
BAB 119.
Setelah itu Mahesa dan Anita pun segera pulang ke Ibu kota, Mahesa ingin segera membicarakan soal pernikahan pada Ayah nya.
Setelah menempuh perjalanan Anita dan Tuan Mahesa pun sampai di halaman Rumah Anita. Anita ingin mengajak Mahesa untuk mampir sejenak untuk minum teh terlebih dahulu.
Namun sebelum Anita mengajak nya, Mahesa sudah turun dari mobil terlebih dahulu, Mahesa ingin bertemu dengan salah satu Orang tua Anita sebelum pulang dan tentu nya Mahesa harus bertemu dulu dengan Nara, yang sebentar lagi akan menjadi anak nya juga.
Anita tersenyum kala melihat Mahesa lebih dulu hendak masuk kedalam gerbang rumah Anita, sementara Anita di tinggal di dalam mobil.
Entah Mahesa lupa atau tidak, saat meninggalkan Anita di dalam mobil, Anita membiarkan dulu Mahesa melangkah semau nya, Anita hanya memperhatikan Mahesa di dalam mobil nya.
Sesampainya di depan pintu rumah, Mahesa menepuk jidat nya tersadar bahwa Anita masih di dalam mobil, Anita yang mengetahui Mahesa sudah tersadar tak tahan menahan rasa ingin tertawa.
"Ya ampun Sayang, Mas kira kamu sudah keluar !! " Ucap Mahesa menekan tombol kunci kendaraan nya.
Setelah itu Mahesa membukakan pintu mobil dekat Anita, agar Anita bisa segera turun dari dalam mobil nya.
"Bagaimana aku akan turun Mas, jika mobil nya langsung kamu kunci !! Lagian Mas mau ngapain sih buru-buru amat. " Jawab Anita tak tahan menahan tawa nya.
Mahesa pun tertawa sampai sakit di perut nya, mengingat keyakinan dia untuk melangkah memasuki rumah Anita.
Mahesa kali ini menggenggam tangan Anita agar tidak tertinggal lagi, Anita hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.
Anita dan Mahesa di sambut oleh seorang Wanita paruh baya yang sangat sopan dan lembut, itu adalah Ibu nya Anita.
Ibu nya Anita menyapa sopan atas kedatangan Putri nya dan juga Tuan Mahesa, lalu mempersilahkan masuk.
"Terima kasih Tante !! Maaf jika saya telat mengantarkan Anita. " Ucap Mahesa membuka pembicaraan.
"Tidak Apa-apa Nak, asal kalian selamat !! tidak terjadi Apa-apa kan ?? " Tanya Ibu Anita seketika, membuat Anita gugup namun tidak pada Mahesa.
Mahesa tersenyum " Tante jangan Khawatir, Apa pun yang terjadi saya pasti akan tanggung jawab, dan saya mau minta doa Tante, sebagai Ibu nya Anita, agar niat saya untuk melamar dan menikahi Anita berjalan dengan lancar dan secepat nya. " Jawaban Mahesa sangat tenang dan sungguh-sungguh.
Anita hanya tertunduk haru saat mendengar jawaban Mahesa atas pertanyaan dari Ibu nya, Anita mengira Mahesa akan menjawab bahwa tidak terjadi Apa-apa, ternyata Mahesa tidak melupakan kejadian di malam itu.
Layak nya seorang Ibu yang baik, Ibu nya Anita mendoakan yang terbaik atas niat yang di utarakan oleh Mahesa. " Iya Nak, Tante doa kan semoga apa yang kalian Niat kan dalam hati segera terwujud dan semuanya Baik-baik saja, dan semoga kamu yang terbaik untuk Anak Tante. " Ucap Ibu Anita dengan lembut.
Mahesa mendapatkan suntikan kekuatan dari calon mertua nya, Mahesa semakin yakin bahwa semua nya akan baik-baik saja.
__ADS_1
Mahesa semakin dekat dengan Ibu nya Anita dan juga Nara, Anita melihat ke dekatan Mahesa pada Nara, Nara yang semakin pintar dan lucu membuat Mahesa selalu ingin menggoda nya.
Tak jarang gelak tawa pun mereka lakukan saat bersama-sama, Anita berharap rasa sayang Mahesa pada Nara tidak akan berubah sampai sebuah ikatan suci mengikat kedua nya.
Mahesa pamit untuk segera pulang.
"Mas terima kasih ya !! Hati-hati di jalan, sampai bertemu besok di kantor. " Ucap Anita mengiringi Mahesa saat hendak pergi dari rumah nya.
"Iya Sayang, jika kamu lelah istirahat lah dulu !! jangan masuk kantor dulu. " Jawab Mahesa merasa khawatir.
Anita tersenyum. " Mana mungkin aku di rumah, sementara calon suamiku bekerja sendirian di kantor !! " Goda Anita pada calon suami nya.
"Emm ... calon istri yang baik. " Jawab Mahesa sambil mencubit gemas pipi Anita.
Anita tersenyum dan berharap semua nya akan terwujud tanpa halangan apapun.
Anita menatap nanar kepergian Mahesa, Anita menghela nafas saat kendaraan Mahesa sudah tidak terlihat lagi.
Anita melanjutkan kembali bermain bersama Putri kesayangan nya.
Hari pun berganti, waktu nya Anita berperan sebagai sekertaris Tuan Mahesa kembali, setelah hari kemarin Anita menjadi Nyonya Mahesa tanpa di repotkan Pekerjaan sedikit pun.
