
Sungguh Ucapan Reza betul-betul membuat hati Mahira tersayat, terlebih setelah menyaksikan sendiri bagaiman Abi Hanif harus memohonkan sebuah kata maaf pada sosok Reza atas segala perbuatan culas yang pernah dia lakukan.
Hal itu cukup menjadi pelajaran untuk Mahira agar kedepannya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
***
Terlihat Ummi Maya yang telah siap di teras rumah, untuk menunggu Mahira yang tengah bersiap-siap.
"Ummi , Yuk Berangkat sekarang " Ucap Mahira dengan senyum cerah ceria. Ummi Maya tampak menganggukkan kepala, dan berlalu meninggalkan rumah. Menyisakan Abi Hanif sendiri di dalam rumah tersebut.
Karena jarak rumah Abi Hanif dengan masjid yang tidak begitu jauh, Mahira dan ummi Maya memilih berjalan kaki saja sembari berolahraga sore.
Kajian yang di laksanakan bagda Ashar dan di tutup dengan sholat magrib berjamaah itu, di ikuti oleh banyak jamaah ibu-ibu di sekitar kediaman Abi hanif.
Mahira tampak menggandeng erat tangan sang Ummi yang berjalan beriringan.
"Assalamualaikum Bu Maya " Sapa salah seorang tetangga yang menghampiri Ummi Maya, untuk berjalan bersama menuju masjid.
"Waalaikumsalam Bu" Jawab Mahira dan Ummi Maya bersamaan.
Sejenak ummi Maya dan sang tetangga larut dalam perbincangan yang sangat asyik, hingga keduanya melupakan jika disana juga tengah ada sosok Mahira.
Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Mahira, dan menganggap hal itu lumrah terjadi pada ibu-ibu seumuran Umminya.
Jika Mahira terpaksa harus nimbrung dengan obrolan keduanya, Mahira rasa dia juga tidak akan nyambung dengan obrolan para ibu-ibu tersebut.
Terlihat Mahira yang berjalan mendahului Ummi Maya dan Sang tetangga.
Srakk..
Srakk..
Brak...
"Mahira ..!!"
"Ya Allah Mahira !!" Terdengar suara Ummi Maya memekik , tatkala melihat sang putri terkapar di pinggir jalan dengan keadaan tidak sadarkan diri.
Terlihat sebuah sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi dan menghantam keras tubuh Mahira, hingga terlihat dari pasang mata Ummi Maya bagaimana Tubuh Mahira terhuyung hingga terpental ke aspal.
Menyadari hal itu, banyak kerumunan yang datang tiba-tiba , hingga sang penabrak segera mengambil langkah seribu dengan segera meninggalkan tempat kejadian perkara.
Kejadian yang terjadi tepat di depan masjid membuat banyak orang menyaksikan dengan pasang mata mereka.
Tidak butuh waktu lama Seluruh jama'ah masjid yang siap untuk melakukan kajian sore, seketika menghambur keluar masjid untuk melihat keadaan Mahira.
Beberapa ibu sebelumnya, yang datang dengan mengendarai mobil seketika menawarkan pada Ummi Maya untuk membawa Mahira ke rumah sakit
Tanpa pikir panjang dan tidak ingin menunda, segera Ummi Maya menyetujui tawaran salah seorang jama'ah kajian tersebut.
__ADS_1
***
Beberapa orang perawat dengan sigap datang menghampiri mobil yang di tumpangi Mahira dengan membawa brankar dan bersiap memindahkan tubuh Mahira dari mobil keatas brankar.
Mahira yang terkapar lemah dengan kondisi tak sadarkan diri di ruang UGD rumah sakit, segera mendapatkan tindakan pertama dari para perawat.
Beberapa saat kemudian tampak Mahira yang telah sadar dari kondisi sebelumnya yang tidak sadarkan diri.
"Ya Allah , Mahira , Alhamdulillah nak kamu sudah sadar " Ucap Ummi Maya , terdengar suara lirih dengan rasa khawatir.
"Ummi , Kita Diman ?" Tanya Mahira tampak meneliti setiap sudut ruang dimana dirinya berbaring.
"Kita di rumah sakit nak" Ucap ummi Maya lagi dengan suara lembut.
Mahira tampak mengingat kejadian sebelumnya, dimana dirinya yang tengah berjalan menuju masjid dan tiba-tiba badanya terasa melayang akibat hantaman keras dari seorang pengendara sepeda motor.
"Ada yang sakit nak" Ucap Ummi Maya, tampak kepanikan di wajahnya, tatkala mendapati Mahira tengah terdiam.
Mahira hanya menggelengkan kepala lemah, dengan senyuman dari balik cadar yang dia kenakan.
Sejujurnya Mahira merasakan sakit di sekujur tubuhnya, meski tidak ada luka luar, Mahira merasakan badanya bagai remuk redam akibat Sambaran dari sang pengendara sepeda motor tersebut. Namun Mahira memilih untuk tidak mengatakan apa yang dia rasakan, agar Ummi Maya tidak semakin merasa cemas dibuatnya.
"Ummi ! "
Terdengar suara seorang laki-laki yang tidak asing, terdengar familiar bagi Ummi Maya.
