
BAB 34.
Akhir nya Anita sudah Siap untuk Berangkat Kerja Dengan setelan Celana Kain warna Hitam dan kemeja Warna Cream, Warna Tas dan sepatu Heels yang senada Dengan Celana nya.
Rambut yang tergerai begitu Lurus Nan Indan, hanya di hiasi oleh sebuah Jepit yang ia Gunakan untuk menahan Rambut nya di bagian tengah saja.
Anita memilih menggunakan Motor Matic nya yang berwarna Putih itu sebagai kendaraan menuju Tempat kerja nya, di banding Harus di antar kan oleh Papah nya.
Dalam Perjalanan Hati Anita terasa Berdegup dengan kencang padahal Anita sudah tau Kondisi tempat kerja nya bagaimana dan Anita pun sudah mempunyai Banyak teman di Tempat kerja nya.
Anita hanya memiliki Teman wanita saja yang sangat dekat dengan Diri nya, Anita memang kenal dengan Teman Laki-laki di Tempat kerja nya, namun itu hanya sebatas kenal saja.
...****************...
Gilang yang sebenar nya dari Malam tidak bisa tidur karna memikirkan Anita, kini ia memilih untum memperhatikan Rumah Anita,
Gilang terkejut, Saat Anita keluar dari Rumah nya dengan Setelan kerja yang lengkap. "Kerja dimana Dia ?? " Gilang ingin tau Tujuan Anita kemana, Diam-diam Gilang Mengikuti Anita tanpa Anita Tau.
Anita pun sampai di Sebuah Bangunan Yang tertulis. Pt. Rama Tex.
Anita di sambut Oleh Security yan bertugas di depan Gerbang perusahaan itu.
Anita menganggukan kepala nya sangat Sopan pada Kedua Security itu.
Semua Karyawan di sana Hanya beranggapan bahwa Anita hanya lah Cuti melahirkan, jadi tidak banyak Orang yang tau, kalau Anita sebenar nya sudah mengundurkan Diri Lalu bekerja kembali.
Anita langsung menghadap Ibu Meta selaku Orang kepercayaan Bos perusahaan itu. Ibu Meta di Tunjuk Oleh Pemilik Perusahaan itu untuk menjadi Pemegang Di salah satu Pabrik yang di bawah naungan Rama Grup.
__ADS_1
Anita di Sambut hangat Oleh Ibu Meta, dengan sambutan Uluran Tangan yang membuat Anita tidak ragu lagi untuk menyambut Uluran tangan Ibu Meta, Ibu Meta memang Atasan yang Sangat Baik Namun saat dia harus di tuntut Harus Tegas oleh Situasi. Tidak Ada satu pun yang berani menatap pada nya.
"Selamat bergabung kembali Ann, saya senang Kamu bisa kembali bergabung di Perusahaan Ini. " Ucap Ibu Meta pada Anita dengan Wajah yang penuh Wibawa. Ibu Meta adalah salah satu Insfirasi Di Kehidupan Anita.
"Terima kasih Bu !! sudah memberikan saya kesempatan kembali, untuk Bergabung di Perusahaan yang Ibu Pimpin ini !! " Ucap Anita sangat sopan.
"Tidak Ann, Kamu salah !! Kamu memang akan bergabung Di Perusahaan ini, Tapi kamu Akan saya tempat kan Di Kantor Pusat !! " Ucap Tegas Ibu Meta.
Anita kaget akan penjelasan Ibu Meta, "Ke-kenapa Bu ?? " Jawab Anita Ragu untuk mempertanyakan nya.
"Jangan Khawatir Ann, kamu Di Posisi kan di Kantor Pusat bukan Berarti Kinerja kamu di Sini tidak baik, Justru karna kamu salah satu Karyawan yang Baik, saya pindah ken ke kantor Pusat. Karna kebetulan Kantor Pusat, saat ini sedang membutuhkan Orang seperti kamu !! " Jelas Ibu Meta Singkat padat dan jelas.
Entah apa Yang kini harus di rasakan Anita, Rasa senang lah atau Sebalik nya !! Saat Anita akan Pindah ke kantor Pusat, Pasti Gajih nya lebih besar dari Tempat ia kerja sebelum nya, Tapi Jarak yang harus di tempuh Oleh Anita lebih Jauh dari sebelum nya.
