
BAB 42.
Dokter Leo datang dengan seragam Putih nya dengan Tas Hitam yang ia bawa.
"Kenapa Lagi Dengan Mahes, Ram ?? " Ucap Dokter Leo, Tidak Ada rasa canggung sama sekali Pada Tuan Rama, Karna Dokter Leo dan Tuan Rama, adalah Sahabat Dekat.
Apa Lagi Dokter Leo, adalah Dokter Pribadi dari keluarga besar Tuan Rama.
"Entah Lah Yo, Seperti Biasa. Mahes belum bisa Melupakan kejadian 4thn Silam " Jawab Tuan Rama, dengan Mengusap Wajah nya secara kasar.
"Tapi Tumben Ram, biasanya Kalau Mahes Seperti ini, Biasa nya dia akan Pergi dan Kamu harus mencari nya Untuk beberapa Hari !! " Ucap Dokter Leo, heran sambil memeriksa Keadaan Mahesa.
"I-itu Karna !! " Jawab Tuan Rama sambil menatap Anita.. " Mungkin Itu menunjukan Kemajuan Pada Diri Mahesa Yo, mungkin secepat nya Mahes akan Pulih. " Sambung Tuan Rama, pada Dokter Leo.
Ya Tuan Rama, mempunyai keyakinan Bahwa Anita bisa mengubah Hidup Mahes, seiring berjalan nya Waktu.
"Aamiin, Mudah-mudahan Ram, seperti itu !! Lalu Apa Inggrit sudah Tau dengan Keadaan Gilang sekarang ?? " Tanya Dokter Leo.
Inggrit Adalah Ibu nya Mahes, Ibu nya Mahesa Kini Ada kerjaan Di Luar Negri lebih tepat nya di Paris, Inggrit adalah Seorang Designer Ternama Di Asia, Dan Kini Inggrit sedang mengadakan Event di Kota Paris itu.
"Tidak Perlu Yo, lagian Kasian Dia Nanti kepikiran akan Hal yang sering di lakukan Oleh Anak nya ini !! " Jawab Tuan Rama Putus asa.
"Sudah Lah Ram, Semua akan Berakhir dengan Berjalan nya waktu !! Kondisi Mahes Stabil, Hanya saja Darah Mahes sedikit Tinggi. Ini Resep nya Antoni. Tolong kamu Belikan di Apotek Biasa !! " Perintah Dokter Leo pada Antoni.
Antoni dengan Sigap mengambil selebaran Kertas yang ada di Tangan Dokter Leo.
Dokter Leo melihat Antoni dan Ingin sekali mencandai nya, " Antoni, kamu masih betah saja berkerja dengan Tuan Rama !! Kapan kamu menikah !! " Ucap Dokter Leo berhasil membuat Wajah Antoni memerah.
Antoni seketika melihat Anita yang sedang Berdiri di Sudut Meja Kerja Mahes.
Rama yang melihat Tatapan Antoni pada Anita, langsung menghajar nya dengan Kata-kata yang mebuat Antoni kaget dan membuang Tatapan nya.
"Cepat lah, kau ini !! Sejak kapan Kerja mu lamban seperti ini !! " Bentak Tuan Rama pada Antoni.
__ADS_1
"Baik Tuan. " Jawab Antoni tegas, dan langsung berjalan keluar dari Ruangan itu.
"Dia tidak akan menikah, jika belum akau ijinkan Yo !! " Sambung Tuan Rama sinis pada Antoni.
"Jangan begitu Ram, Kau tega sekali pada Antoni !! " Bela Dokter Leo pada Antoni. "Tenang Antoni, saya akan membawa kan Seorang Dokter cantik Untuk mu !! Cepat lah kau keluat dari cengkraman Bos Kejam mu ini Ton !! " Teriak Dokter Leo, pada Antoni yang mulai jauh melangkah dari hadapan nya.
Antoni yang mendengar celetukan Tuan nya itu, ada sedikit rasa kecewa di hati nya.
Dokter Leo menatap Anita, Anita hanya mengangguk Sopan pada Dokter Leo.
"Siapa Wanita ini ?? Dan apa Rencana Rama saat ini ?? " Gumam Dokter Leo dalam Hati nya.
"Sudah lah Yo, Kau jangan Berpikir yang Aneh-Aneh, tentang aku. " Ujar Tuan Rama menepuk lengan Dokter Leo.
