
Aku tahu, Kau pasti butuh waktu untuk itu, Tapi Aku harap Hari itu tidak akan Lama" Ucap Reza dengan nada berbisik.
Flashback On
"Siti Buka Kamar Reza sekarang juga !" pinta kakek Amar pada salah satu pelayan di rumahnya
"Baik tuan " Ucap Bi Siti
Bi Siti segera bergegas mengambil kunci cadangan seluruh Ruangan di rumah tersebut.
Bi Siti merupakan Pelayan yang paling setia dan paling percaya oleh kakek Amar dan nenek Halimah, hingga soal rumah kakek Amar mempercayakan sepenuhnya pada Bi Siti.
"Maaf tuan , Kalau boleh saya tahu, Untuk apa kita buka kamar tuan Reza " Tanya Bi siti pada kakek Amar dengan sopan dan menundukkan pandanganya.
"Kau akan tahu setelah ini !" Ucap kakek Amar tegas
Kemudian keduanya segera berlalu untuk menuju kamar Reza, kamar dengan ukuran yang sangat luas dan interior yang sangat indah, mampu memanjakan setiap mata yang melihatnya.
Ceklek...
Keduanya telah berada di dalam kamar Reza.
"Apa benar yang kau katakan Padaku Tempo hari ?" Tanya kakek Amar pada Bi Siti dengan menelisik.
"Maksut Tuan ?" Tanya Bi Siti kemudian
"Apa aku harus mengulangi pertanyaannya ku?" Tanya kakek Amar bernada tegas
"Ohh iya tuan, maaf .. Jadi pertanyaan tempo hari itu ? Ucap Bi Siti dengan terbata.
"Benar tuan, Malah saya sendiri yang mengantar koper Nyonya Maryam kesini pada saat hari pertama nyonya datang" Jawab Bi Siti kemudian
Mendengar penuturan Bi Siti kakek Amar tampak fokus memperhatikan dengan mengerutkan dahi
Bi Siti menceritakan perlakuan kasar Reza pada Maryam, Reza yang tidak memperbolehkan Maryam meletakkan baju di lemari, sementara tempat tersebut sebelumnya telah di siapkan oleh para pelayan untuk menata baju Nyonya baru mereka, dan Menyuruh Maryam meletakan di Lemari kecil yang berada di paling bawah.
Bahkan Reza tidak mengizinkan Bi siti membantu membereskan pakaian yang di bawa Maryam.
Selain itu bi Siti juga menceritakan jika Reza selalu berbicara dengan nada kasar pada Maryam, bahkan menyuruh Maryam tidur di ruang kerja Reza. Sedikitpun tidak memperbolehkan Maryam menyentuh tempat tidurnya.
Mendengar hal itu kakek Amar sangat shock, dan sangat geram dibuatnya
Kakek Amar seketika berlalu, dan menuju ruang kerja Reza. benar saja disana terdapat Peralatan sholat Maryam yang sebelumnya di tinggalkan, dan juga mushaf Al-Qur'an miliknya, Terdapat pula selimut berukuran kecil disana.
"Siti!" Ucap kakek Amar
__ADS_1
"Ii iya Tuan " Jawab bi Siti dengan terbata.
Bi Siti sangat memahami majikanya tersebut, jika kakek Amar tengah berada di puncak rasa marahnya saat ini, hingga dia pun juga merasa sangat takut dibuatnya.
Meski usianya sudah cukup sepuh, namun Pesona dan Ketegasan kakek Amar masih jelas terlihat.
"Hari ini juga !! segera Keluarkan Tempat tidur ini !" Ucap kakek Amar tegas.
"Baik Tuan" Jawab bi Siti sopan
Segera Bi Siti melakukan apa yang di perintahkan oleh majikanya tersebut dengan dibantu oleh beberapa pelayan lainya.
Tidak lupa kakek Amar mengecek Walk in Closet Reza, Benar saja ternyata Disana baju-baju Maryam hanya di letakkan di lemari bagian bawah.
Segera kakek Amar memerintahkan Asisten pribadinya untuk mendesain sebuah lemari besar baru untuk Maryam, untuk meletakkan seluruh baju milik Maryam disana, setelahnya kakek Amar memerintahkan beberapa pelayan lain untuk membeli beberapa baju tidur untuk Maryam, beberapa peralatan makeup dan kebutuhan lainya.