"Ya sudah Bu, saya setuju !! " Ucap Anita, tidak mau mengecewakan Ibu Meta.
Anita berniat Menyalami Ibu Meta, Tapi Ibu Meta malah Memeluk Anita. " Yang sabar ya Ann, di sana !! Nama nya juga kerja di Tangan Orang lain Ann, Kuat kan Mental mu !! Yakin kamu akan sukses setelah melewati semua Rintangan. "
Anita meng Iya kan perkataan Ibu Meta, dan Setelah itu Anita bergegas Ke kantor Pusat, Anita sudah tau Letak Kantor Pusat. Karna sudah berapa kali Dia menyambangi Kantor Pusat itu. Namun tidak pernah Bertemu dengan Bos besar Perusahaan itu.
"Baik lah Ann, Tantangan Besar Sudah ada di depan Mata Ann, Kamu pasti Bisa !! " Ucap Anita dalam Hati nya,
Tanpa Waktu yang lama Anita pun segera pergi Meninggalkan Tempat itu.
Butuh waktu kurang lebih 1 jam menuju ke Kantor pusat, itu pun kalau Anita yang bawa kendaraan nya, Dengan kecepatan Sedang.
Kalau kecepatan Tinggi tidak sampai 1 jam Pasti sudah sampai kantor Pusat.
__ADS_1
Gilang yang dari awal Sudah mengikuti Anita sampai tempat kerja nya. Gilang pun memutuskan untuk pergi. dan kini Gilang tidak tahu kalau sebenar nya Tempat Anita Berkerja Bukan lah di sana, melainkan di tempat lain.
Setelah menempuh jarak yang melelahkan, Akhir nya Anita sampai di Sebuah Gedung yang memiliki banyak lantai itu.
" RAMA GRUP "
Anita tidak Percaya diri saat itu, Penampilan nya Takut tidak pantas saat Menghadap Pimpinan perusahaan tersebut.
"Tapi bagaimana Pun aku Harus tetap, Percaya Diri !! Lagian Aku ada di sini kan Atas permintaan Perusahaan ini, Bukan Aku yang Mau !! " Gumam Anita. melangkah menuju Meja Receptionis.
Anita belum menanyakan sesuatu, Petugas Receptionis itu sudah mengenal nya. " Mba Anita ya ?? Sudah di Tunggu oleh Tuan Rama Di Ruangan nya !! " Ucap Mela, Petugas Receptionis itu.
"Ba-baik Mba, Terima Kasih !! " Ucap Anita sopan.
"Apa ?? Pak Rama ?? Berarti dia yang Punya Perusahaan Ini, dia yang memiliki cabang yang ada di Mana-mana itu ?? Aduh Bagaimana ini !! Ko bisa-bisa nya Bu Meta, menunjuk saya Untuk Di pindah alihkan Ke kantor Pusat ya ?? " Gumam Anita dalam Hati nya.
Anita memang sudah hampir 7thn bekerja di Perusahaan Cabang Milik Rama Grup, Tapi sama sekali Anita Belum pernah berhadapan langsung dengan Pemilik Perusahaan itu.
Setiba nya Di depan Ruangan itu, Anita sudah di Tunggu oleh 2 Laki-laki.
Ada Laki-laki yang sedang Duduk Di kursi kebesaran nya dengan Tatapan yang menakutkan kira-kira dia berusia 59 thn sudah cukup tua, sementara yang Satu nya yang berwajah Blasteran Berdiri di samping Laki-laki yang mempunyai Tatapan menakutkan itu.
Anita tidak berani menatap Pada Laki-laki yang seakan menakutkan bagi diri nya. Anita hanya menundukan kepala nya, Jantung nya berdegub dengan kencang.
"Pe-permisi Pak, Maaf jika lama menunggu !!" Ucap Anita dengan Gugup berdiri di hadapan Meja yang sangat besar itu.
Ruangan Itu bukan seperti Ruangan Kerja, Namun seperti Rumah yang sangat mewah, Anita semakin tak berani menatap ke seluruh Ruangan yang di Hiasi Pernak pernik yang sangat Mahal kelihatan nya.
__ADS_1
Piala penghargaan pun berjejer menghiasi Ruangan Itu. Anita sampai tidak percaya Bahwa sekarang kaki nya sedang berdiri di tempat seperti apa.