"Dokter Tama !" Ucap Ummi Maya kemudian, setelah mengetahui sosok yang tengah menyapanya adalah dokter Tama. Dokter yang selama ini selalu merawat dirinya tatkala Ummi Maya sakit.
"Ini dok ---" Ucapan Ummi Maya tampak menggantung ketika Dokter Tama kembali berucap.
"Maryam !" Ucap dokter Tama dengan tatapan mengarah pada Mahira yang tengah terbaring di atas brankar rumah sakit tersebut.
Dokter Tama yang tidak menyadari sosok di hadapannya adalah Mahira, seketika menganggapnya itu adalah Maryam.
"Bukan dok, ini Mahira" Ucap Ummi Maya seketika.
"Mahira, Bukankah dia.." Batin Dokter Tama dalam hati.
Menyadari Mahira yang dikenal adalah sosok yang berbeda dengan Mahira yang dia lihat saat ini, sedikit ada rasa tidak percaya, namun dokter Tama abaikan dan memilih untuk tidak bertanya perihal hijab yang dikenakan Mahira saat ini.
Sosok Mahira dalam benak dokter Tama adalah, wanita yang dulu merupakan adik tingkatnya di fakultas kedokteran, pada sebuah kampus dimana dokter Tama kuliah, namun karena alasan apa yang entah tidak di ketahui dokter Tama, Mahira Drop out dari kampus dan tidak melanjutkan kuliahnya lagi.
Namun masih segar terasa dalam ingatan dokter Tama yang dulu menjadi salah satu sosok idola para teman-teman wanitanya di kampusnya. Dimana saat itu Mahira pernah menyatakan perasaanya pada sosok Tama yang tidak lain merupakan kakak tingkatnya di kampus.
Sebagai mahasiswa baru, Mahira memang cukup berani saat itu menyatakan cinta padanya, Terlebih Tama merupakan mahasiswa semester Akhir.
"Apa yang terjadi ummi kenapa Mahira bisa sampai ke Sini" Ucap dokter Tama lagi menelisik kejadian yang menimpa sosok wanita yang dia kenal adalah kakak kandung dari Maryam.
Mendengar pertanyaan dari dokter Tama, Ummi Maya menceritakan kejadian yang menimpa Mahira sebelumnya.
__ADS_1
Raut wajah Ummi Maya seketika berubah menjadi lesu, tatkala mengingat kejadian yang sama terjadi pada putrinya Maryam.
Dokter Tama yang mendengar cerita dari Ummi Maya pun sedikit menaruh curiga dengan kejadian yang terjadi secara berurutan dan dengan cara yang sama.
Dokter Tama sedikit merasa ada sesuatu yang janggal dalam kejadian yang menimpa Maryam maupun Mahira saat ini.
Bahkan dokter Tama menyarankan untuk melacak CCTV yang ada di sekitaran masjid , dan CCTV yang terpasang di lingkungan kediaman Abi Hanif.
Ummi Maya pun merasa ada benarnya juga perkataan dokter Tama. Sejenak perasaan ummi Maya di hinggap i perasaan tidak nyaman, Ummi Maya berpikir mungkin saja ada yang tidak suka dengan keluarganya hingga ingin mencelakai keluarganya.
Tapi Ummi Maya seketika merasa bingung bagaiman acara untuk melacaknya, dirinya bahkan Abi Hanif sekalipun mungkin tidak akan bisa melakukan hal tersebut.
Setelah mendengarkan penuturan dari Ummi Maya, dokter Tama pun merasa iba dan menawarkan bantuan untuk mencari tahu sebab kejadian tersebut, murni karena kecelakaan atau karna sebuah kesengajaan.
"InshaAllah saya akan bantu Ummi, Untuk Mengusut kasus ini" Ucap dokter Tama dengan senyum manis di wajahnya.
Ummi Maya tampak berbinar dengan mengulas sebuah senyum lebar di wajah yang tidak lagi muda tersebut.
"Terima kasih banyak dok " Ucap Ummi Maya seketika. Dokter Tama hanya mengangguk pelan.
Sejenak suasana menjadi hening diantara ketiganya.
"Ohya Ummi, Sepertinya sejak tadi saya tidak melihat Abi " Ucap dokter Tama memecah kesunyian diantara mereka.
"Abi dirumah dok, Karena tadi terburu-buru , Ummi tidak sempat memberikan kabar, jika Mahira kecelakaan " Ucap Ummi Maya
"Baru saja tadi Ummi menghubungi Abi , dan saat ini Abi Tengah perjalanan menuju rumah sakit" Tukas Ummi Maya kemudian.
Dokter Tama tampak menganggukkan kepala.
"Assalamualaikum"
Terdengar Ucapan salam dari Abi Hanif setelah beberapa saat.
Dengan rasa cemas dan khawatir, Abi Hanif menghampiri Mahira yang berada di atas brankar.
Menanyakan bagaimana keadaanya, dan bagaiman kejadian nahas ini bisa terjadi.
Masih segar di ingatan Abi Hanif , Jika Kemarin sore Maryam yang mengalami kecelakaan , dan Saat ini Putrinya Mahira juga tengah mengalami kecelakaan yang Sama.
***
Bersambung
***
Terima kasih dan Peluk jauh untuk para reader ku yang baik hati...
Ada yang tahu kisah selanjutnya apa???
__ADS_1
Yuk Komen 🥰🙏