Tuan Rama mengerti akan Pikiran Teman dekat nya itu, Dan Dokter Leo pun sudah tau kalau Tuan Rama Pasti bisa menebak Pikiran nya Saat ini.
"Lagi-lagi sikap Mu, membuat diri ku penasaran Ram !! " Jawab Dokter Leo, menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu.
Tuan Rama Hanya tersenyum licik pada Dokter Leo.
Dokter Leo Pun memeluk Tuan Rama dan mâıbersalaman Ala-ala anak muda. Tanda Dokter Leo akan Pamit kembali ke Rumah sakit tempat ia bertugas.
"Hati-hati Yo !! " Ucap Tuan rama.
"Ok !! " Jawab Dokter Leo.
Dokter Leo berniat berjabat tangan Dengan Anita. Anita pun menjemput jabatan Tangan Dari Dokter Leo, Seketika Dokter Leo Melihat bercak darah yang rembes di Kain kasa yang terlilit di Tangan Kanan Anita.
"Loh kamu terluka Nak ?? " Ucap Dokter Leo sambil melihat Telapak tangan Anita.
"I-iya Dok, tapi sudah saya Obati ko !! " Ucap Anita lembut dan Sopan.
"Bukan begini Nak, cara mengobati Luka dan membungkus Luka, Sini Biar saya Obatin !! " Ucap Dokter Leo, menarik Anita ke arah Sofa dan Membiarkan Anita duduk di Sofa itu.
__ADS_1
"Ehem .... " Tiba-tiba Suara berat itu keluar dari Mulut Tuan Rama.
"Apa sih Ram ?? Tenang Naluri Buaya saya sudah Mati Ram, Naluri Buaya saya akan Hidup Apa bila melihat Inggrit ada di sini !! " Gumam Dokter Leo pada Tuan Rama.
"Hey ... Sialan !! " Bentak Tuan Rama pada Dokter Leo, Dokter Leo malah Tertawa lepas saat melihat Ekspresi wajah Tuan Rama, dan tidak sengaja Anita ikut tertawa.
Namun Suara Tawa Anita tidak sampai lepas seperti suara tawa Dokter Leo, Anita melihat Tatapan Tajam dari Tuan Rama.
"Ah ... Sudah Lah Nak, kalau kamu ingin tertawa, Tertawa Lah, jangan Hirau kan Badut Ancol yang ada di Belakang ku ini !! " Gumam Dokter Leo kembali membuat nya tertawa lepas, namun Dokter Leo tetap mengobati Luka Anita.
"Sialan kau ini !! " cerca Tuan Rama pada Dokter Leo.
Anita tak tahan menahan Tawa di hati nya saat mendengar Dokter Leo dengan Berani nya mengatakan Tuan Rama adalah badut Ancol, Hahahahaha Namun Anita hanya Bisa Tertawa dalam hati nya dan Menahan nya sekuat diri nya. "Aku akan Simpan Lelucon ini sampai aku Pulang dan sampai di Rumah, aku akan Tertawa lepas saat di Rumah Nanti. Hahahahaha !! " Gumam Anita dalam Hati nya.
Anita hanya tertunduk saat Dokter Leo mengejek Tuan Rama.
"Nah Nak, sudah selesai !! " Ucap Dokter Leo.
"Terima kasih Dok !! " Ucap Anita sopan, dan langsung berdiri dari Sofa empuk itu.
"Emm ... sekarang saya tau Ram, Apa yang membuat Mahes masih ada di sini dan sekarang saya Tau Rencana kamu Ke depan nya Apa !! " Ucap Dokter Leo tersenyum Licik dan meninggalkan Rama.
"Eh dasar Dokter Sotoy Lu !! " Umpat Tuab Rama pada Dokter Leo.
Dokter Leo, hanya tertawa terbahak-bahak.
Sementata Anita mulai melangkah kan kaki nya untuk keluar dari Ruangan Mahes.
"Anita Tunggu !! " Suara berat itu mebuat jantung Anita kembali berdegub dengan kencang.
"I-iya Tuan. " Jawab Anita membalikan badan nya secara pelan !!
"Duduk lah, Jika kamu mau bertanya sesuatu !! Bertanya Lah !! Jangan Takut !! " Ujar Tuan Antoni tegas pada Anita.
__ADS_1
"Tuan Rama bakalan Marah Gak ya ?? Kalau akau bertanya apa penyebab Dari Mahes menjadi seperti ini ?? " Gumam Anita dalam hati dan Pikiran nya.