Anita menolak untuk di jemput oleh Mahesa, karna Anita merasa sungkan pada karyawan yang lain nya, apabila harus selalu keluar dari mobil yang sama dengan atasan nya, walaupun di antara mereka sudah ada komitmen untuk bersama.
Saat hendak keruangan nya. Anita berpapasan dengan Tuan Rama, bisa di sebut calon Papa mertua nya.
Langkah Anita terhenti seketika, Anita menyapa Tuan Rama dengan sopan nya.
"Pagi Tuan !! " Anita menyapa Tuan Rama tanpa berani menatap wajah nya.
"Pagi Ann, kamu datang sepagi ini ?? " Tanya Tuan Rama, sopan tidak seperti sedang berbicara dengan karyawan nya, melainkan seperti berbicara dengan anak nya sendiri.
Anita mengangkat wajah nya dan tersenyum. " Iya Tuan, karna ada yang perlu saya kerjakan setelah ..... Ma-maaf Tuan .... kemarin saya tidak masuk kerja !! " Anita merasa tidak enak ijin tidak masuk saat pekerjaan kantor sedang menumpuk, dan mengikut sertakan Tuan Mahesa pula bersama nya.
Anita merasa bahwa Tuan Rama tidak mengetahui sama sekali tentang kepergian nya ke Bandung bersama Tuan Mahesa.
Tuan Rama menyunggingkan senyuman , " Tidak Apa-apa, yang penting kamu bisa bertanggung jawab !! kamu rajin Ann, tidak seperti atasan mu yang lamban. " Ucap Tuan Rama, dengan lantang nya.
Tiba-tiba suara tidak terima terdengar tepat di belakang Anita.
__ADS_1
"Oh ... ehmmm ... tidak untuk sekarang Tuan Rama yang terhormat, saya sudah sampai sebelum jam kerja di mulai, jadi kata-kata Lamban itu sudah tidak pantas bagi saya. " Ucap Mahesa dengan jari tangan memutar-mutar kunci mobil nya.
"Oh .... bagus !! pertahankan !! apa lagi saya tau penyebab kamu seperti ini apa. " Jawab Tuan Rama, sambil menatap Anita.
Sepintas Anita merasa diri nya lah penyebab yang di maksud oleh Tuan Rama, tapi Anita tidak ingin merasa percaya diri terlebih dahulu.
Tuan Rama melanjutkan langkah nya, dengan senang dalam hati nya bahwa kini anak kesayangan nya sudah banyak berubah menjadi lebih baik lagi.
Anita berjalan lebih dulu di banding Tuan Mahesa yang masih mematung menatap kepergian Tuan Rama dari hadapan nya.
Mahesa sudah mengutarakan keinginan nya untuk segera menikahi Anita pada Ayah nya, Mahesa meminta bantuan ayah nya untuk membicarakan dengan cepat pada Ibu nya yang masih sibuk dengan urusan nya.
Mahesa mengikuti Anita untuk segera masuk kedalam ruangan nya.
Sesampai nya di ruangan, Anita langsung duduk di kursi kerja nya dan dengan cepat memeriksa perkejaan nya, tapi Mahesa malah mengganggu nya. Mahesa memeluk Anita dari belakang.
Anita melirik dan mengusap pipi Mahesa dengan lembut. " Pagi Sayang !! apa sudah sarapan ?? " Tanya Anita lembut pada Mahesa.
Saat mendengar ucapan mesra dari Anita, Mahesa menjadi tidak semangat bekerja. Mahesa lebih ingin bersantai di dalam pelukan Anita.
"Belum Sayang !! " Jawab Mahesa manja, sambil mencium pucuk rambut Anita.
Anita tau bahwa Mahesa sangat suka sekali menunda sarapan nya, Anita sudah menyiapkan makanan dari rumah khusus buatan nya sendiri.
Anita mengeluarkan kotak makanan dari Tas yang ia bawa dari rumah nya.
"Nih ... sarapan dulu Mas !! aku sengaja buatkan nya untuk Mas sarapan. " Ucap Anita sambil menyodorkan nya pada Mahesa, dengan tatapan masih sibuk pada layar Laptop yang ada di hadapan nya.
"Jangan kerja dulu Sayang, temani Mas sarapan !! " Bujuk Mahesa sambil menerima kotak makanan yang di sodorkan oleh Anita.
Anita berdiri dari duduk nya, lalu meraih satu kursi dan ia letakan di samping kursi kerja nya, lalu Anita duduk kembali di kursi kerja nya.
"Mas duduk di sini, Aku temani tapi sambil kerja ya ?? Soal nya semua Urgent Sayang !! Mas siang ini ada Metting, jadi aku harus siapkan semua nya dengan cepat. " Jawab Anita sambil membuka kotak makanan untuk Mahesa.
Mahesa hanya menatap wajah Anita yang sangat terlihat sibuk, namun masih menyempatkan waktu dan pikiran nya untuk kebaikan Mahesa.
"Iya Sayang !! " Jawab Mahesa lembut, berhasil memalingkan pandangan Anita pada layar Laptop, dan kini pandangan Anita beralih pada Mahesa.
Anita tersenyum, Mahesa dengan gerakan lembut mendekatkan wajah Anita dan mengecup kening Anita dengan lembut.
__ADS_1
"Mas sangat menyayangi mu !! " Ucap Mahesa menemani kecupan lembut yang ia daratkan di kening Anita.
"Aku pun sama Mas !! " Jawab Anita dengan senyuman penuh dengan rasa cinta pada Mahesa.