Flashback Off
Setelah mendengar penuturan Reza sebelumnya. Maryam menganggukkan kepala dan tersenyum manis pada Reza.
"Baiklah bersihkan dirimu, dan segera istirahat" Ucap Reza dengan nada manis.
"Aku akan menunggumu di sini " Dengan satu tangan menepuk nepuk Tempat tidur berukuran king size tersebut.
Maryam yang masih merasa gugup segera berlalu dari hadapan Reza, segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah Suasana hatinya membaik, Maryam segera menyiapkan Air hangat untuk dirinya berendam. Maryam merasa berendam dalam air hangat saat itu akan membuat dirinya segar kembali.
Beberapa saat kemudian, Maryam telah selesai dengan ritual mandinya. Maryam segera bangkit dan meraih Handuk yang telah dia bawa.
Maryam terkejut, ketika dia ingat bahwa sebelumnya, dia tidak membawa baju ganti kedalam kamar mandi.
"Ya Ampun Bisa lupa begini" Gumam Maryam dengan perasaan Bingung
"Bagaimana ini" Gumam Maryam lagi
Beberapa saat kemudian Maryam berfikir namun juga tidak menemukan jalan keluar, Maryam berencana untuk tetap berada di dalam kamar mandi.
Maryam memikirkan beberapa cara, dirinya akan keluar kamar mandi setelah Reza terlelap dalam tidurnya, sehingga dia tidak perlu malu jika harus keluar kamar mandi dengan menggunakan selembar handuk yang melilit di dadanya.
Reza Yang berada di Ruangan kerjanya merasa khawatir dengan Maryam, pasalnya Maryam sudah berada di dalam kamar mandi cukup lama, hampir satu setengah jam yang lalu dia di dalam kamar mandi.
"Maryam? Ucap Reza dengan sedikit berteriak
Maryam yang mendengar panggilan Reza tidak langsung menyahut, dia hanya diam dan berfikir
__ADS_1
"Maryam ! , Apa kau baik-baik saja ? " Tanya Reza lagi.
"Maryam ! Apa kau pingsan? " Tanya Reza yang semakin khawatir
Beberapa kali Reza mengetuk pintu kamar mandi dengan keras, memutar gagang Pintu kamar mandi tersebut, namun pintu tersebut telah di kunci Maryam dari dalam.
Tok ... ! Tok...! Tok ...!
"Maryam Segera lah keluar, Jika tidak akan aku dobrak pintunya " Ucap Reza dengan nada sedikit lebih keras dari sebelumnya.
"Maa Maaf mas... Tunggu dulu" Ucap Maryam terbata
"Sedang apa saja kau di dalam sana ? kenapa lama sekali ? Tanya Reza masih dengan perasaan khawatir.
"Apa kau tidur di dalam sana ?" Tanya Reza
"Tidak mas... Hanya ... " Ucap Maryam namun segera dia menghentikan Ucapannya
"Ada apa ? hanya apa ??... " Tanya Reza lagi.
"Maaf mas Maryam lupa bawa baju ganti" Ucap Maryam pelan
Mendengar hal itu Reza tersenyum simpul
"Keluarlah, Kau akan masuk angin jika terus berada di dalam sana" Pinta Reza
"Tidak mas, Maryam tidak bisa " Jawab maryam kemudian
"Kenapa ?" Tanya Reza
"Maryam malu mas ?" Ucap Maryam pelan.
Reza semakin dibuat geli dengan tingkah istrinya tersebut, bisa-bisanya dia merasa malu dengan suaminya sendiri.
"Baiklah kalau itu mau mu, Tapi apa kau tidak akan kedinginan terus berada di dalam kamar mandi ?" Ucap Reza dengan nada menggoda.
Maryam hanya diam mendengar penuturan dari Reza , dan enggan untuk memberikan jawaban
Beberapa saat berlalu Maryam masih tetap kekeh dengan Keinginannya berada di dalam kamar mandi.
Reza pun semakin merasa khawatir dan cemas, dengan Maryam yang sedari tadi tidak mau untuk keluar.
***
Bersambung
__ADS_1
***
Mohon dukungan untuk author ya ka 🤗, Supaya Author tetap semangat berkarya 🥰