat.


Dengan Cepat Anak Buah Tuan Rama berhasil melumpuhkan lawan nya. Dengan Bersamaan Laki-laki yang menjaga Anita pun Berhasil Di Lumpuh kan Oleh Senjata Api, karna sempat Melakukan Perlawanan.


Pada saat Tuan Rama dan Tuan Mahesa Sampai, Mahesa langsung bergegas, berlari menuju Ka dalam Rumah itu. Terkejut lah Mahesa mendapati Anita dalam Ke adaan yang Tidak sadar, Dan terlihat luka Lebam di Area Wajah nya.


Mahesa langsung mendekap Tubuh Anita, dan melepas kan dengan Cepat Tali yang Mengikat Tangan Anita, Kedua Pergelangan Tangan Dan Kaki Anita, Membekas kan Luka Akibat Kencang nya Ikatan Tali itu.


Mahesa Sungguh Tak Kuasa Melihat Anita, Anita yang Terkulai Lemas di Pelukan mahesa, Langsung Memeluk nya Erat. Lalu mengangkat Tubuh Anita untuk segera di Larikan Ke Rumah sakit.


"Saya berjanji Tidak akan, Melepaskan Pengecut itu !! " Dengus Tuan Rama, sambil memukul Pintu di Hadapan nya dengan Keras.


Tuan Rama memandang satu persatu, Anak Buah Lawan nya, Tuan Rama mengambil Sebelah Pisau Di Tangan Anak Buah nya. Untuk di Todong Kan Di Leher Anak Buah Lawan nya.


"Kau Tau, Pisau ini tidak akan Memberikan Penolakan, Apa bila Tuan nya sudah Menyuruh nya Untuk Menyayat Habis Leher mu itu sampai putus. " Ucap Tuan Rama, sambil memainkan Pisau itu.


"Cepat kata kan Apa Motif, dari Penculikan ini ?? Dan siapa Yang menyuruh kalian. " Bentak Tuan Rama.


Dengan Berbagai Ancaman Akhir nya Tuan Rama, Berhasil Mendapat kan Informasi Dengan Lengkap.


Di dalam Mobil, Mahesa Dengan Lembut, mengusap Luka lebam Di wajah Anita dengan sangat Hati-hati.


Anita di biarkan Berbaring dengan Kepala di letakan Di Paha Mahesa.

__ADS_1


Anita yang mulai Tersadar, mulai Menggerakan Tangan nya. Anita memegang Wajah nya yang terasa sakit.


Mahesa Melihat Anita mulai tersadar., Seketika Mahesa, Melihat Wajah Anita dengan Dalam.


"Kamu sudah Sadar Ann ?? Minum dulu !! Kamu Baik-baik saja. " Ucap Mahesa pada Anita, yang masih terlihat seperti Orang Linglung.


Anita Tiba-tiba teringat akan kejadian yang menimpa nya, Dengan Cepat Anita Terbangun dan memeluk Mahesa dengan Erat. Dan Di situ lah Ketakutan Anita mulai Memuncak. Anita Memeluk Tubuh Mahesa dengan Deraian Air mata.


Mahesa yang terkejut dengan Pelukan yang ia dapat, Mahesa hanya membulat kan Mata nya. Mahesa Ragu, namun Mahesa dengan Perlahan mengerat kan Tubuh nya pada Tubuh Anita, hingga semakin Melekat ke dalam Tubuh Mahesa.


"Tenang Ann, Kamu sudah Aman !! Saya akan memastikan kamu Akan selalu Aman Ann !! " Ucap Mahesa menenangkan hati Anita, dan Mengelus Rambut Anita dengan Lembut.


Entah kenapa Anita lebih merasakan Kenyamanan yang lebih, saat berada di dalam Pelukan Mahesa.


Anita menangis, "Bawa saya, ke Rumah Tuan !! Saya hanya mau Anak Saya !! Tolong. " Rintih Anita memohon pada Mahesa.


Anita mulai mengendorkan Pelukan nya, Dan Mulai tidak enak harus terus berada di dalam Pelukan Atasan nya itu.


Namun seketika Lengan Mahesa mencegah Tubuh Anita untuk Menjauh dari Tubuh nya, Anita yang merasa Tertekan karna ketakutan, Anita pun mengikuti Tekanan Tangan Mahesa, untuk tidak jauh daru Tubuh nya.


"Apa kita tidak ke rumah sakit saja ?? " Ucap Tuan Mahesa berbisik di telinga Anita.


Dengan Lemas Anita hanya, menggelengkan kepala nya, Anita merasa Pusing akibat benturan di kepala nya.


"Kita ke rumah sakit dulu, Setelah itu aku akan mengantar mu pulang !! " Bisik Mahesa kembali pada Telinga Anita.


Lagi-lagi Anita Ingin menjauhkan Tubuh nya Dari pelukan Mahesa, dengan Cepat Mahesa menarik kembali Tubuh Anita ke dalam Pelukan nya.


"Jangan Jauh-jauh dari ku Ann !! Aku nyaman, saat kamu ada di samping ku !! " Bisik Mahesa, sambil menghadiahi Kecupan Di Pangkal Rambut Anita.


Mahesa Pun memerintahkan pada Sopir nya untuk melajukan Mobil nya dengan Kecepatan Biasa saja, untuk menuju ke Rumah sakit dan setelah itu Pulang ke Rumah Anita.

__ADS_1


Mahesa tidak mau Sopir nya melajukan kendaraan itu, dengan Kecepatan Tinggi. Karna Mahesa tidak mau Kebersamaan nya dengan Anita akan cepat berlalu.


__ADS_2